Polresta Mataram ungkap peredaran narkoba dalam lapas
Elshinta
Selasa, 09 Juni 2020 - 09:09 WIB |
Polresta Mataram ungkap peredaran narkoba dalam lapas
Petugas kepolisian nampak sedang menggiring salah satu pelaku kasus peredaran narkoba yang ditangkap di halaman parkir depan Lapas Mataram, NTB, Senin (8/6). Sumber Foto: https://bit.ly/2MIE9Mo

Elshinta.com - Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengungkap kasus peredaran narkoba dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, yang diduga telah lama terselubung karena adanya keterlibatan petugas setempat.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto yang dikonfirmasi di Mataram, Selasa (9/6) mengatakan, bahwa kasus ini terungkap Senin (8/6) sore berdasarkan serangkaian penyelidikan tim satuan reserse narkoba. "Terungkapnya sekitar pukul 16.00 WITA, ada sejumlah pelaku yang ditangkap," kata Guntur.

Menurut informasi, ada sembilan orang yang ditangkap. Selain narapidana dan kurir narkoba dari luar lapas, satu di antaranya terdapat petugas sipir yang diduga ikut terlibat karena mencoba menggagalkan aksi kepolisian di lapangan.

Terkait dengan peran dan keterlibatan mereka, Kapolresta Mataram enggan berkomentar banyak. Namun dia meyakinkan bahwa seluruh pihak yang ditangkap masih dalam proses pemeriksaan dan kini kasusnya menjadi atensi. "Untuk peran dan keterlibatan masing-masing yang ditangkap, masih dalam pemeriksaan, begitu juga dengan yang sipir. Jadi kita tunggu hasil," ujarnya.

Dalam giat pengungkapannya, sempat terjadi ketegangan antara petugas sipir lapas dengan anggota kepolisian. Selisih paham itu terjadi sesaat setelah anggota kepolisian menggagalkan transaksi narkoba di halaman parkir, depan pintu utama Lapas Mataram.

Anggota kepolisian menciduk seorang tamping dan kurir dari luar lapas. Keduanya ditangkap dengan barang bukti poketan sabu-sabu yang ditemukan terselip dalam bungkus rokok. Aksi itu pun menjadi awal ketegangannya. Petugas sipir lapas yang berjaga di luar pintu utama, berupaya mencegah aksi kepolisian yang muncul dengan kostum penyamarannya.

Bahkan petugas lapas yang berjaga dari dalam pintu utama, menghiraukan permintaan anggota kepolisian yang ketika itu memaksa masuk untuk melakukan pengembangan kasus tangkap tangan tersebut. Terkait dengan kasus ini, Kalapas Mataram Susanni mengaku belum secara jelas mengetahui kronologis kejadian pada Senin (8/6) sore tersebut. "Waktu itu saya datangnya agak terlambat, jadi yang lebih jelasnya saya belum tahu pasti," kata Susanni.

Begitu juga dengan salah seorang anak buahnya yang ikut ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus tersebut, Sussani enggan berkomentar banyak. Namun menurut pandangannya, perilaku anak buahnya yang demikian, mencegah aksi anggota kepolisian, tidak terlepas dari menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. "Maklum yang diambilnya (ditangkap polisi) itu adalah tamping. Pastinya dia sedang mengawal tamping yang membuang sampah," ujarnya, dikutip Antara.

Lebih lanjut, Susanni menanggapi persoalan ini dengan menyatakan bahwa pihaknya akan selalu siap mendukung penuh kegiatan kepolisian, apalagi yang berkaitan dengan kasus narkoba. "Kita siap bekerjasama dengan pihak direktorat narkoba," ucapnya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Kalsel ungkap peredaran 300 Kg sabu jaringan internasional
Jumat, 07 Agustus 2020 - 16:11 WIB
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya sebagai garda te...
Polres Klaten bekuk 14 pelaku curanmor, 40 motor berhasil diamankan
Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:45 WIB
Operasi Sikat Jaran Candi yang digelar Polres Klaten, Jawa Tengah berhasil meringkus 14 pelaku dan m...
Di tengah pandemi COVID-19, Polda Kalsel berhasil ungkap narkoba jaringan internasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:47 WIB
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya sebagai garda te...
Polda Kalsel tangkap dua orang bawa ratusan kilogram sabu-sabu
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:06 WIB
Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan bersama Satuan Tugas Khusus Merah P...
Petugas gagalkan upaya penyelundupan 1,1 ton daging celeng di Lampung
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:26 WIB
Petugas gabungan yang terdiri atas petugas Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung bersama Kepolis...
Polisi ringkus 14 pelaku geng motor `Maju Kena Mundur Kena`
Kamis, 06 Agustus 2020 - 07:07 WIB
Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat meringkus 14 pelaku begal yang merangkap geng motor ber...
Polres Jayapura tangkap kurir dan pelanggan sabu
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:55 WIB
Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Jayapura, Papua menangkap tiga warga yang merupakan peng...
Poldasu bekuk pelaku pemerasan anggota DPRD lewat medsos
Rabu, 05 Agustus 2020 - 17:17 WIB
Tim Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut menangkap kelompok jaringan penipuan, pemerasan, dan pen...
Polrestro Jakarta Barat sita 75 kilogram ganja dalam dodol
Rabu, 05 Agustus 2020 - 12:54 WIB
Saturan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menyita total 75 kilogram narkoba jenis ganja yan...
Polisi gagalkan pengiriman 131 kg sabu dalam truk pengangkut batu bata
Selasa, 04 Agustus 2020 - 08:23 WIB
Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan menggagalkan pengiriman 131 kg paket sabu ke dalam truk b...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV