Korut: AS tak punya kedudukan untuk komentari masalah antar-Korea
Elshinta
Kamis, 11 Juni 2020 - 11:26 WIB |
Korut: AS tak punya kedudukan untuk komentari masalah antar-Korea
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sesaat setelah pertemuan di zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019). Foto: Antara

Elshinta.com - Korea Utara pada Kamis (11/6) menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki posisi untuk mengomentari masalah antar-Korea dan mengatakan Washington sebaiknya tetap diam jika pihaknya menginginkan sebuah pilpres berjalan mulus, menurut Kantor Berita KCNA.

Pernyataan itu muncul setelah Departemen Luar Negeri AS mengaku kecewa pada Korea Utara lantaran menghentikan jalur komunikasi dengan Korea Selatan pada Selasa.

"Saya muak dengan sikap mendua  AS yang ingin sekali menghentikan hubungan antar-Korea begitu hubungan tersebut menunjukkan kemajuan, tetapi berlagak ketika hubungan tersebut memburuk," kata Kwon Jong Gun, dirjen urusan AS di Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui pernyataan.

"Ini tidak saja demi kepentingan AS, namun juga menguntungkan untuk pemilihan presiden yang sukses ke depannya," kata Kwon, memberitahu AS "untuk menutup mulut" jika tidak ingin mengalami "sesuatu yang mengerikan."

Korea Utara pada Selasa mengatakan pihaknya akan memutus jalur komunikasi dengan Korea Selatan sebagai langkah awal menutup semua kontak setelah berhari-hari mengecam Korea Selatan karena membiarkan para pembelot mengirim selebaran dan material lainnya ke Korut.

Pada Rabu Korea Selatan mengaku akan menempuh jalur hukum terhadap dua organisasi yang melalukan penyebaran selebaran itu, demikian Antara.  (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Episentrum COVID-19 Australia tunda pelonggaran `lockdown`
Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:54 WIB
Negara bagian Victoria, yang menjadi episentrum penyebaran COVID-19 Australia, menunda pengumuman ya...
Riset: ekonomi dunia terkontraksi 4,4 persen, Tiongkok tumbuh 2,3 persen
Jumat, 09 Oktober 2020 - 11:48 WIB
Lembaga riset Eropa memprediksi perekonomian global pada 2020 akan terkontraksi sebesar 4,4 persen ...
Saham Hong Kong `rebound`, indeks HSI dibuka 0,62 persen lebih tinggi
Jumat, 09 Oktober 2020 - 11:37 WIB
Saham-saham Hong Kong dibuka menguat pada Jumat (9/10) pagi.
20 Kasus baru COVID-19 terdeteksi di China
Senin, 05 Oktober 2020 - 10:37 WIB
Sebanyak 20 kasus baru COVID-19 terdeteksi di daratan China pada Minggu (4/10), naik dari 16 kasus y...
Merkel sebut Jerman akan perketat pembatasan COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 14:11 WIB
Jerman akan membatasi jumlah pertemuan dan mendenda orang-orang yang melanggar aturan pelacakan dala...
Tiongkok temukan 25 kasus baru COVID-19
Jumat, 04 September 2020 - 09:15 WIB
Tiongkok menemukan 25 kasus baru COVID-19 pada Kamis (3/9), naik dari 11 kasus dibandingkan satu har...
103 penerbangan di Tiongkok dibatalkan akibat topan, sekolah diliburkan
Jumat, 04 September 2020 - 08:11 WIB
Sebanyak 103 jadwal penerbangan ke Bandar Udara Internasioal Taiping, Harbin, di wilayah Tiongkok ti...
Warga Korsel diimbau kerja dari rumah saat kasus COVID-19 meningkat
Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:55 WIB
Korea Selatan pada Kamis (27/8) mendesak para pelaku bisnis untuk membuat karyawan bekerja dari ruma...
Tiongkok kirim pasukan lengkap ke LCS, Selat Taiwan
Jumat, 21 Agustus 2020 - 10:39 WIB
Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) mengirimkan pasukan lengkap ke dua wilayah perairan sekalig...
Satu polisi tewas, 142 orang terluka dalam aksi protes Lebanon
Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:56 WIB
Satu polisi tewas dan 142 orang lainnya terluka akibat bentrokan selama aksi protes di Beirut pada S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV