Pesawat jatuh di Karachi, tidak ada penumpang WNI
Elshinta
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:39 WIB |
Pesawat jatuh di Karachi, tidak ada penumpang WNI
Sumber Foto: https://bit.ly/2WZ7hVL

Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri menyebut tidak ada warga negara Indonesia (WNI) di dalam pesawat Pakistani International Airline (PIA) yang jatuh tak jauh dari bandara di Karachi, Pakistan, Jumat (22/5)

"Untuk sementara ini, berdasarkan daftar penumpang (passenger list), tidak terdapat penumpang WNI," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha melalui pesan singkat, Jumat malam.

Meskipun demikian, KJRI Karachi saat ini sedang mencari informasi dari otoritas setempat mengenai kemungkinan adanya penumpang WNI.

Pesawat yang mengangkut sekitar 100 penumpang dan kru itu jatuh di daerah permukiman menjelang mendarat di Bandara Karachi pada Jumat pukul 14.50 waktu setempat.

"Sebab kecelakaan belum diketahui," tutur Judha, seperti dilaporkan Reuters.

Pihak maskapai menyebut pesawat dengan nomor penerbangan PK 8303 dengan rute penerbangan Lahore ke Karachi itu mengangkut 99 penumpang serta delapan kru, sedangkan otoritas penerbangan sipil menyebut jumlah orang di dalam pesawat itu adalah 99 orang.

"Informasi terakhir yang kami dengar dari pilot adalah bahwa dia mengalami kendala teknis. Ini adalah kejadian yang amat tragis," ujar juru bicara PIA, Abdullah H. Khan, dalam sebuah video pernyataan resmi.

Pejabat senior dari otoritas penerbangan sipil mengatakan bahwa tampaknya pesawat tersebut tidak bisa membuka rodanya jelang mendarat karena kesalahan teknis, namun masih terlalu dini untuk memverifikasi hal tersebut.

Tayangan televisi lokal menunjukkan bahwa muncul kerumunan massa di sekitar lokasi kejadian yang memang merupakan kawasan padat penduduk, dengan asap hitam yang mengepul dan beberapa mobil terbakar.

Militer Pakistan menyatakan tim cepat tanggap dan pasukan paramiliter telah diterjunkan dan mencapai lokasi kejadian untuk upaya penyelamatan bersama dengan sejumlah badan sipil, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Amuba pemakan otak manusia bikin heboh di Texas
Senin, 28 September 2020 - 19:11 WIB
Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, telah mengumumkan status bencana kota dan memperingatkan pendu...
Mesir kembali buka penyeberangan Rafah bagi warga Palestina
Senin, 28 September 2020 - 12:26 WIB
Otoritas Mesir pada Minggu (27/9) kembali membuka penyeberangan Rafah dengan Jalur Gaza di kedua ara...
16 orang tewas akibat meluapnya karbon monoksida di pertambangan Tiongkok
Senin, 28 September 2020 - 11:27 WIB
Sedikitnya 16 orang tewas akibat meluapnya karbon monoksida di tambang batu bara di Kota Chongqing, ...
KTT G20 akan digelar secara virtual pada 21-22 November
Senin, 28 September 2020 - 09:35 WIB
KTT para pemimpin G20 akan digelar secara virtual pada 21-22 November, demikian otoritas Arab Saudi ...
Pembantaian di bar Meksiko tewaskan 11 orang
Senin, 28 September 2020 - 08:57 WIB
Pembantaian di  bar menewaskan 11 orang pada Minggu (27/9), menurut otoritas Meksiko, saat negara t...
Arab Saudi berencana terbitkan kembali visa turis awal 2021
Minggu, 27 September 2020 - 15:16 WIB
Arab Saudi berencana untuk menerbitkan kembali visa turis pada awal 2021 setelah penangguhan berbula...
Google akan blokir iklan pemilu AS setelah pemungutan suara ditutup
Minggu, 27 September 2020 - 10:29 WIB
Google memutuskan akan memblokir iklan terkait pemilu di platformnya setelah pemungutan suara ditutu...
Kasus virus corona turun, Peru akan buka kembali ekonomi pada Oktober
Sabtu, 26 September 2020 - 17:43 WIB
Peru akan membuka kembali aktivitas ekonomi secara bertahap pada Oktober, memungkinkan penerbangan i...
Australia sebut dunia perlu mengetahui asal-usul COVID-19
Sabtu, 26 September 2020 - 15:15 WIB
Negara-negara dunia harus melakukan semua yang mereka bisa untuk memahami asal-usul COVID-19, Perdan...
Inggris janjikan lebih dari 400 juta dolar AS untuk WHO
Sabtu, 26 September 2020 - 13:56 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjanjikan pendanaan 340 juta pound (433,23 juta dolar AS/ Rp...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV