Presiden: Sosialisasikan protokol tatanan normal baru secara masif
Elshinta
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:10 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Presiden: Sosialisasikan protokol tatanan normal baru secara masif
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo meminta agar protokol mengenai tatanan normal baru yang sudah disiapkan Kementerian Kesehatan dapat segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. 

Pengenalan yang lebih dini dan masif dari protokol tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat agar tetap produktif dan aman di tengah pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai persiapan pelaksanaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19, melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/5). 

"Tatanan normal baru yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan ini agar disosialisasikan secara masif sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan dilarang berkerumun dalam jumlah yang banyak," jelasnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi BNPB. 

Sehari sebelumnya, Kepala Negara telah meninjau kesiapan menuju tatanan normal baru dengan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di sarana publik dan perniagaan. Pelaksanaan pendisiplinan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota dengan melibatkan anggota TNI dan Polri yang akan senantiasa mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan selama pandemi.

"Aparat dari TNI dan Polri telah diterjunkan ke titik-titik keramaian di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru yang akan kita lihat dari angka-angka dan fakta-fakta di lapangan, utamanya yang berkaitan dengan R0 dan Rt. Apabila ini nanti efektif, kita akan gelar dan lebarkan lagi ke provinsi dan kabupaten/kota yang lain," kata Presiden.

Tatanan normal baru produktif dan aman tersebut, papar Presiden, nantinya akan terlebih dahulu dimulai di beberapa provinsi dan kabupaten kota dengan indikator R0 yang sudah di bawah satu. Angka indikator tersebut di bawah satu tersebut dapat dipahami bahwa penularan dan pertumbuhan kasus COVID-19 semakin melambat dan cenderung dapat dikendalikan.

"Kita coba di beberapa provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki R0 yang sudah di bawah satu dan pada sektor-sektor tertentu yang kita lihat di lapangan bisa mengikuti tatanan normal baru yang ingin kita kerjakan," tuturnya.

Selain itu, yang tak kalah penting, Kepala Negara menegaskan untuk memastikan tingkat kesiapan setiap daerah dalam mengendalikan virus ini sebelum bersiap menuju fase produktif dan aman sebagai sebuah normal baru. Bagi daerah yang diketahui memiliki angka penyebaran COVID-19 yang masih tinggi, Presiden meminta jajaran terkait untuk memberi perhatian khusus dan melakukan pengujian sampel serta pelacakan yang agresif dengan diikuti isolasi yang ketat untuk menekan kurva penularan.

"Saya kemarin sudah perintahkan kepada Gugus Tugas, Panglima TNI, dan Kapolri untuk di Jawa Timur misalnya agar ditambah bantuan aparat di sana agar bisa menekan kurvanya sehingga tidak naik lagi dan memasifkan pengujian sampel, pelacakan yang agresif terhadap yang PDP maupun ODP, dan melakukan isolasi yang ketat. Ini kita lakukan pada provinsi-provinsi yang kurvanya masih naik," tandasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dinkes Sampang cabut izin praktik bidan telantarkan pasien
Senin, 13 Juli 2020 - 14:14 WIB
Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur mencabut izin praktik seorang bidan yang te...
Kemkes: Rp150 ribu bukan HET rapid test COVID-19
Senin, 13 Juli 2020 - 13:57 WIB
Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Tri Hesty Widyastoeti mengatakan nilai Rp...
Presiden ingin langkah konkret positif `rate` COVID-19 10,5 persen
Senin, 13 Juli 2020 - 13:44 WIB
Presiden Joko Widodo menginginkan langkah konkret dan bukan sekadar laporan dari jajarannya untuk me...
Dispertan Kota Salatiga lakukan pembinaan kepada kelompok tani di tengah pandemi COVID-19
Senin, 13 Juli 2020 - 12:47 WIB
Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga, Jawa Tengah melakukan pembinaan kepada petani melalui kel...
Polres Tanah Laut bagikan air bersih untuk korban banjir
Senin, 13 Juli 2020 - 12:38 WIB
Jajaran Polres Tanah Laut Polda Kalsel bekerjasama dengan Pemkab Tanah Laut melaksanakan pemberian d...
Masuk zona hijau, PSBB di Kabupaten Tangerang kembali diperpanjang hingga 26 Juli
Senin, 13 Juli 2020 - 11:35 WIB
Walaupun sudah memasuki zona hijau, mulai hari ini PSBB di Kabupaten Tangerang kembali diperpanjang ...
Konsumsi pangan Kota Yogyakarta turun hingga 50 persen akibat pandemi
Senin, 13 Juli 2020 - 11:27 WIB
Usai melakukan pemantauan kondisi stok pangan dan pola konsumsi masyarakat saat terjadi pandemi COVI...
Presiden minta penanganan COVID-19 di delapan provinsi diprioritaskan
Senin, 13 Juli 2020 - 11:12 WIB
Presiden Joko Widodo meminta penanganan COVID-19 di delapan provinsi termasuk Jawa Timur, DKI Jakart...
Presiden tekankan pentingnya pengendalian lalu lintas di perbatasan
Senin, 13 Juli 2020 - 10:56 WIB
Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya pengendalian lalu lintas warga di perbatasan dalam upaya ...
Pekanbaru sediakan sebelas ribu hewan kurban
Senin, 13 Juli 2020 - 09:43 WIB
Persediaan hewan kurban di Kota Pekanbaru dalam menyambut Idul Adha 1441 H mencukupi atau mencapai 1...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV