Krisis COVID-19, Inggris kucurkan 2 miliar dolar bantu pekerja seni
Elshinta
Senin, 06 Juli 2020 - 14:37 WIB |
Krisis COVID-19, Inggris kucurkan 2 miliar dolar bantu pekerja seni
Sepotong karya seni jalanan Banksy dengan judul `The Girl with the Pierced Eardrum`, saat ini dihiasi masker pelindung, di Albion Dock, ditengah mewabahnya virus corona (COViD-19), di Bristol, Inggris, Kamis (23/4/2020). Foto: Antara.

Elshinta.com - Pemerintah Inggris menyebut akan menggelontorkan hampir 2 miliar dolar AS (setara Rp28,4 triliun) sebagai investasi di institusi kesenian dan budaya untuk membantu pekerja sektor itu bertahan di tengah krisis COVID-19.

"Dana ini akan membantu mengamankan sektor (kesenian dan budaya) untuk generasi masa depan, menjamin kelompok seni dan gedung kesenian di Inggris bisa bertahan, serta menyokong para pegawai selagi mereka tak beroperasi," kata Perdana Menteri Boris Johnson dalam sebuah pernyataan, Minggu (5/7).

Gedung teater dan opera, serta studio balet telah berbulan-bulan tak menggelar pertunjukan langsung. Aula konser juga masih belum diperkenankan untuk dipakai sebagai tempat acara, sementara museum dan bioskop sudah diizinkan kembali buka per Sabtu (4/7) lalu.

Hal tersebut memunculkan krisis yang tidak terhindarkan bagi sektor kesenian dan budaya, yang selama ini pun telah aktif meminta sokongan dari pemerintah.

Pemerintah menyebut kucuran dana hampir 2 miliar dolar itu merupakan yang terbesar sepanjang sejarah di sektor kesenian dan budaya Inggris.

Museum, galeri seni, teater, bioskop independen, situs warisan budaya, dan gedung pertunjukan musik akan terlindungi melalui skema hibah dan pinjaman darurat.

Pemerintah Inggris menyebut pihaknya akan berkonsultasi dengan tokoh-tokoh dari Dewan Kesenian Inggris, Institut Film Inggris, serta sejumlah badan khusus lainnya untuk hibah, sementara dana pinjaman akan diberikan dengan pengembalian berjangka yang terjangkau, demikian Antara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:07 WIB
Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semu...
Harga minyak jatuh di bawah pencapaian tertinggi 5 bulan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Harga minyak turun di bawah pencapaian tertinggi lima bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi...
Bill Gates pastikan negara miskin dapat akses vaksin Covid-19
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Vaksin Covid-19 yang tengah ditunggu-tunggu dunia membuat Bill Gates akan memastikan bahwa vaksin te...
Bank Dunia siap kerahkan dana pemulihan pascaledakan Beirut
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:17 WIB
Kelompok Bank Dunia, Rabu (5/8), mengatakan siap mengkaji kerusakan dan kebutuhan Lebanon untuk memu...
Jumlah kematian COVID-19 di Meksiko mendekati 50.000
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:33 WIB
Jumlah kematian akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru, di Meksiko terlih...
Korban jiwa ledakan Beirut bertambah jadi 135 orang
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:57 WIB
Korban jiwa akibat ledakan pada Selasa (4/8) di gudang raksasa di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi...
Facebook dan Twitter tarik unggahan Trump
Kamis, 06 Agustus 2020 - 11:34 WIB
Facebook dan Twitter menarik unggahan dari akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena melangg...
Uji coba awal, calon vaksin corona Zydus Cadila disebut terbukti aman
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:04 WIB
Perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, pada Rabu (5/8) mengatakan, calon vaksin virus corona buatan...
Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru
Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:06 WIB
Harga emas meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah men...
Kenya: Jenis virus corona baru sebabkan ratusan unta mati
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:46 WIB
Penyakit misterius yang menyebabkan ratusan unta mati di timur laut Kenya selama berbulan-bulan kini...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV