Gugus Tugas keluarkan surat edaran pertegas status bencana nasional
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:23 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Gugus Tugas keluarkan surat edaran pertegas status bencana nasional
Ketua Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19, Doni Monardo. Sumber foto: https://bit.ly/3erTsVC

Elshinta.com - Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

Surat edaran ini menjelaskan status keadaan darurat yang masih diberlakukan oleh Presiden Joko Widodo terhadap pandemi COVID-19. 

Meskipun status Keadaan Tertentu Darurat Bencana yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berakhir pada 29 Mei 2020, status keadaan darurat masih diberlakukan. Ini disebabkan pada peraturan yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi mengenai Penetapan Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional belum berakhir. 

GTPPC19 mengeluarkan surat edaran tersebut dengan memuat poin sebagai berikut:

  1. Pengelolaan sumber daya untuk percepatan penanganan COVID-19 diselenggarakan sesuai dengan Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, 
  2. Percepatan penanganan COVID-19 dalam keadaan darurat bencana nonalam dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

Melalui surat tersebut, Ketua GTPPC19, Doni Monardo menetapkan bahwa Kepala BNPB, gubernur, bupati dan wali kota tidak perlu lagi menetapkan status keadaan darurat bencana COVID-19. Status keadaan darurat bencana nonalam akan berakhir pada saat ditetapkannya keputusan Presiden tentang Penetapan Berakhirnya Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

“Secara otomatis, status keadaan darurat bencana menyesuaikan dengan Keputusan Presiden 12 Tahun 2020. Selama keppres tersebut belum diakhiri, maka status kebencanaan masih berlaku,” jelas Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo melalui pesan digital, pada Jumat (22/5) lalu.

Status keadaan darurat ini sangat bergantung pada dua indikator utama yang disebutkan dalam keppres tersebut. Pertama, penyebaran virus SARS-CoV-2 yang masih terjadi dan menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, meluasnya cakupan wilayah terdampak dan implikasi pada aspek sosial-ekonomi. 

Kedua yakni, terkait dengan status global pandemik yang ditetapkan Badan PBB untuk Kesehatan Dunia, WHO, sejak 11 Maret 2020 lalu. 

Terkait dengan pandemi global, keadaan darurat di wilayah nusantara ini juga dipengaruhi situasi global tersebut. 

“Selama pandemi global belum berakhir dan vaksin serta obatnya belum ditemukan, maka masih diperlukan penetapan status bencana nasional untuk COVID-19,” papar Doni. 

"Selama WHO belum mencabut penetapan tersebut, selama itu juga status pandemi tetap ada," tandasnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi BNPB, Rabu (27/5).

Masih berlakunya status bencana nasional juga menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya secara nyata dan konsisten terhadap bahaya keterpaparan virus SARS-CoV-2. GTPPC19 telah mengirimkan surat edaran ini kepada para Menteri dan Pimpinan Lembaga Negara, Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jaksa Agung, Gubernur, Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG keluarkan peringatan potensi angin kencang
Minggu, 25 Juli 2021 - 09:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan ...
Obat COVID-19 dan vitamin sulit didapat di Bandarlampung
Minggu, 25 Juli 2021 - 08:00 WIB
Obat terapi COVID-19 dan vitamin sulit didapat di sejumlah apotek di Bandarlampung karena stoknya te...
Kodam VI Mulawarman dan Polda Kaltim vaksinasi 5.000 warga
Sabtu, 24 Juli 2021 - 23:43 WIB
Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman dan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) d...
Presiden tinjau fasilitas kesehatan Rumah Oksigen Gotong Royong
Sabtu, 24 Juli 2021 - 23:21 WIB
Presiden RI Joko Widodo meninjau fasilitas kesehatan Rumah Oksigen Gotong Royong untuk pasien COVID-...
Polres Banjarnegara gelar patroli sekala besar dan bagikan sembako
Sabtu, 24 Juli 2021 - 22:48 WIB
Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, bersama instansi terkait lainnya menggelar patroli skala...
Hotline 082123903617 siap informasikan ketersediaan kamar rumah sakit
Sabtu, 24 Juli 2021 - 22:26 WIB
Bidang Koordinasi Relawan (BKR) Satgas COVID-19 meluncurkan Layanan Jalur Bantuan Informasi COVID-19...
Kematian COVID-19 di Jember pecahkan rekor capai 57 kasus sehari
Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:58 WIB
Kematian pasien COVID-19 di Kabupaten Jember pada 23 Juli 2021 memecahkan rekor selama pandemi yakni...
Gedung sekolah Yayasan SPS Surabaya siap tampung 100 warga isoman
Sabtu, 24 Juli 2021 - 19:29 WIB
Gedung SMK Kristen Harapan Sejati milik Yayasan Yayasan Sumber Pengayoman Sejati (SPS) di Lontar, Ke...
Netizen dukung Jokowi atasi pandemi
Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:56 WIB
 Sejumlah tagar dukungan kepada Presiden Jokowi trending di media sosial twitter pada Sabtu pagi (2...
Kapolda Aceh pimpin patroli berskala besar COVID-19
Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:37 WIB
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Wahyu Widada memimpin langsung patroli berskala be...
Live Streaming Radio Network