Bagaimana menghadapi anak berkemauan keras?
Elshinta
Selasa, 16 Juni 2020 - 09:47 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Bagaimana menghadapi anak berkemauan keras?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ADPjzz

Elshinta.com - Memang tak mudah memiliki anak-anak berkemauan keras yang hanya mau melakukan apa yang ia inginkan, tidak mau diatur, sering mengabaikan perkataan orang tua, dan terkesan tidak peduli.  Anak yang berkemauan keras bukanlah anak yang bandel. Mereka hanya harus dididik dengan cara yang berbeda.
 
Dengan perlakuan yang tepat, anak dengan karakter strongwilled child dapat mengontrol dan melatih kemampuan kerasnya untuk menjadi sosok yang berintegritas, optimis, bersemangat, berani, mandiri, berjiwa pemimpin, dan menghargai orang lain. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini bagaimana cara menghadapi anak berkemauan keras:

Jangan memaksakan kehendak
Jika anak tidak mau mengikuti nasihat, tak perlu memaksa mereka untuk melakukan hal tersebut. Pemaksaan hanya akan menimbulkan perdebatan. Sistem komunikasi seperti ini tidak baik.

Maka dari itu, lebih baik mengalah dengan tidak memaksa anak melakukan sesuatu. Biasakan untuk memberi pilihan. Jika orangtua menawarkan pilihan, anak akan merasa diberi kebebasan menentukan sendiri.
 
Empati 

Saat anak berkemauan keras mengutarakan keinginannya, ia akan berusaha sekuat mungkin mewujudkannya. Daripada menentangnya, lebih baik memberikan empati padanya dan pahami perasaannya. 

Jangan menuntut
Anak berkemauan keras ingin memiliki penguasaan terhadap dirinya sendiri. Untuk itu, biarkan mereka mengambil alih kegiatannya sendiri sesuai keinginannya. Hindari terlalu banyak menyuruh dan menuntut. Tetapi, tetap berikan peringatan dan berikan arahan yang jelas.

Belajar sendiri
Akan sulit memberi tahu anak-anak berkemauan keras tentang suatu hal. Cara terbaik untuk memberitahu mereka adalah dengan membiarkan mereka mengalaminya sendiri. 

Anak-anak berkemauan keras adalah seorang pembelajar dari pengalaman. Mereka tidak akan percaya jika hanya diberi tahu saja. Hal ini memang sering menguji kesabaran orangtua, tetapi cobalah memahami bahwa begitulah ia belajar.

Dengarkan
Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah mereka merasa selalu tahu yang terbaik. Bagi anak-anak berkemauan keras, tidak ada yang lebih tahu mereka dibandingkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, dengarkan pendapatnya sehingga bisa memahami keinginan dan alasannya.
 Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3fpMhxy

Tidak membantu
Tak jarang orangtua menjadi geregetan dan tidak sabar ketika melihat anak tak segera menyelesaikan sesuatu. Namun orangtua harus bisa tahan diri untuk tidak mengomel atau terlalu cepat menawarkan bantuan. Anak-anak berkemauan keras lebih suka bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan suka mengerjakan semuanya sendiri.  

Terapkan aturan
Rutinitas dan aturan akan membuat mereka tertib. Bila tidak ada aturan, mereka akan bertindak sewenang-wenang dan sesuka hatinya. Orangtua bisa membuat aturan seperti jam berapa lampu harus dimatikan daripada memaksa anak untuk segera tidur. Biasanya anak-anak berkemauan keras adalah anak-anak yang bertanggung jawab.
 
Jangan marah

Saat marah, sebaiknya orangtua segera menarik diri untuk menghindar darinya hingga kemarahan reda. Kemarahan dan reaksi yang keras hanya akan menciptakan dorongan balik di mana ia juga akan menjadi keras. Hindarilah berupaya membuat orang tua terlihat “menang”. Beri waktu pada anak untuk memahami.
 
Ganti perintah dengan pilihan
Jelas sekali bahwa anak berkemampuan keras sangat tidak suka dengan perintah. Ketika mendapat perintah, sudah pasti mereka akan menolak. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberinya pilihan dan jelaskan konseskuensinya atas segala pilihan yang mereka pilih.

Jangan beri hukuman fisik
Hukuman hanya akan meningkatkan resistensi karena mereka adalah anak yang tidak bisa diancam. Semakin dihukum anak, hubungan orangtua dan anak semakin rusak. Untuk mendisiplinkan mereka, caranya melalui kedekatan. Bangun hubungan yang penuh dengan dukungan pada mereka.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Stimulasi kunci anak `down syndrome` berkembang dengan baik
Sabtu, 20 Maret 2021 - 19:38 WIB
Ahli sitogenetika Dr. dr. Lydia Pratanu, MS menyatakan bahwa stimulasi menjadi kunci untuk pertumb...
NIPT cara baru cek kelainan kromosom pada usia awal kehamilan
Sabtu, 20 Maret 2021 - 17:14 WIB
Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) yang sekarang sudah berkembang bisa menjadi cara baru untuk menge...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV