Pria wajib tahu, alasan mengapa sperma bisa encer
Elshinta
Senin, 08 Juni 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Pria wajib tahu, alasan mengapa sperma bisa encer
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AQRYFD

Elshinta.com - Air mani encer atau sperma encer sering kali dikaitkan dengan kondisi ketidaksuburan. Padahal, kondisi ini bukan masalah kesehatan seksual yang serius. Air mani memiliki fungsi membawa sperma keluar dari kelenjar prostat.

Biasanya, air mani memiliki bentuk yang kental dengan warna keputihan, namun beberapa kondisi dapat mengubah warna dan bentuk. Lalu mengapa sperma bisa encer? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini penyebabnya:

Oligospermia
Salah satu penyebab paling umum dari air mani atau sperma encer adalah jumlah sperma yang rendah (oligospermia). Jika jumlah sperma seseorang rendah, artinya air mani mengandung lebih sedikit sperma dari biasanya. Hitungan sperma kurang dari 15 juta sperma per mililiter pada air mani dianggap di bawah normal.

Varikokel
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum (kantung buah zakar). Ini adalah penyebab utama sperma encer dan menjadi penyebab infertilitas pria. Berkurangnya jumlah sperma yang ditandai air mani encer memang merupakan salah satu gejala paling jelas dari penyakit ini. 

Tumor
Tumor dapat terjadi di bagian tubuh manapun termasuk testis. Tumor ganas dan jinak di testis dapat memengaruhi produksi sperma.

Sering ejakulasi
Terlalu sering ejakulasi dapat menyebabkan sperma encer. Jika seorang pria ejakulasi beberapa kali dalam sehari, kualitas air mani setelah ejakulasi pertama cenderung menjadi encer.

Seorang pria yang cukup aktif secara seksual atau sering masturbasi, maka frekuensi ejakulasi berpengaruh besar pada penampilan fisik air mani. Tubuh memerlukan setidaknya beberapa jam untuk menghasilkan air mani yang normal dan sehat.

Pra-ejakulasi
Jika pria memiliki air mani atau sperma encer, penting untuk diperhatikan apakah ada warna lain atau terlihat jernih. Hal itu dikarenakan, air mani yang sangat jernih sebenarnya adalah cairan pra-ejakulasi yang dikeluarkan selama pemanasan. Cairan ini biasanya mengandung sperma dalam jumlah sedikit.

Ejakulasi terbalik
Alias retrogade ejaculation, yang mengacu pada salah satu kondisi penyebab ketidaksuburan pria. Ejakulasi terbalik bisa terjadi pada yang mengalami gangguan di prostat atau kandung kemih. Sperma yang harusnya keluar di luar, justru masuk dan bercampur dengan urine.

Ketidakseimbangan hormon
Hormon yang diproduksi di testis, kelenjar hipofisis, dan hipotalamus semuanya diperlukan untuk menghasilkan jumlah sperma yang sehat. Perubahan hormon-hormon ini dapat memengaruhi produksi sperma.

Kekurangan kadar seng 
Penyebab sperma encer berikutnya adalah akibat minimnya asupan zinc yang masuk ke tubuh. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang kekurangan zinc dan mengonsumsi suplemen zinc sulfate dapat melawan efek antibodi antisperma dengan lebih baik.

Antibodi ini diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang secara keliru merespons sperma sebagai zat asing. Karena zinc tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, maka pria harus mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zinc seperti daging, kerang, kacangan-kacangan, gandum, dan produk olahan susu.

Kekurangan fruktosa
Kekurangan fruktosa membuat cairan mani yang keluar saat penetrasi menjadi lebih bening dari sebelumnya. Kekentalan juga menurun akibat makanan yang dikonsumsi oleh pria sehari-hari.

Pria juga disarankan untuk melakukan olahraga meski tidak boleh berlebihan. Kalau olahraga yang berlebihan dilakukan, menyebabkan air mani memiliki tekstur terlalu cair dan berwarna jernih.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3cCDJ4E

Pada dasarnya, air mani yang encer dapat terjadi karena jumlah sperma yang rendah, faktor gaya hidup, dan defisiensi nutrisi. Penting untuk diketahui, perubahan warna air mani atau tingkat kekentalannya tidak selalu menjadi alasan untuk khawatir, tetapi harus menemui dokter jika perubahan bertahan lebih dari seminggu atau jika memiliki gejala lain seperti nyeri, bengkak, demam, atau darah dalam urine.


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bagaimana mengenali tanda saat pria sedang cemburu?
Jumat, 07 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Berbeda dengan wanita yang sering secara gamblang menunjukkan perasaannya, pria justru jarang menunj...
Jelang H-4, jumlah relawan vaksin Covid-19 masih kurang
Jumat, 07 Agustus 2020 - 21:36 WIB
Jelang empat hari pengujian vaksin virus corona, angka jumlah relawan baru mencapai 800 orang lebih.
Dokter tegaskan jaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, ini penjelasannya
Jumat, 07 Agustus 2020 - 12:48 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Purwokerto, d...
Pengaruh usia pada kesuburan pria dan dampaknya
Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Bagi perempuan, usia memang sangat memengaruhi kesuburan. Ternyata, hal ini tidak dialami perempuan ...
Angka kematian pasien Covid-19 Kota Malang lebih tinggi dari Nasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:58 WIB
Angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang lebih tinggi dari angka kematian nasional.
Dua karyawan positif Covid-19, AEON Mall Tangerang tutup sementara
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:25 WIB
Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten menutup operasional sementara AEON Mall, Pagedangan, Tangeran...
Miliki alat PCR, RS Bhayangkara TK.III Banjarmasin siap tangani Covid-19 di Kalsel
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:11 WIB
Agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Mohamad Agung Budijo...
Guru Besar UGM: Penemuan obat COVID-19 tidak mudah
Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:37 WIB
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati menyampaikan bahwa ...
Apa sumber utama stres dalam sebuah pernikahan?
Rabu, 05 Agustus 2020 - 23:15 WIB
Berbagi hidup dengan orang lain memang tak selalu mudah sehingga dibutuhkan kesabaran dan sikap sali...
Kasus positif COVID-19 Jakarta bertambah 357
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta pada Rabu mencapai 23.266 kasus atau mengalami peningkatan 357...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV