Ajarkan tata krama pada anak sejak dini untuk membentuk kepribadian yang positif
Elshinta
Selasa, 09 Juni 2020 - 11:26 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Ajarkan tata krama pada anak sejak dini untuk membentuk kepribadian yang positif
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MTAz2d

Elshinta.com - Ketika anak mulai masuk pra sekolah dan mulai bermain dengan teman, tata krama mulai menjadi penting. Anak yang tidak belajar rasa hormat, tata krama yang baik, dan bagaimana berperilaku terhadap orang lain, akan berisiko dihindari teman-temannya, dikucilkan selama masa sekolah, dan memiliki masalah dalam situasi sosial sebagai orang dewasa.

Mengajarkan tata krama kepada anak tidaklah mudah. Secara keseluruhan, mengajarkan tata krama adalah tentang menanamkan kebiasaan baik dalam berbagai situasi. Dihimpun dari berbagai sumber,berikut cara yang bisa dilakukan :

Mulailah dari paling dasar
Dalam mengajarkan cara bertata krama pada anak, orangtua harus memulai dari hal-hal yang mendasar seperti mengatakan “tolong” ketika meminta bantuan untuk diambilkan sesuatu atau mengucapkan “terima kasih” ketika ada orang yang membantunya.

Teruslah mengulangi hal tersebut. Ketiga kata tersebut adalah ungkapan yang menunjukan penghormatan, apresiasi, sekaligus pertimbangan akan perasaan, dan usaha orang lain.

Tidak menyela percakapan
Anak usia 10 tahun semestinya sudah memiliki kesadaran kalau menyela pembicaraan orang lain, terutama orang dewasa, adalah perilaku yang tidak sopan.

Saat ingin menyampaikan sesuatu, ajari anak untuk menunggu sampai percakapan selesai atau terlebih dahulu mengucapkan “maaf” jika memang harus menyela untuk sesuatu yang sangat penting.

Menyapa 
Tata krama pada anak lain yang terlihat sepele tapi penting untuk dilakukan adalah membiasakan anak keluar dari kamar untuk menyapa dan memperkenalkan diri pada tamu yang datang ke rumah. Demikian juga ketika tamu akan meninggalkan rumah, anak juga sebaiknya mengucapkan selamat tinggal dan mengantarkan sampai pintu sebagai tanda penghargaan dan kesopanan.

Tidak mengomentari fisik seseorang
Ajarkan anak untuk berhati-hati terhadap ucapan dan tindakan yang dapat memengaruhi perasaan orang lain, termasuk jika ia melontarkan komentar negatif tentang kondisi atau penampilan fisik seseorang.

Tata krama yang baik adalah menyimpan komentar tentang fisik seseorang untuk diri sendiri, serta tidak menilai seseorang hanya dari penampilan fisiknya saja.

Minta izin dulu
Bagian dari sopan santun adalah anak-anak harus bertanya atau meminta izin sebelum mengambil sesuatu yang bukan milik mereka, bahkan termasuk barang milik orangtuanya. Kebiasaan ini harus diajarkan sejak kecil, agar anak menjadi terbiasa.

Mengetuk pintu
Menghargai privasi orang lain dengan mengetuk pintu sebelum masuk kamar atau ruangan orang lain juga sebaiknya sudah mulai diajarkan. Di masa depan, tata krama pada anak ini sangat dibutuhkan untuk interaksi yang baik dalam lingkungan sekolah, kerja, ataupun ruang publik.

Tidak main gawai saat berkumpul
Tidak bermain gawai di waktu berkumpul atau makan bersama, baik dengan keluarga atau orang lain, adalah tata krama penting yang harus mulai dibiasakan sejak sedini mungkin.

Meski terlihat sepele tata krama ini menunjukkan kalau anak memberikan perhatian penuh dan menghargai keberadaan setiap orang yang hadir. Dengan begitu waktu berkumpul bisa digunakan secara maksimal untuk berbagi cerita, bertukar pikiran, juga mengasah kemampuan komunikasi.

Membiasakan menutup mulut saat bersin atau batuk
Selain menyebarkan virus, bersin atau batuk dapat menular ke orang lain dengan cepat melalui udara. Bersih atau batuk dengan tidak menutup hidung dan mulut merupakan tindakan kurang sopan, terlebih di depan banyak orang.

Maka biasakan anak untuk menutup hidung dan mulut dengan kedua tangannya saat mereka bersin atau batuk. Kebiasaan ini sangat berguna bagi anak-anak hingga dewasa kelak. 
 
Berbagi 
Penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak agar berbagi. Jangan pernah berpikir anak mampu mempelajarinya sendiri. Hal tersebut harus ditanamkan dan ingatkan sedini mungkin secara terus menerus.

Bila ada mainan favorit yang ingin dipinjam oleh temannya, minta anak untuk meminjamkan mainan tersebut kepada temannya. Namun apabila anak merasa mainannya terlihat dirusak, perbolehkan anak meminta mainannya kembali dengan sopan dan tanpa menimbulkan perkelahian.

Menawarkan bantuan
Tata krama pada anak ini penting untuk mulai dibiasakan sejak sedini mungkin.
Selain untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama, anak juga dilatih untuk berinisiatif, berempati, serta berpikir kritis.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2YevWot

Makan sambil duduk dengan tenang
Mengajarkan anak agar dapat duduk tenang di meja makan merupakan hal yang tidak mudah. Anak yang berusia 2 tahun senang berlari-lari naik turun tangga, memanjat-manjat kursi dan lemari, dan melemparkan mainannya.

Cobalah untuk mengajarkan si kecil duduk tenang pada saat makan di meja makan. Beritahukan alasan mengapa harus makan sambil duduk dengan tenang. Teruslah mengajarinya dan jangan menyerah. 

Mengajarkan tata krama pada anak sejak sedini penting untuk membantunya tumbuh menjadi pribadi yang mudah diterima dalam berbagai lingkungan. Ketika anak bergaul di masyarakat, tata krama tersebut yang akan menjadi pedoman kehidupannya kelak. 


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Stimulasi kunci anak `down syndrome` berkembang dengan baik
Sabtu, 20 Maret 2021 - 19:38 WIB
Ahli sitogenetika Dr. dr. Lydia Pratanu, MS menyatakan bahwa stimulasi menjadi kunci untuk pertumb...
NIPT cara baru cek kelainan kromosom pada usia awal kehamilan
Sabtu, 20 Maret 2021 - 17:14 WIB
Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) yang sekarang sudah berkembang bisa menjadi cara baru untuk menge...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV