Polres Mimika terus dalami kasus penyerangan Kantor Freeport
Elshinta
Kamis, 04 Juni 2020 - 07:59 WIB |
Polres Mimika terus dalami kasus penyerangan Kantor Freeport
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP M Burhanudin Yusuf Hanafi. Foto: Antara

Elshinta.com - Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua terus mendalami kasus penyerangan pusat perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 30 Maret 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP M Burhanudin Yusuf Hanafi, di Timika, Rabu (3/6) mengatakan jajarannya sudah dua kali masuk ke kawasan hutan di belakang Kota Kuala Kencana untuk melakukan rekonstruksi kasus tersebut, dengan membawa serta tersangka TW, anak buah Joni Botak, pimpinan KKB Kali Kopi yang diduga kuat melakukan penyerangan ke pusat perkantoran Freeport di Kuala Kencana.

"Sudah dua kali kami masuk ke hutan sana. Kami melakukan rekonstruksi di situ untuk mengetahui secara detail bagaimana situasi dan kondisinya saat kelompok ini mau masuk ke Kuala Kencana. Di sana kami mendapatkan beberapa kamp (bivak) yang menjadi tempat pertemuan kelompok itu sebelum masuk ke Kuala Kencana," kata AKP Burhanudin.

Ia mengakui kamp yang menjadi lokasi pertemuan KKB sebelum melakukan penyerangan ke perkantoran Freeport di Kuala Kencana pada 30 Maret, lokasinya berada jauh di tengah hutan rimba. Butuh waktu berjam-jam, Tim Reskrim Polres Mimika bersama Satgas Nemangkawi dapat mencapai lokasi itu.

Dekat lokasi kamp terakhir itu, tersangka TW diketahui menyerahkan magasin berisi amunisi kepada Joni Botak, sebelum melakukan penyerangan ke Kantor Freeport di Kuala Kencana.

"Kami membuatkan sketsa siapa-siapa yang hadir saat mereka melakukan pertemuan terakhir itu. Memang keterangan tersangka ini masih banyak yang berubah-ubah, apakah dia lupa atau kah ada yang sengaja ditutup-tutupi. Ini yang masih terus kami dalami lagi," katanya pula, dikutip Antara.

Pengakuan TW, para anggota KKB yang berjumlah lebih dari 10 orang diketahui sempat bermalam di kamp terakhir.

"Mereka bermalam di situ, masak dan membuat api. Ada juga yang jaga-jaga. Baru pada pagi subuh mereka masuk ke Kuala Kencana," kata AKP Burhanudin.

Tersangka TW dan seorang rekannya berinisial YM diamankan sesaat setelah keluar dari Wisma Atlet Timika pada Jumat (22/5).

Keduanya sempat diisolasi di Wisma Atlet Timika yang menjadi lokasi penampungan pasien COVID-19 maupun orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG) lantaran tertangkap tangan sedang berkeliaran di jalanan Kota Timika saat Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD).

Keduanya dimasukkan ke Wisma Atlet, setelah hasil rapid test mereka dinyatakan positif atau reaktif.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata menyatakan, sebelumnya Polres Mimika telah mendapatkan informasi bahwa ada jaringan KKB Kali Kopi yang turun ke Timika, baik pasukan maupun penyuplai bahan makanan.

"Termasuk di dalamnya saudara TW dan YM. Pada hari Jumat (22/5), kami mendapatkan informasi bahwa saudara TW dan YM berada di Wisma Atlet Timika," ujar AKBP Era Adhinata.

Aparat kemudian memonitor keberadaan TW dan YM di Wisma Atlet Timika dari luar pagar. Keduanya dilaporkan pernah berusaha kabur dari lokasi itu, dengan cara melompat pagar tembok, namun berhasil diamankan kembali untuk menjalani isolasi.

"Mereka berdua memang benar merupakan anggota KKB Kali Kopi, anak buah dari Joni Botak. Salah satunya terlibat dalam sejumlah aksi penembakan di wilayah hukum Polres Mimika. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku anggota pasukan KKB yang turun ke Kota Timika," kata AKBP Era Adhinata.

Penyerangan ke pusat perkantoran Freeport di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020 menewaskan seorang pekerja asal Selandia Baru bernama Graeme Thomas Wall.

Saat ini tersangka TW ditahan sementara di Markas Batalion B Brimob Polda Papua di Kuala Kencana. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jual surat swab palsu, oknum petugas bandara dan sopir jadi tersangka
Senin, 26 Juli 2021 - 14:27 WIB
Jajaran Satreskrim Polres Tarakan, Kalimantan Utara berhasil mengamankan pelaku sindikat pemalsuan ...
Rampas HP dan motor, PPSU Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja diamankan petugas
Sabtu, 24 Juli 2021 - 10:27 WIB
DP (25) dan IG (24) membawa kabur barang-barang genggam (hand phone) berikut sepeda motor matik ke...
Polres Aceh Utara gagalkan peredaran sabu seberat 7 kilogram
Kamis, 22 Juli 2021 - 14:26 WIB
Kepolisian Resor Aceh Utara menggagalkan peredaran Narkoba jenis sabu seberat 7kg dan mengamankan ti...
Dit Reskrimsus Polda Jabar bongkat sindikat penimbun obat Covid-19
Kamis, 22 Juli 2021 - 13:37 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar berhasil membongkar sindikat penimbunan obat Covid-19...
Polres Cianjur tangkap bandar obat terlarang daftar G
Selasa, 20 Juli 2021 - 19:35 WIB
Polres Cianjur, Jawa Barat, menangkap seorang bandar obat terlarang Anwar (30) saat hendak mengambil...
 Tiga tersangka kasus jual beli vaksin dikirim Poldasu ke jaksa
Jumat, 16 Juli 2021 - 11:13 WIB
Penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut menyerahkan tiga tersangka kasus jual beli vaksin Covid-19 ke Ke...
Seorang anak 11 tahun di Sentani nyaris jadi korban penculikan 
Jumat, 16 Juli 2021 - 10:14 WIB
Seorang anak perempuan dibawa umur berinisial  GY (11) nyaris jadi korban penculikan seorang pemuda...
Polisi tangkap dua penjual surat positif COVID-19 palsu
Selasa, 13 Juli 2021 - 21:45 WIB
Polda Metro Jaya dua orang diduga sebagai penjual surat palsu hasil tes usap antigen dan `polymerase...
Petugas amankan pencuri burung merpati di Desa Karangrena 
Selasa, 13 Juli 2021 - 15:46 WIB
Babinsa Karangrena, Koramil 07 Maos Sertu Agus Suyoto bersama anggota Polsek Maos mengamankan seoran...
Mengaku anggota TNI AU, penagih hutang ini diamankan petugas
Selasa, 13 Juli 2021 - 15:37 WIB
Kasus penyalahgunaan status keanggotaan TNI kembali terjadi. Kali ini seorang penjual sayur berinisi...
Live Streaming Radio Network