Komitmen Polri: Berantas habis, tidak boleh ada tempat premanisme di negeri ini
Elshinta
Kamis, 25 Juni 2020 - 07:24 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Komitmen Polri: Berantas habis, tidak boleh ada tempat premanisme di negeri ini
Prarekontruksi kasus perencanaan pembunuhan oleh kelompok John Kei terhadap Nus Kei di halaman Mako Polda Metro Jaya pada Rabu siang (24/6/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Apresiasi patut dilayangkan kepada Polri setelah berhasil menangkap para pelaku aksi brutal dan premanisme kelompok John Kei, pada Minggu (21/6) malam lalu. Hal ini tentu menjadi bukti komitmen Polri dalam membasmi aksi premanisme yang masih marak terjadi di masyarakat.

Harapannya sederhana, jangan ada lagi tempat untuk aksi premanisme di negeri ini, di bumi Indonesia. Tidak boleh ada kelompok apapun yang menebar ketakutan di masyarakat, apalagi melakukan aksi brutal, berkunjung ke rumah orang, mengacak-acak, melukai, menembak, bahkan menewaskan nyawa orang lain. Apapun alasannya, aksi premanisme harus diberantas habis. Jangan ada tempat premanisme di negeri ini.

John Kei beserta 25 anak buahnya telah ditangkap. Itulah konsekuensi logis aksi premanisme. Penyerangan dan penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang kepada orang sama sekali tidak dibenarkan. Ini negara hukum. Siapapun harus tunduk dan patuh pada hukum. Bukan bertindak seenak-enaknya. Apalagi membawa senjata tajam, senapan, hingga melukai orang lain. Sekali lagi, jangan ada tempat untuk premanisme di negeri yang berlandaskan hukum.

Jenderal Idham Azis menyatakan, Kapolri sangat tegas. “Negara tidak akan kalah dengan aksi premanisme” ucapnya dalam keterangannya, Rabu (24/6), seperti diinformasikan melalui laman resmi Polri

Hal ini menjadi komitmen Polri untuk tidak segan-segan membasmi aksi premanisme yang ada di masyarakat. Polri tidak akan memberikan ruang kepada kelompok preman yang membuat resah dan takut masyarakat.

Semua sepakat. Aksi premanisme maupun kriminal sama sekali tidak dibenarkan. Maka setiap tindakan penganiayaan, penyerangan, pengerusakan maupun penjarahan sama sekali tidak dapat. Karena aksi preman sangat melanggar hak azasi manusia, di samping mencederai morma dan kaidah sosial.

Aksi premanisme harus diberantas habis. Maka ke depan, Polri perlu melakukan patroli secara intensif untuk “menggulung” kelompok preman yang ada di masyarakat. Karena saat ini, tidak sedikit masyarakat yang merasa resah bahkan takut akibat ulah premanisme di banyak wilayah, di kampung-kampung, di kawasan pemukiman dan di jalanan. Saking takutnya, masyarakat pun terkesan “membiarkan” aksi premanisme yang terjadi di depan mata.

Bila mau jujur, masih banyak aksi premanise yang ada di masyarakat. Mulai dari meminta jatah preman, memalak, hingga meminta uang dengan cara memaksa. Aksi premanisme, dari skala kecil hingga besar, sangat bisa dideteksi di suatu wilayah. Masyarakat pun tahu realitas itu. Namun, karena rasa takut dan khawatir maka akhirmya masyarakat “berdiam diri”.

Sekali lagi, apresiasi patut diberikan kepada Polri. Atas penangkapan dan proses hukum yang ditegakkan kepada kelompok John Kei. Tapi ke depan, ada tantangan yang tidak kecil untuk Polri, untuk terus memberantas aksi premanisme dan kriminal yang terjadi di masyarakat.

Spiritnya sederhana, tidak boleh ada tempat premanisme di negeri ini. Indonesia yang aman dan damai untuk masyarakatnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK pantau pemda lewat aplikasi JAGA Bansos
Selasa, 11 Agustus 2020 - 21:11 WIB
 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) aktifkan pemantauan terhadap Pemerintah Daerah untuk menindakla...
Mulai hari ini, pelanggar ganjil genap akan langsung ditilang
Senin, 10 Agustus 2020 - 07:56 WIB
Sosialisasi sistem ganjil genap di Jakarta sudah berakhir. Mulai hari ini, Senin (10/8/2020), pengen...
Djoko Tjandra jalani isolasi mandiri setelah dipindah ke Lapas Salemba
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 14:41 WIB
Terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra saat ini menjalani isolasi mandiri selama 14 hari se...
Pembunuh dua anak kandung di Pulau Adonara terancam hukuman mati
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:12 WIB
Seorang ayah, AP, diduga pelaku pembunuh dua anak kandung, masing-masing YBO (3) dan ABD (2) di Desa...
Pengacara Anita Kolopaking ditahan di Rutan Bareskrim
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:56 WIB
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking ditahan di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Polri, Sab...
Korupsi dana desa, mantan Kades Batu Sundung dihukum 5 tahun penjara
Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:12 WIB
Mantan Kepala Desa Batu Sundung, Padang Bolak, Paluta, Mardan Goda Siregar dihukum lima tahun penjar...
Polisi limpahkan kasus ujaran kebencian terhadap Mulyadi ke kejaksaan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:25 WIB
Polda Sumatera Barat telah melimpahkan kasus dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR, Mulyadi, ...
Kasus dugaan penyebaran hoaks oleh Anji naik ke tahap penyidikan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 11:19 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya telah meningkatkan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks oleh m...
 Resmi kerjasama BI Corner, Kajari Medan: Ajang tingkatkan kemampuan jaksa
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:12 WIB
Bank Indonesia Sumatera Utara (BI Sumut) dan Kejaksaan Negeri Medan melakukan kerjasama pembuatan B...
Hari ini terakhir sosialisasi sistem ganjil genap
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:45 WIB
Sosialisasi sistem rekayasa lalu lintas ganjil genap di Jakarta memasuki hari terakhir, Rabu (5/8) h...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV