Sri Mulyani ibaratkan seperti sulap saat tangani dampak COVID-19
Elshinta
Sabtu, 20 Juni 2020 - 09:29 WIB |
Sri Mulyani ibaratkan seperti sulap saat tangani dampak COVID-19
Sumber foto: https://s.id/km8iv

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengibaratkan seperti melakukan sulap ketika membuat kebijakan penanganan dampak pandemi COVID-19 yang memberikan pengaruh terhadap semua sektor baik kesehatan, sosial, ekonomi dan keuangan.

“Ini cara berpikir kalau istilahnya juggling (sulap) dalam bahasa Inggris atau kita harus menangani berbagai hal dalam satu waktu yang sama,” katanya ketika berbicara dalam Townhall Meeting Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (19/6).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan sebagai pengelola keuangan negara, jajaran Kementerian Keuangan harus merespons cepat dampak virus corona. Salah satunya ketika mengubah instrumen keuangan akibat COVID-19 yang dilakukan dalam hitungan minggu.

Biasanya, lanjut dia, APBN disusun dalam kurun waktu yang panjang delapan hingga sembilan bulan mulai presentasi di kabinet, konsultasi ke daerah, beberapa kali pembahasan di DPR kemudian Presiden menyampaikan nota keuangan hingga APBN menjadi undang-undang.

Belum lagi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang di satu sisi untuk menekan penyebaran COVID-19 namun di sisi lain memberikan dampak kepada kehidupan masyarakat yang juga harus cepat ditangani.

Sri Mulyani menyebut wabah corona ini sebagai badai yang sempurna mengancam kehidupan dan nyawa manusia dan mengganggu perekonomian seluruh negara di dunia. “Semuanya diformulasikan dalam waktu yang luar biasa sangat singkat dalam situasi kedaruratan dan kegentingan karena yang terancam adalah nyawa manusia,” katanya yang disiarkan dalam kanal Youtube Kemenkeu.

Perekonomian Indonesia, lanjut dia, pada triwulan pertama tahun ini meski tumbuh positif 2,97 persen namun angka itu merosot drastis dari rata-rata kisaran lima persen. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua tahun ini pun, lanjut dia, diproyeksikan negatif hingga minus 3,8 persen akibat dampak wabah virus corona jenis baru.

Pada saat yang bersamaan, Kemenkeu juga harus cepat mencermati dinamika dalam penganggaran, salah satunya melalui dua kali revisi APBN dengan defisit yang bertambah menjadi 6,34 persen sehingga membuat sibuk "dapur" pengelola uang negara ini.

Ia juga berpesan kepada para pegawai di Kementerian Keuangan menjadikan tantangan tersebut sebagai kesempatan yang bersejarah dalam merespons kebijakan saat menghadapi keadaan darurat seperti pandemi virus corona ini. “Jadi dapur kita begitu sangat sibuknya. Saya ingin seluruh jajaran Kementerian Keuangan bisa melihat, merasakan koneksi terhadap degup yang luar biasa ini,” katanya, demikian Antara. (Ank) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR: Merger BUMN Penerbangan-Pariwisata harus perbaiki kinerja
Minggu, 09 Agustus 2020 - 16:42 WIB
Anggota Komisi VI DPR Amin Ak mengingatkan bahwa rencana penggabungan antara BUMN Penerbangan dan BU...
IJB-Net siap tingkatkan kolaborasi bisnis Indonesia-Jepang
Minggu, 09 Agustus 2020 - 14:38 WIB
Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net), yang memasuki usianya kedua tahun, siap meningkatkan kol...
Sei Bingai penopang ketersediaan pangan di Langkat
Minggu, 09 Agustus 2020 - 10:39 WIB
Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menjadi penopang kuat bagi ketersediaan pangan di Langkat, ...
Jokowi: Beli produk lokal, tingkatkan pendapatan petani nelayan UMKM
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:45 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk membeli produk pertanian, perikanan, dan ser...
Wall Street bervariasi, Indeks Nasdaq ditutup jatuh 97,09 poin
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:12 WIB
Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Nasdaq terkoreksi setel...
Sumbang ekspor US$7 Miliar, Kemenperin genjot peran industri smelter nikel
Jumat, 07 Agustus 2020 - 21:57 WIB
Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri. Kebijakan hi...
Desa Digital Subang bisa dijadikan halaman depan Indonesia
Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:37 WIB
Keberhasilan beroperasinya Desa Digital di Subang, Jawa Barat, menarik perhatian Kementerian Desa, P...
Percepat pemulihan ekonomi, pelaku usaha kecil diberi pelatihan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:26 WIB
Sebanyak 280 pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Kabupaten Magelang, mendapat pelatihan dari Ke...
Menristek: Peningkatan daya beli penting jaga kelangsungan UMKM
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:10 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS B...
Rupiah akhir pekan diprediksi menguat, antisipasi rilis cadangan devisa
Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:31 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (7/8) akhir pekan ini, dip...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV