Bagaimana mengajari anak agar menghargai diri sendiri?
Elshinta
Kamis, 04 Juni 2020 - 09:28 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Bagaimana mengajari anak agar menghargai diri sendiri?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Y2xH82

Elshinta.com - Mengajarkan anak agar bisa menghargai dirinya sendiri agaknya menjadi  tanggung jawab yang besar bagi orangtua. Karena sikap tersebut juga menjadi sesuatu yang penting di saat mereka mulai melakukan hal-hal baru tanpa bantuan orang lain. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu anak menghargai dirinya:

Berikan empati
Anak biasanya akan merasa frustrasi bila tidak mampu melakukan hal yang bisa dilakukan temannya. Oleh karenanya sebagai orangtua, tunjukkan rasa empati dan tekankan salah satu kekuatan yang dimiliki anak. Sehinga anak akan menyadari bahwa tidak perlu menjadi sempurna untuk merasa baik tentang dirinya.

Berikan cinta 
Katakan pada anak bahwa orangtua mencintai mereka dengan kelebihan dan kekurangannya. Berikan pula banyak pelukan, ciuman, dan belaian lembut.Saat harus mengoreksi kesalahan anak, perjelas bahwa yang bermasalah adalah perilakunya, bukan dirinya.

 Anak menjadi paling diuntungkan ketika orangtua bisa menerima dia apa adanya tanpa melihat kekuatan, kesulitan, perangai, ataupun kemampuan yang dimilikinya. 

Mendengarkan 
Jika anak berusaha untuk memberitahu sesuatu, berhentilah sejenak dan dengarkan apa yang ia katakan. Anak perlu menyadari bahwa pemikiran dan perasaannya dihargai. Bantu anak merasa nyaman saat membicarakannya.

Dengan menerima emosi yang ia rasakan, orangtua akan memahami perasaan mereka dan menunjukkan bahwa orangtua menghargai apa yang anak katakan. 

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/306ekxN

Berikan perhatian
Habiskan waktu bersama anak dengan memberikan perhatian yang tak terbagi. Ini akan membuat anak menghargai dirinya karena orangtua menganggap penting dan berharga.

Tanamkan keberanian 
Motivasi anak untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru walau ada kemungkinan anak mengalami kegagalan. Tapi kesempatan untuk berhasil menjadi kecil jika tidak ada risiko yang harus diambil. Jadi biarkan anak bereksperimen dengan aman dan orang tua tidak perlu campur tangan.

Tidak apa sesekali berbuat salah 
Berikan dorongan pada anak untuk berpikir tentang apa yang seharusnya ia lakukan di lain waktu agar kesalahannya tersebut tidak terulang kembali.

Dengan begitu, penghargaan terhadap dirinya tidak akan menurun dan ia akan memahami bahwa tidak apa sesekali berbuat kesalahan. Menyadari dan memperbaiki kesalahan membuat anak menjadi lebih mudah menerima kekurangan dirinya sendiri.

Buat aturan
Tetapkan peraturan-peraturan yang masuk akal bagi anak. Mengetahui peraturan yang berlaku di keluarga membuat ia merasa terlindungi. Tapi diperlukan pengulangan yang konstan hingga anak dapat mulai menjalaninya sesuai ekspektasi. Orangtua harus bersikap jelas dan konsisten.

Jangan membandingkan
Meskipun perbandingan yang positif tetap berpotensi merusak karena seorang anak dapat mengalami kesulitan untuk menjalani hidupnya dengan citra semacam ini.

Anak bisa merasa buruk tentang dirinya. Anak akan lebih mungkin untuk menghargai dirinya sendiri jika orangtua menghargai karena kelebihan yang dimilikinya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MpumKP

Selalu mendukung
Dukungan berarti menyadari kemajuan yang dicapai dan bukan hanya menghargai sebuah prestasi. Jangan mendukung dengan memberi anak banyak pujian karena akan mengakibatkan  tekanan untuk tampil baik menurut pandangan orang lain.

Jadi bagikan pujian dengan bijaksana dan berikan dukungan dengan murah hati. Melakukan keduanya akan membantu anak tumbuh dengan perasaan positif terhadap dirinya.

Rasa hormat
Jika anak mempelajari bahwa apa yang mereka pikirkan, rasakan dan kerjakan adalah penting, maka akan memupuk rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain. Menerima hak anak untuk memiliki perasaan dapat membantunya untuk menghormati perasaan orang lain. 

Harga diri yang baik bukan berarti sombong
Harga diri yang baik artinya menghargai diri sendiri, bertanggungjawab akan setiap tindakan yang diperbuat dan menunjukkan rasa hormat dan peduli terhadap orang lain.

Dengan harga diri yang positif, anak merasa bahagia, mudah berteman, menikmati aktivitas sosial, antusias dengan kegiatan baru, dapat bermain sendiri dan bermain bersama anak lain, kreatif dan memiliki ide-ide, serta berbicara dengan rasa nyaman.
  
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Stimulasi kunci anak `down syndrome` berkembang dengan baik
Sabtu, 20 Maret 2021 - 19:38 WIB
Ahli sitogenetika Dr. dr. Lydia Pratanu, MS menyatakan bahwa stimulasi menjadi kunci untuk pertumb...
NIPT cara baru cek kelainan kromosom pada usia awal kehamilan
Sabtu, 20 Maret 2021 - 17:14 WIB
Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) yang sekarang sudah berkembang bisa menjadi cara baru untuk menge...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV