Hikmah dibalik COVID-19, hasilkan alat pengolah sampah jadi pupuk dan pengusir hama
Elshinta
Senin, 29 Juni 2020 - 06:59 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Hikmah dibalik COVID-19, hasilkan alat pengolah sampah jadi pupuk dan pengusir hama
Foto: Teddy Widara/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pandemi COVID-19 bagi warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) 02 menjadi hikmah. Warga RW. 02 Kelurahan Rawalele, Kecamatan Dawuan, Subang, Jawa Barat, itu selama pandemi COVID-19 dan diharuskan tinggal di rumah berhasil menyelesaikan peralatan yang menjadi inovasi dalam mengelola sampah di lingkungannya.

Pembina MPL O2, Ibu Rini mengatakan, sebelumnya warga RW. 02 berusaha membuat alat pengolahan dengan trial and error. "Kebetulan saat pandemi ketika harus tinggal di rumah, kami lebih punya banyak waktu membuat disain gambar alatnya," jelasnya kepada Kontributor Elshinta, Teddy Widara, Minggu (28/6).

Kata Rini adanya keharusan tinggal di rumah menjadi hikmah untuk menyempurnakan disain. Sebelumnya dilakukan dengan uji coba. Karena masing-masing punya kesibukan.

"Jadi banyak hambatan. Dengan tinggal di rumah (selama pandemi) jadi hikmah, ya bagi kami," imbuhnya.

Peralatan yang dibuat berhasil mengolah sampah organik menjadi abu sebagai pupuk organik yang baik untuk media tanaman.

Lalu uniknya berhasil mengolah asap pembakaran menjadi cairan yang bisa digunakan untuk mengusir hama dengan didinginkan. Kata Iman, salah seorang teknisinya mengaku ide memanfaatkan cairan dari asap ini berdasarkan pengalaman di tempat kerjanya yang mengolah limbah tongkol jagung dan batok kelapa.

"Kami coba dengan sampah organik berupa jerami dan rumput kering serta sampah plastik atau an-organik lainnya," jelasnya.

Ditambahkan Nana Sujana, untuk jenis sampah yang diolah jadi cairan dilakukan perbandingan antara sampah organik murni dengan campuran sampah plastik. "Hasilnya ternyata yang organik lebih bersih," ujarnya.

Setelah beberapa kali dicoba oleh petani setempat, hasilnya cukup efektif bisa mengusir hama wereng dan lembing batu yang menjadi musuh utama tanaman.

"Hama-hama yang bisa diusir hampir seluruh hama yang mengganggu tanaman petani seperti wereng dan lembing batu itu bisa diusir dengan cairan ini. Tanamannya tetap sehat," jelasnya.

Tetapi kata Iman untuk meyakinkan kualitas cairan ini kami kirim ke LIPI Subang. "Kita kirim (sample cairan asap) ke LIPI untuk mengetahui apakah aman untuk tanaman atau tidak. Hasilnya kami sedang tunggu," katanya lagi.

Cairan yang dihasilkan dari asap bakaran sampah selain untuk pengusir hama juga bisa menetralkan bau tidak sedap. "Baik dari sampah maupun yang dari got," ujarnya.

Dari satu kubik sampah organik bisa menghasilkan satu setengah liter cairan pengusir hama.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bank DKI dukung layanan digital Petrokimia Gresik
Jumat, 27 November 2020 - 16:37 WIB
Tingkatkan sinergi dan kolaborasi dalam pemanfaatan layanan digital, Bank DKI dan Petrokimia Gresik ...
Persiapan 5G, Kominfo buka lelang frekuensi 2,3GHz
Sabtu, 21 November 2020 - 17:25 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka lelang untuk penggunaan frekuensi 2,3GHz untuk keperl...
Masker kain terbukti efektif cegah penyebaran virus corona
Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:27 WIB
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Cambridge dan Universitas Northwestern menyebutka...
Menristek tegaskan keamanan prioritas nomor satu kembangkan Vaksin Merah Putih
Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:13 WIB
Dalam upaya penanganan pandemi COVID-19, pemerintah akan melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Pres...
Pakar: Vaksin mengandung babi telah alami penyaringan miliaran kali
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 09:41 WIB
Pakar vaksinologi mengatakan, beberapa jenis atau merek vaksin dalam proses pembuatannya memang bers...
Dokter sarankan ada dua wadah khusus masker di tas
Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:35 WIB
Pakar kesehatan mengingatkan Anda tak hanya memakai masker kain tiga lapis tetapi juga menyimpannya ...
Miliki website keharusan bagi pelaku usaha di era digital
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:47 WIB
Di era digital saat ini, memiliki website bisnis dinilai merupakan sebuah keharusan bagi pelaku us...
Google rilis fitur baru untuk pemilu AS
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:38 WIB
Google mengatakan akan memperkenalkan fitur-fitur baru di mesin pencari, Maps dan asisten suara untu...
Inilah produk inovasi Kemenristek untuk testing, tracing, dan treatment COVID-19
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:49 WIB
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah melakukan ...
Luhut minta BPPT-Bio Farma segera produksi alat tes PCR-rapid
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 09:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Badan Pengkaji...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV