Peduli pada sesama, prajurit Kostrad ini rawat Mbah Ompong di Papua
Elshinta
Minggu, 21 Juni 2020 - 21:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Peduli pada sesama, prajurit Kostrad ini rawat Mbah Ompong di Papua
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Pengabdian anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kout Sota, sangat luar biasa. Mereka rela bahkan tak bosan merawat Nenek Sumiyati (57) yang hidup sebatang kara, selama 3 bulan sejak Februari hingga Mei 2020 di Jalur 2 B, Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua.

Nenek Sumiyati menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Pada 19 Februari 2020, dia harus kehilangan suami tercintanya, Sudono (60) yang meninggal dunia karena sakit komplikasi. Warga asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini merantau untuk mengadu nasib ke Merauke, Papua, sekitar 11 tahun lalu atau tepatnya pada 2009.
 
"Mbah Ompong panggilan akrab Nenek Sumiyati bersama almarhum masuk ke Kampung Sota sekitar tahun 2009 dan memiliki usaha warung. Namun, sejak dua tahun lalu almarhum suami dan mbah Ompong mulai sakit-sakitan," ujar Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6).
 
Dalam kondisi sakit dan tidak memiliki sanak saudara setelah sang suami meninggal membuat Nenek Sumiyati harus tinggal sebatang kara. Melihat hal itu, tetangga sekitar rumah dan personel Pos Kout Sota atas perintah Wadansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang, bersama-sama merawat, menjaga, dan memperhatikan kondisi kesehatan Mbah Ompong.
 
"Sekitar 3 bulan, sejak tanggal 20 Februari-1 Mei 2020 beberapa anggota Pos Kout turut merawat dan tinggal bersama Nenek Sumiyati yang menumpang di rumah milik orang," ungkapnya. 
 
Pratu Ali Ahmad Rifa'i dibantu 4 tim kesehatan secara bergantian menjaga dan merawat Mbah Ompong, mulai dari memandikan, menyuapi makan, menemani tinggal di rumahnya, serta mengajari Nenek Sumiyati belajar jalan secara perlahan. "Sedangkan untuk makannya, sehari-hari hanya mengandalkan dari uluran tangan tetangga sekitar rumah," ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com.
 
Saat ini kondisi Nenek Sumiyati sudah berangsur membaik. Lanjut Rizky, menjelang purnatugas personel Pos Kout Sota dengan berat hati harus berpisah dan tidak bisa turut serta ikut merawat sang nenek lagi. Namun, tanggung jawab mengurus Mbah Ompong tetap dilanjutkan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sota Bripka Ibnu Abbas dan warga Jalur 2 B Kampung Sota.
 
"Meski warga yang merawatnya pun tidak hidup berlebih, setidaknya Nenek Ompong dikelilingi banyak orang yang peduli dan menemaninya di usia senja," tutur Abituren Akmil tahun 2003 tersebut.
 
Keadaan Nenek Sumiyati pun kini sudah dilaporkan kepada Dinas Sosial Merauke. Rencana ke depannya Bripka Ibnu Abbas bersama warga membantu mengantarkannya untuk bisa pulang ke kampung halaman di Kediri.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Habib Syech: Islam itu sejuk, bukan membuat keributan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:45 WIB
Tokoh agama Kota Surakarta Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf menegaskan Islam itu selalu membuat k...
Menag kecam intoleransi di Solo, minta jajarannya intensifkan dialog
Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:48 WIB
Kasus kekerasan dan intoleransi kembali terjadi di Indonesia. Pada Sabtu (8/8) malam, ratusan warga ...
 Diwarnai protokol kesehatan, Jamasan Keris Kiai Cinthaka Sunan Kudus digelar
Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:11 WIB
Prosesi penjamasan mencuci (pusaka) berupa keris Kiai Cinthaka Sunan Kudus yang berumur ratusan tahu...
Raja Galuh sesalkan pernyataan Menteri PMK
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:26 WIB
Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menyesalkan pernyata...
Tekad MS Kalang Juang revitalisasi seni Sunda yang punah
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:28 WIB
Hilangnya beberapa seni tradisonal Sunda mengundang keprihatian pelaku seni. Diantaranya Seni Pertun...
Protokol kesehatan diharapkan cepat berubah dari kebiasaan jadi kebudayaan
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:13 WIB
Pandemi COVID-19 menuntut masyarakat untuk menciptakan kebiasaan baru di tengah kehidupan. Kebiasaan...
Presiden salat Idul Adha di halaman Wisma Bayurini
Jumat, 31 Juli 2020 - 08:56 WIB
Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Jokowi, dan putra bungsu mereka, Kaesang Pangarep, melaksana...
MUI: Pelaksanaan salat id harus pertimbangkan kondisi faktual
Kamis, 30 Juli 2020 - 08:55 WIB
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pelaksanaan S...
Ingat protokol kesehatan, masyarakat diimbau tidak takbir keliling
Kamis, 30 Juli 2020 - 08:01 WIB
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada malam Hari Raya Idul Adha...
Masyarakat diimbau Salat Idul Adha di rumah, terutama yang di zona merah COVID-19
Kamis, 30 Juli 2020 - 07:49 WIB
Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan Salat Idul Adha tahun ini di rumah d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)