Apa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda?
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Apa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3gxBNNV

Elshinta.com - Disfungsi ereksi atau impotensi, merupakan ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Kondisi ini akan muncul berulang sehingga menimbulkan masalah dalam kehidupan seksual yang aktif. 

Biasanya impotensi selama ini identik dengan penyakit usia tua. Namun jumlah pria berusia di bawah  40 tahun yang mengalami impotensi terus meningkat. Mengapa bisa demikian? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penyebab impotensi di usia muda yang perlu diwaspadai:

Kondisi fisik
Kondisi fisik sangat berpengaruh pada kemampuan ereksi seorang pria. Pasalnya, untuk mendapatkan dan mempertahankan suatu ereksi dibutuhkan sirkulasi tubuh yang normal dan sehat. Pada impotensi yang disebabkan oleh faktor gangguan fisik, gejala impotensi akan muncul secara perlahan. 

Aliran darah
Penyempitan pembuluh darah juga dapat menimbulkan impotensi. Hal ini disebabkan sulitnya aliran darah masuk penis melalui pembuluh darah yang menyempit. Kondisi ini dapat berkaitan dengan penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan sebagainya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Bavujl

Alkohol
Alkohol adalah depresan sistem saraf yang bisa memblokir impuls saraf serta menghalangi komunikasi otak dengan tubuh. Alkohol akan mempengaruhi sistem kerja saraf saat ereksi, sehingga tidak terjadi kesinambungan antara otak dan saraf yang mengatur penis agar ereksi.

Gaya hidup 
Gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang banyak mengkonsumsi makanan berlemak seperti jeroan, bisa menyebabkan disfungsi ereksi menyerang anak muda.

Dari data Asian Journal of Andrology di tahun 2011, sebanyak 15,1 persen anak muda dalam rentang usia 20 hingga 29 tahun mengalami impotensi.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3gxc08u

Obesitas 
obesitas ikut berperan dalam terjadinya disfungsi ereksi akibat hormon testosteron yang rendah serta sirkulasi yang buruk. Obesitas bisa disebabkan pola makan yang buruk atau berlebih, serta jarang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.

Memakai obat-obatan tertentu
Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, bekerja pada arteri dan aliran darah, sehingga mempengaruhi kerja organ tubuh dalam memperoleh ereksi.

Hipertensi dapat menyebabkan impotensi karena arteri kurang fleksibel dan sempit, sehingga aliran darah menuju arteri semakin berkurang. Hal ini lah yang menyebabkan impotensi, karena darah yang beredar di bagian penis menjadi terbatas.

Merokok
Pria yang gemar merokok biasanya tidak menyadari bahwa kebiasaan itu akan membahayakan kesehatan, termasuk alat vitalnya. Semakin lama, timbunan nikotin yang terdapat di dalam rokok akan semakin terakumulasi di dalam tubuh. Timbunan nikotin yang berlebihan tersebut akan menyebabkan aliran darah tidak lancar dan menyebabkan ereksi tidak bisa berjalan normal.

Menggunakan obat penumbuh rambut
Pada bulan April 2012, Food and Drug Administration Amerika memberikan peringatan pada produk untuk menumbuhkan rambut rontok yang mengandung obat Propecia, untuk menyertakan peringatan tentang efek samping seksual jangka panjang termasuk masalah dengan libido, ejakulasi, dan orgasme pada pria.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2ZJDcv5

Depresi
Perasaan gairah seksual yang menyebabkan ereksi, dimulai di otak. Kondisi seperti depresi dan kecemasan dapat mengganggu proses tersebut. Stres serta depresi juga berperan menurunkan libido, yang kemudian berkontribusi terhadap disfungsi ereksi. Salah satu tanda utama dari depresi adalah kehilangan minat akan hal-hal yang membawa kesenangan, termasuk hubungan seksual.

Stres yang berhubungan dengan pekerjaan, uang, dan peristiwa kehidupan lainnya dapat menyebabkan impotensi di usia muda. Pada impotensi yang disebabkan oleh faktor psikologis, umumnya terjadi penurunan libido secara drastis dan tiba-tiba.

Komunikasi dengan pasangan
Masalah hubungan dan komunikasi yang buruk dengan pasangan juga bisa menyebabkan disfungsi seksual pada pria.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/3cagHBK

Selain itu, berbagai penyebab lain dari disfungsi ereksi, antara lain ketidakseimbangan hormonal (misalnya akibat penggunaan steroid, rendahnya hormon testosteron, serta abnormalitas hormon tiroid dan prolaktin), penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya antidepresan, antihipertensi, dll), serta kelainan anatomis pada penis (misalnya fimosis atau Peyronie). Jadi, jangan malu atau ragu untuk berkonsultasi dengan dokter seputar masalah disfungsi ereksi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 BRI jamin pelayanan normal pasca meninggalnya karyawan terkonfirmasi positif Covid-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:47 WIB
Bank BRI memastikan Kantor Wilayah BRI Malang, Jawa Timur yang terletak di Jalan Laksamana Martadina...
Ini tips dokter Reisa untuk orang berpenyakit tak menular hindari COVID-19 
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:11 WIB
Dokter Reisa Broto Asmoro membagikan beberapa tips untuk menekan risiko penularan COVID-19 terhadap ...
KSAD pantau langsung pengadaan laboratorium PCR 15 RS TNI AD
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:56 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa memantau langsung laporan pengadaan l...
Waspada TBC di tengah pandemi, ini perbedaannya dengan COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:00 WIB
Indonesia menjadi negara ketiga terbesar dengan kasus Tuberculosis (TBC) di dunia setelah India dan ...
Dokter Reisa: Vaksin COVID-19 belum ditemukan, lindungi diri dengan protokol kesehatan
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:15 WIB
Penularan COVID-19 masih terjadi di tengah masyarakat hingga saat ini. Selama vaksin untuk melawan v...
 Mengapa pasangan lanjut usia tetap harus berhubungan intim? Apakah tidak berbahaya?
Selasa, 07 Juli 2020 - 23:15 WIB
Hubungan intim tidak hanya untuk usia produktif saja karena faktanya orang-orang yang berusia di ata...
Jalani cangkok paru, pasien COVID-19 di Korsel mulai pulih
Selasa, 07 Juli 2020 - 16:45 WIB
Seorang pasien COVID-19 di Korea Selatan, yang hidupnya bergantung pada alat bantu selama 112 hari, ...
Tingkatkan kualitas tidur, selimut berat mampu berikan sensasi pelukan
Selasa, 07 Juli 2020 - 12:01 WIB
Tidur berkualitas adalah kunci utama untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. Namun bagi seb...
Mengapa wanita lebih memilih pria dewasa untuk menjadi pasangan hidupnya?
Senin, 06 Juli 2020 - 23:15 WIB
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian wanita cenderung lebih menyukai sosok dewasa. Ada alasan t...
New normal, jumlah pendonor darah di Salatiga meningkat
Senin, 06 Juli 2020 - 20:12 WIB
Jumlah pendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Salatiga, Jawa Tengah mulai meningkat memasuk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV