Pembobol rumah pasien COVID-19 di Makassar serahkan diri
Elshinta
Jumat, 08 Mei 2020 - 18:57 WIB |
Pembobol rumah pasien COVID-19 di Makassar serahkan diri
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Pelaku pembobol rumah pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Makassar, Sulawesi Selatan akhirnya menyerahkan diri ke Kantor Polsek Panakukang, setelah diibujuk orang tuanya.

"Dari hasil keterangan dan penyidikan, salah satu pelaku telah diketahui berinisal AA. Selanjutnya, dilakukan upaya persuasif bersama orang tuanya, ketika pelaku tidak berada di rumahnya," ujar Kapolsek Panakukang Kompol Jamal Faktur Rahman, di Makassar, Jumat (8/5).

Kepolisian dan pihak keluarga kemudian berkoordinasi untuk menyelesaikan perkara ini, sebab apa yang dilakukan pelaku adalah perbuatan kriminal.

Selain AA (18), tiga rekannya masing-masing FB (15), NB (19) dan MP (20) diketahui bekerja sebagai buruh harian. Para remaja ini mengakui perbuatannya membobol rumah warga yang merupakan pasien COVID-19, lalu menyerahkan diri di Kantor Polsek Panakukang pada Kamis (7/5) malam diantar orang tuanya.

"Para pelaku mengakui masuk lalu mencuri barang di dalam rumah salah seorang warga yang terdampak Corona. Mereka berhasil mengambil uang senilai Rp20 juta, emas seberat 15 gram, dan barang berharga lainnya," ujar Kapolsek mengutip Antara.

Barang bukti yang diamankan saat itu, tunai senilai Rp223 ribu, satu buah linggis, dan satu celengan. Sedangkan sisa uang Rp20 juta dan kalung emas beserta barang berharga lainnya masih dibawa kabur pelaku lainnya.

"Masih ada tiga pelaku lainnya. Diketahui AP yang mengambil uang tunai, kalung emas. Sementara pelaku lain A mengambil ponsel dan kamera lalu dijual ke JF. Saat ini pelaku masih dikejar," ujar Jamal.

Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap para pelaku dan menahan mereka.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bareskrim Polri musnahkan 10 hektare ladang ganja di Aceh Besar
Minggu, 27 September 2020 - 06:50 WIB
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare lad...
Perempuan pelaku aborsi jadi tersangka kasus aborsi ilegal
Rabu, 23 September 2020 - 21:24 WIB
Polda Metro Jaya menetapkan seorang perempuan pelaku aborsi sebagai tersangka usai penggerebekan seb...
Polisi periksa CCTV Bandara Soetta terkait dugaan pelecehan
Senin, 21 September 2020 - 17:37 WIB
Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) akan memeriksa sejumlah rekaman televisi sirkuit tertutup (cl...
Polri kirim SPDP kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung
Senin, 21 September 2020 - 11:57 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Bareskrim mengirimkan Sura...
Polisi: Korban penganiayaan di Pesanggarahan karena coba melerai
Minggu, 20 September 2020 - 17:16 WIB
Nasib malang dialami Toto Handoyo (59) yang tewas terkena sabetan senjata tajam dalam peristiwa peng...
Truk pengangkut rokok ilegal senilai Rp1,4 miliar diamankan Bea Cukai Kudus
Minggu, 20 September 2020 - 08:39 WIB
Tim Penindakan Bea Cukai Kudus, Jawa Tengah, kembali mendapati adanya sebuah kendaraan truck yang me...
Polisi: Jasad ABK di lemari pendingin tidak penuhi unsur pidana
Minggu, 20 September 2020 - 07:29 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada unsur pidana terhadap penemuan lima jasad anak buah k...
Polres Sumedang tetapkan tiga tersangka gunting bendera merah putih
Kamis, 17 September 2020 - 17:11 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat menetapkan tiga orang yang diduga terlibat menjadi te...