Ternyata perilaku orang tua bisa menjadi penyebab anak suka melawan
Elshinta
Selasa, 30 Juni 2020 - 10:37 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Ternyata perilaku orang tua bisa menjadi penyebab anak suka melawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/31usQQo

Elshinta.com - Menurut penelitian, kurangnya kehangatan orang tua dan seringnya terjadi kekerasan di lingkungan rumah bisa membuat anak-anak agresif dan suka melawan. Selain itu anak juga menjadi kurang berempati dan kurang bermoral.

Padahal berempati dan bermoral merupakan satu set karakteristik yang dikenal dengan sifat berperasaan tanpa emosi. Kata para ahli, perilaku dan kepribadian anak dibentuk oleh pengalaman masa kecilnya.

Selain suka melawan, mereka biasanya juga tak mau mendengar kata orang tua, kurang ajar, dan bersikap sesukanya sehingga membuat orang tua frustasi. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini sikap orang tua yang membuat anak-anak suka melawan:

Berteriak
Orang tua kerap menyalahkan dan tidak menghargai anak, bahkan sering berteriak kepadanya. Bersikap kasar pada anak hanya akan membuatnya justru menjauh dari orang tua, maka tak heran jika ia suka memberontak dan menimbulkan perselisihan. Selain berteriak, menghakimi, atau membandingkan dengan anak lain juga menjadi penyebab anak melawan.

Menuruti kemauan
Bila orang tua selalu berusaha membuat hidup anak serba mudah dengan menuruti semua kemauannya dan berusaha membuat anak selalu bahagia, maka orang tua itu justru merusak anak.

Tidak memberi batasan
Kebanyakan orang tua tak tahu bagaimana harus memberi batasan pada anak. Jadi, orang tua sama sekali tidak memberikannya atau memaksakan untuk memberi batas tapi akhirnya hasilnya justru tak sesuai harapan. Padahal bila tak berusaha memberi batas, maka anak akan terus merongrong sampai mendapatkan apa yang ia mau. 

Tidak memahami perasaan anak
Setiap orang ingin perasaannya dipahami, namun lupa jika anak pun demikian juga. Terkadang anak akan merajuk, tapi orang tua tak mau mendengarkan apa kemauannya. 

Mudah marah
Orang tua yang sering bersikap temperamental, maka anak pun akan menirunya karena emosi anak mengikuti orang tuanya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/31v2jSX

Tidak mengajarkan rasa bersyukur
Masih banyak orang tua yang lupa mengajarkan anaknya untuk bersyukur dengan apa yang sudah dimilikinya. Misalnya membuang mainan yang sudah tak terpakai begitu saja,padahal sebenarnya bisa disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Suka menuntut
Pola asuh otoriter adalah gaya pengasuhan yang cenderung menuntut anak tapi rendah respons penghargaan. Orang tua otoriter juga bersikap dingin saat menyikapi kebutuhan emosional anak, namun di satu sisi menetapkan standar yang tinggi.

Saat tidak pernah bisa menyuarakan keinginan atau pendapatnya, membuat mereka merasa tertekan dan berontak dari segala aturan yang dibuat oleh orangtua.

Terlalu mengekang
Terlalu ketat dan dikekang oleh banyaknya aturan akan membuat anak menjadi pemberontak. Orang tua yang terlalu mengekang anak, justru akan membuatnya berbuat sesuatu di luar prediksi. Selain memberontak, anak juga tidak terbuka pada orang tuanya tentang hal-hal yang membuat mereka cemas atau gelisah.

Tidak memberikan perhatian
Banyak orang tua yang tidak menyadari kesalahannya. Terkadang orang tua tidak mengerti keinginan anak dan malah terbawa emosi hingga melampiaskan kemarahan kepadanya. Ada dampak buruk yang terjadi ketika orang tua tidak memberikan perhatian dan kasih sayang pada sang anak.

Mereka terus mencari perhatian dan menunjukkan sisi kerasnya dengan sikap berontak. Sementara pemberontakan menitikberatkan identitas diri dari perasaan anak tentang hal apa yang ia inginkan.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3gcmjy4

Menghadapi anak yang terus melawan dan bertingkah semaunya memang berat. Tapi bila orang tua menyerah, anak akan semakin merajalela. Lebih baik bersikap teguh, anak akan menyadari ia tak bisa mendapatkan semua yang diinginkan, baik di rumah maupun di dunia nyata.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Stimulasi kunci anak `down syndrome` berkembang dengan baik
Sabtu, 20 Maret 2021 - 19:38 WIB
Ahli sitogenetika Dr. dr. Lydia Pratanu, MS menyatakan bahwa stimulasi menjadi kunci untuk pertumb...
NIPT cara baru cek kelainan kromosom pada usia awal kehamilan
Sabtu, 20 Maret 2021 - 17:14 WIB
Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) yang sekarang sudah berkembang bisa menjadi cara baru untuk menge...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV