Dokter paru: Pasien sembuh dari COVID-19 berisiko alami fibrosis
Elshinta
Rabu, 13 Mei 2020 - 08:59 WIB |
Dokter paru: Pasien sembuh dari COVID-19 berisiko alami fibrosis
Dokter paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengadakan webinar tentang kemungkinan fibrosis akibat COVID-19, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menduga pasien COVID-19 yang telah sembuh dari penyakit tersebut berisiko mengalami fibrosis atau paru-parunya menjadi mengeras, sehingga menurunkan fungsinya.

"Kalau dia tidak ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome atau pneumonia berat) sebenarnya (dia) tidak berisiko (mengalami) pulmonary fibrosis," kata dr. Dianiati K. Sutoyo, Sp.P(K) dalam Webinar Dokter Paru terkait kemungkinan kerusakan paru akibat COVID-19 di Jakarta, Selasa (12/5).

Ia mengatakan bahwa secara teori tidak semua pasien COVID-19 akan mengalami fibrosis, kecuali jika pasien tersebut mengalami pneumonia berat pada saat masih menderita COVID-19.

"Walaupun demikian, akan ada juga (kemungkinan) mekanisme lain selain ARDS yang (menyebabkan) pulmonary fibrosis. Ada saja, apakah dari virusnya, apakah dari mekanisme COVID-19 atau dari hipoksianya. Jadi kita harus mengevaluasi," katanya, seperti dikutip Antara.

Tetapi, dia menekankan bahwa seseorang dapat sangat berisiko mengalami fibrosis ketika seseorang tersebut pernah mengalami pneumonia berat. "Dia lebih berisiko. Walaupun pasien ARDS secara umum tidak semuanya akhirnya di 'longterm pulmonary fibrosis'," katanya.

Sementara itu, dokter paru dr. Andika Chandra Putra pada kesempatan lain mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian besar terkait dugaan terjadinya fibrosis yang menyebabkan penurunan fungsi paru pada pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Namun, laporan penelitian dari Hong Kong menyebutkan sepertiga dari sembilan pasien yang sembuh dari COVID-19 mengalami fibrosis yang menurunkan fungsi paru setelah mereka mengalami ARDS atau pneumonia berat.

Pada pasien yang mengalami fibrosis, secara patogenesis paru-parunya awalnya akan mengalami peradangan jika terjadi infeksi atau inflamasi.

Lambat laun, alveolus pada paru-paru akan semakin menebal hingga akhirnya mengalami fibrosis atau pengerasan paru-paru. Saat paru-paru tersebut mengeras, kembang kempis paru juga akan menjadi terganggu, sehingga pada akhirnya menurunkan fungsi paru. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 BRI jamin pelayanan normal pasca meninggalnya karyawan terkonfirmasi positif Covid-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:47 WIB
Bank BRI memastikan Kantor Wilayah BRI Malang, Jawa Timur yang terletak di Jalan Laksamana Martadina...
Ini tips dokter Reisa untuk orang berpenyakit tak menular hindari COVID-19 
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:11 WIB
Dokter Reisa Broto Asmoro membagikan beberapa tips untuk menekan risiko penularan COVID-19 terhadap ...
KSAD pantau langsung pengadaan laboratorium PCR 15 RS TNI AD
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:56 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa memantau langsung laporan pengadaan l...
Waspada TBC di tengah pandemi, ini perbedaannya dengan COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:00 WIB
Indonesia menjadi negara ketiga terbesar dengan kasus Tuberculosis (TBC) di dunia setelah India dan ...
Dokter Reisa: Vaksin COVID-19 belum ditemukan, lindungi diri dengan protokol kesehatan
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:15 WIB
Penularan COVID-19 masih terjadi di tengah masyarakat hingga saat ini. Selama vaksin untuk melawan v...
 Mengapa pasangan lanjut usia tetap harus berhubungan intim? Apakah tidak berbahaya?
Selasa, 07 Juli 2020 - 23:15 WIB
Hubungan intim tidak hanya untuk usia produktif saja karena faktanya orang-orang yang berusia di ata...
Jalani cangkok paru, pasien COVID-19 di Korsel mulai pulih
Selasa, 07 Juli 2020 - 16:45 WIB
Seorang pasien COVID-19 di Korea Selatan, yang hidupnya bergantung pada alat bantu selama 112 hari, ...
Tingkatkan kualitas tidur, selimut berat mampu berikan sensasi pelukan
Selasa, 07 Juli 2020 - 12:01 WIB
Tidur berkualitas adalah kunci utama untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. Namun bagi seb...
Mengapa wanita lebih memilih pria dewasa untuk menjadi pasangan hidupnya?
Senin, 06 Juli 2020 - 23:15 WIB
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian wanita cenderung lebih menyukai sosok dewasa. Ada alasan t...
New normal, jumlah pendonor darah di Salatiga meningkat
Senin, 06 Juli 2020 - 20:12 WIB
Jumlah pendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Salatiga, Jawa Tengah mulai meningkat memasuk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV