India blokir TikTok, WeChat dan aplikasi Tiongkok lainnya
Elshinta
Selasa, 30 Juni 2020 - 08:34 WIB |
India blokir TikTok, WeChat dan aplikasi Tiongkok lainnya
Ilustrasi aplikasi TikTok. Foto: Antara.

Elshinta.com - India memblokir 59 aplikasi yang sebagian besar merupakan aplikasi seluler asal Tiongkok, termasuk TikTok milik Bytedance dan WeChat milik Tencent, dalam langkah tegas memboikot Tiongkok dari ruang online sejak sengketa perbatasan meletus antara kedua negara bulan ini.

Kementerian teknologi India, Senin (29/6), Reuters melaporkan, mengeluarkan perintah yang menyatakan aplikasi itu "merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum."

Mengikuti kebijakan itu, Google dan Apple harus menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari toko Android dan iOS.

Langkah itu dilakukan setelah bentrokan perbatasan antara kedua negara di daerah Himalaya awal bulan ini yang mengakibatkan kematian 20 tentara India.

Larangan itu diharapkan menjadi batu sandungan besar bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok, seperti Bytedance di India, yang merupakan salah satu pasar layanan web terbesar di dunia.

Bytedance yang berkantor pusat di Beijing memiliki rencana untuk menginvestasikan 1 miliar dolar AS di India, membuka pusat data lokal, dan baru-baru ini meningkatkan jumlah perekrutan di negara tersebut.

India adalah pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok, terhitung 611 juta unduhan atau 30,3 persen dari total jumlah unduhan, kata perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower pada bulan April.

Aplikasi lainnya yang juga telah diblokir adalah WeChat milik Tencent, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android, UC Browser milik Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi.

Google mengatakan masih menunggu perintah pemerintah India, sementara Apple tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters, begitu pula dengan Bytedance.

"Ini adalah langkah tercepat dan paling kuat yang bisa diambil pemerintah untuk memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan-perusahaan Tiongkok," kata Santosh Pai, dari firma hukum India Link Legal, yang menjadi konsultan beberapa perusahaan Tiongkok.

Sentimen anti-Tiongkok telah lama membara di India karena tuduhan impor murah membanjiri negara itu, namun bentrokan di perbatasan telah membawa ketegangan memuncak dengan seruan untuk memboikot produk-produk Tiongkok.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bea cukai India di pelabuhan sejak pekan lalu menahan peti kemas yang datang dari Tiongkok, termasuk produk Apple, Cisco dan Dell, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saham Hong Kong berbalik turun dengan Indeks HSI tergerus 0,05 persen
Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:45 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis, berbalik dari keuntungan dua hari...
Harga minyak terangkat lebih dari dua persen 
Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:32 WIB
Harga minyak mentah global terangkat lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi W...
Emas `rebound` setelah anjlok saat kekhawatiran perlambatan berlanjut
Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:08 WIB
Harga emas merangkak naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah kemarin mencatat pen...
Gelombang pertama vaksin COVID-19 Rusia akan diberikan ke petugas medis dalam dua pekan
Kamis, 13 Agustus 2020 - 07:54 WIB
Rusia menyatakan gelombang pertama vaksin COVID-19 akan siap untuk beberapa petugas medis dalam dua ...
Petugas medis Rusia dapat suntikan vaksin COVID-19 dalam dua pekan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 20:45 WIB
Rusia menyatakan gelombang pertama vaksin COVID-19 akan siap untuk beberapa petugas medis dalam dua ...
AS teken kontrak pembelian vaksin COVID-19 Moderna senilai Rp22 triliun
Rabu, 12 Agustus 2020 - 10:34 WIB
Amerika Serikat meneken kontrak senilai 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp22 triliun) dengan produsen o...
WHO dinilai minim informasi untuk evaluasi vaksin COVID-19 Rusia
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:10 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minim informasi mengenai vaksin COVID-19 buatan Rusia untuk melakuk...
Virus corona ditemukan pada makanan laut beku di Tiongkok
Rabu, 12 Agustus 2020 - 07:45 WIB
Otoritas di Tiongkok menemukan virus corona pada kemasan makanan laut beku impor yang tiba dari kota...
Rusia namai vaksin baru COVID-19 `Sputnik V`
Selasa, 11 Agustus 2020 - 21:25 WIB
Rusia menamai vaksin COVID-19 pertamanya `Sputnik V` untuk pasar asing, yang mengacu pada satelit pe...
Rusia jadi negara pertama yang setujui vaksin COVID-19
Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:55 WIB
Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaks...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)