Ulama Banten tolak pembangunan Landmark Pandeglang senilai Rp3,8 Miliar
Elshinta
Jumat, 05 Juni 2020 - 16:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Ulama Banten tolak pembangunan Landmark Pandeglang senilai Rp3,8 Miliar
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pandeglang, Banten, berencana membangun landmark senilai Rp 3,8 miliar di Kampung Baru, Desa Kadu Engang, Kecamatan Cadasari yang terletak di lahan Perhutani di lereng Gunung Karang. Rencana pembangunan mercu atau ikon Kota Pandeglang itu diprotes ulama Banten.

Seperti diketahui, peletakan batu pertama proyek pembangunan landmark Pandeglang itu sudah dilakukan pada 14 Oktober 2019 silam yang dihadiri Bupati Pandeglang Irna Nurlita. Proyek itu akan memangkas lahan milik Perhutani di lereng Gunung Karang seluas 3.000 meter persegi. Landmark itu akan dibangun dengan panjang 150 meter, lebar 20 meter dan tinggi 20 meter.

Pemda Pandeglang berharap dengan pembangunan ini akan menjadi wisata kuliner, tempat singgah dan rekreasi. Namun di sisi lain, lahan itu sudah lama dimanfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam sebagai mata pencaharian. 

Rencana pembangunan ini pun sempat mendapat protes, karena wilayah hutan Gunung Karang dianggap sakral oleh masyarakat Pandeglang. Kini, sejumlah ulama di Banten pun menyuarakan penolakan serupa. Mereka meminta agar Bupati Pandeglang Irna Nurlita untuk segera menyetop rencana itu, karena dianggap akan merusak lingkungan dan munculnya praktik maksiat di tempat itu.

"Assalamualaikum... Yang terhormat Bupati Pandeglang, punten (maaf), peringatan kangge (buat) pemerintah Pandeglang, khususnya Perhutani. Mohon distop Landmark Pandeglang dan Villa Biru sebelum azab Allah SWT turun ke Pandeglang," kata KH Muhamamd Murtdho Dimyati pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten dalam pesan singkatnya yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (5/6). 

Menurut ulama kharismatik Banten ini, seharusnya Pemda Pandeglang mau belajar dari kasus Pemda Lebak yang juga berencana membangun hal serupa bagi kotanya itu. Hingga kini rencana pembangunan di Lebak tinggal kenangan saja. "Tak akan mampu membangun selama lima hingga 10 tahun," kata Abuya Murtadho yang juga putra kedua almarhum KH Muhammad Dimyati (Abuya Dimyati Cidahu) itu. 

Jika Pemkab Pandeglang ingin meningkatan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), lanjut Abuya Murtadho, seharusnya mengembangkan agro bisnis di lahan itu yang akan lebih bermanfaat bagi masyarakat setempat. "Tingkatkan APBD Pandeglang dengan Agro Bisnis sesuai dengan lahan yang pasti barokah. Jangan menambah APBD dari sarang maksiat. Ingat, pertanggungjawaban Ibu Irna dan SKPD Pandeglang nanti di Mahkamah Tertinggi, Robbul Jalil nantinya," pintanya. 

Gunung Karang setinggi 1.778 meter di atas permukaan laut ini merupakan gunung tertinggi di Banten. Di puncak gunung terdapat Sumur Tujuh juga makam kramat yang menjadi lokasi wisata ziarah yang favorit di Banten. Tak hanya itu, di lereng gunung ini pun banyak terdapat situs peninggalan prasejarah di Kampung Pasir Peutey.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Covid-19 pengaruhi ketersediaan hewan kurban
Selasa, 07 Juli 2020 - 21:46 WIB
Situasi pendemi Covid-19 berpengaruh juga kepada perniagaan hewan qurban tahun 2020. Stok hewan qurb...
Pemkot Magelang luncurkan aplikasi permudah urus pemakaman
Selasa, 07 Juli 2020 - 21:35 WIB
Pemkot Magelang, Jawa Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meluncurkan fasilitas Simpel (sist...
Menag sebut 955 setoran calon jemaah haji telah dikembalikan
Selasa, 07 Juli 2020 - 21:27 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan telah ada 1.030 calon jemaah Haji yang mengajukan pengembalia...
UM terima 10 tempat cuci tangan dan 200 sembako 
Selasa, 07 Juli 2020 - 19:57 WIB
Universitas Negeri Malang (UM) kembali menerima bantuan di tengah pandemi COVID-19, sedikitnya 10 bu...
 Kapolres Majalengka dampingi tim Mabes dan Polda Jabar cek kesiapan desa tangguh
Selasa, 07 Juli 2020 - 19:36 WIB
Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mendampingi Tim Baharkam Mabes Polri dan Polda Jabar me...
Struktur bangunan kuno ditemukan warga di lokasi penggalian kolam pancing Kediri
Selasa, 07 Juli 2020 - 19:11 WIB
Sebuah struktur bangunan kuno yang diyakini peninggalan zaman kerajaan ditemukan di Dusun Kebonagung...
Di Cirebon, Menteri Edhy janji benahi produksi garam rakyat
Selasa, 07 Juli 2020 - 18:47 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjanji melakukan pembenahan terhadap produksi garam ra...
DPRD minta pemerintah buka sekolah dengan terapkan protokol kesehatan
Selasa, 07 Juli 2020 - 18:37 WIB
Selain tempat wisata dan perbelanjaan dibuka di Kabupaten Tangerang, DPRD Kabupaten Tangerang juga m...
Luhut minta BPOM sederhanakan proses pencantuman logo produk Indonesia
Selasa, 07 Juli 2020 - 17:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Badan Pengawasa...
Wujudkan stabilitas Kamtibmas, Kapolda Kalsel tingkatkan komunikasi antar Forkopimda
Selasa, 07 Juli 2020 - 16:59 WIB
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV