Praktik pijat plus Gay di Medan dibongkar Polda Sumut
Elshinta
Kamis, 04 Juni 2020 - 15:57 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Praktik pijat plus Gay di Medan dibongkar Polda Sumut
Sumber Foto: Diurnawan/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil membongkar pijat plus-plus khusus Gay (homo seksual) Komplek Setia Budi II di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (31/5) lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar dalam pemaparannya menyebutkan, dalam penggerebekan praktik pijat plus khusus Gay, pihaknya mengamankan 11 orang beserta sejumlah barang bukti, antara lain handphone, uang, dan alat kontrasepsi. ”11 orang yang diamankan semuanya laki-laki. Dimana satu orang berinisial A adalah sebagai perekrut dan yang menyediakan tempat. Sedangkan lainnya adalah terapis,” jelasnya saat konferensi persnya di Mapolda Sumut, Kamis (4/6) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan.

Menurutnya, praktik pijat ini terkesan aneh. Sebab yang terapi adalah lelaki, kemudian yang menyiapkan juga laki-laki, bahkan dari hasil penyelidikan klien atau pasiennya juga semuanya laki-laki. “Maka menjadi aneh kalau ada kondom dan alat kontrasepsi yang ditemukan di TKP. Untuk alat kontrasepsi yang diamankan, yang dibawa ke Polda Sumut adalah yang utuh, sementara yang sudah dipakai diamankan personel sudah dibuang,” jelasnya.

Irwan menegaskan, kegiatan seperti ini sifatnya tertutup dan terbatas. Ia menyebutkan, tentunya para pelaku sudah mempunyai jaringan atau sel-sel komunikasi yang bisa mempertemukan antara mereka dengan para pengguna. “Itu yang kami dalami, ada alat grup yang mereka gunakan. Dari hasil pemeriksaan kepada pelaku, praktik ini kurang lebih dua tahun sudah berjalan,” terangnya.

Khusus untuk tersangka A, kata Irwan Anwar, pihaknya akan mempersangkakan dengan UU No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang. Dalam pasal ini disebutkan, bahwa untuk merekrut menampung dan menerima orang untuk tujuan eksploitasi, atau pemanfaatan fisik dan seksual, dipidana seringan-ringannya tiga tahun, dan selama-lamanya 15 tahun, dengan denda paling sedikit Rp120 juta dan maksimal Rp600 juta. “Selain itu bisa dijerat dengan pasal 296 KUHP yaitu menyebabkan atau memudahkan terjadinya perbuatan cabul,” tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polsek Padang Tualang amankan pemilik sabu
Senin, 06 Juli 2020 - 16:45 WIB
Polsek Padang Tualang Polres Langkat, Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus narkotika dengan meng...
Miliki sabu 3,99 gram, IRT di Langkat ditangkap polisi
Senin, 06 Juli 2020 - 16:39 WIB
Polsek Pangkalan Brandan, Polres Langkat, Sumatera Utara, berhasil mengamankan seorang ibu rumah tan...
Polisi tangkap dua pelaku skimming di Badung-Bali
Minggu, 05 Juli 2020 - 18:39 WIB
Personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali menangkap dua pelaku skimming bernama Dogan Kim...
Densus 88 tangkap perempuan terduga teroris di Semarang
Minggu, 05 Juli 2020 - 18:15 WIB
Seorang perempuan terduga teroris diamankan Densus 88 Antiteror di sebuah rumah di kampung Purwosari...
Polres Hulu Sungai Tengah ungkap kasus narkotika
Sabtu, 04 Juli 2020 - 11:41 WIB
Satresnarkoba Polres Hulu Sungai Tengah yang langsung dipimpin Kasat Res Narkoba Iptu Lamris Manurun...
Curi motor, pasutri dibekuk Polres Klaten
Jumat, 03 Juli 2020 - 17:47 WIB
Warga Kecamatan Delanggu berinisial F (35) dan warga Kecamatan Ceper, P (24) yang merupakan pasangan...
15 orang diamankan dalam OTT terkait Bupati Kutai Timur
Jumat, 03 Juli 2020 - 11:18 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 15 orang dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan...
Bupati Kutai Timur terjaring OTT bersama istri dan kepala Bappeda
Jumat, 03 Juli 2020 - 09:09 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengatakan bahwa Bupati Kutai Timur,...
OTT, KPK tangkap Bupati Kutai Timur
Jumat, 03 Juli 2020 - 07:20 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Ismunandar melalu...
Polisi tangkap pemasok sabu anak pejabat Pemkab Karawang
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:46 WIB
Satuan Narkoba Polres Karawang, Jawa Barat berhasil mengamankan seorang bandar narkoba berinisial P....
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV