Kemenkeu sebut penerapan normal baru akan percepat perumusan kebijakan
Elshinta
Rabu, 03 Juni 2020 - 13:31 WIB |
Kemenkeu sebut penerapan normal baru akan percepat perumusan kebijakan
Sumber Foto: https://bit.ly/3eLhDhT

Elshinta.com - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti menyebutkan melalui penerapan skenario New Normal atau normal baru akan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan menjadi lebih cepat.

“Dampaknya terhadap perumusan kebijakan saya rasa sangat signifikan. Pertama adalah bagaimana kita melihat dinamika perubahan yang terjadi di lapangan dengan cepat,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (3/6).

Astera mengatakan proses perundangan maupun proses pembuatan kebijakan memerlukan waktu yang lebih lama saat sebelum ada wabah COVID-19. “Melalui normal baru maka kita bisa percepat semua waktunya sehingga harapannya nanti bisa memberikan respon lebih cepat dan lebih positif,” ujarnya.

Tak hanya itu, Astera menuturkan kondisi normal baru juga diperkirakan akan mampu membatasi belanja-belanja yang tidak perlu meskipun ia melihat terdapat kecenderungan untuk dialihkan ke belanja pegawai. “Secara natural kita membatasi belanja-belanja walaupun ada tendency yang saya lihat jadi berusaha dialihkan ke belanja-belanja yang bersifat belanja pegawai,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau pemerintah supaya lebih disiplin dalam menggunakan belanja pegawainya agar alokasi untuk dukungan penguatan ekonomi, jaring pengaman sosial, dan sektor kesehatan menjadi lebih maksimal. “Ini yang harus menjadi perhatian kita karena kalau bisa ya tetap disiplin itu belanja pegawainya tetap segitu jadi kita punya space lebih secara lebih natural,” tegasnya.

Sementara itu, Astera menyatakan melalui situasi normal baru turut membantu pemerintah dalam memprediksi berbagai pengeluaran secara lebih tepat khususnya pada belanja-belanja yang sebelumnya tidak terduga. “Karena kita sudah tahu polanya misalnya untuk pencegahan kita sudah tahu belanjanya berarti menyiapkan handsanitizer, sabun cuci tangan, dan sebagainya dalam rangka normal baru,” ujarnya.

Astera berharap melalui penerapan skenario normal baru maka pemerintah dapat merespon keadaan secara lebih cepat dengan mengambil kebijakan yang lebih presisi sehingga berbagai masalah dapat diselesaikan dengan baik. “Presisi kebijakannya menjadi lebih tinggi karena kita bisa melakukan dengan cepat. Feedback bisa diterima dengan cepat sehingga kita bisa melakukan kebijakan secara cepat dan tepat. Itu harapannya,” katanya, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KKP dorong pemda dan pelaku usaha kembangkan budi daya ikan sidat
Minggu, 12 Juli 2020 - 13:58 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong berbagai pihak termasuk pemda  dan pelaku usaha ...
Menparekraf dorong pengembangan ekonomi kreatif di sekitar Danau Toba
Minggu, 12 Juli 2020 - 09:39 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio berkomitmen meningkatkan ...
Di tengah pandemi COVID-19, produsen baja nasional tambah investasi Rp12 triliun
Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:41 WIB
Di tengah melemahnya permintaan pasar sebagai dampak pandemi COVID-19, produsen baja nasional PT Gun...
Harga CPO di Jambi naik jadi Rp7.070 per kilogram
Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:26 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Provinsi Jambi pada periode 10-16 Juli 2020 mengalami kenaikan Rp...
Mendag sebut IA-CEPA berpotensi kurangi defisit perdagangan RI
Sabtu, 11 Juli 2020 - 07:40 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebutkan bahwa perjanjian ekonomi komprehensif Indonesia-Aust...
Bamsoet: Perlu evaluasi dari stimulus petani-nelayan belum berdampak
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:46 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk mengevaluasi pemberian stimulus dan bantuan...
BAZNAS raih fundraising digital terbaik di IFA 2020
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:38 WIB
 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menorehkan prestasi khususnya di dunia filantropi, sete...
Akhir pekan, Kurs rupiah melorot ke Rp 14.435 per dolar AS 
Jumat, 10 Juli 2020 - 18:11 WIB
Menguat dalam empat hari perdagangan sejak awal pekan, kurs rupiah spot hari ini melemah. Jumat (10/...
Akhir perdagangan Jumat sore, IHSG turun 0,43% ke 5.031
Jumat, 10 Juli 2020 - 17:46 WIB
 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lagi di hari terakhir pekan ini. Pada perdagangan di Burs...
Ada kekhawatiran eskalasi kasus corona, nilai tukar rupiah terkoreksi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:32 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (10/7) pagi, terkoreksi se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV