1.543 KK di Desa Sukatani Purwakarta belum terima bansos
Elshinta
Kamis, 07 Mei 2020 - 21:29 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
1.543 KK di Desa Sukatani Purwakarta belum terima bansos
Sumber foto: Tita Sopandi/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepala Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Asep Sumpena mengaku kecewa dengan pola pemberian bantuan kepada warga terdampak Covid-19. Warga yang terdampak pandemi Covid-19 di desanya sebanyak 1.800 KK. Adapun yang ditanggulangi oleh dana desa sebanyak 240 KK dan oleh Pemkab Purwakarta sebanyak 107 KK. 
Sementara sisanya belum tertanggulangi oleh siapa pun termasuk Pemrov Jabar.

Menurut Asep, di desanya tidak ada bantuan dari Pemrov Jabar. Padahal populasi di Desa Sukatani termasuk besar, ada sekitar 5.000 KK. Dan yang lebih mengherankan, ungkap Asep, di desa lain bantuan provinsi sudah yang kedua dengan pendistribusian langsung kepada penerima, tanpa diketahui RT, RW atau pemerintah desa.

Dijelaskan Asep, pihaknya merasa tidak mengetahui dasar pendistribusian bansos dari provinsi. Sebab data yang selama ini digunakan pasti diinput secara berjenjang dari RT dan RW. Sementara untuk bansos provinsi pihaknya tidak mengetahui sumber pengambilan data warga penerima bantuan.

"Bagusnya kami dikasih data kuota penerima. Tentunya dengan kuota itu pihaknya akan berusaha keras agar data penerima bantuan benar-benar layak," kata Asep seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, Kamis (7/5).

Selain itu, menurut Asep, yang harus menjadi prioritas penanganan ketahanan pangan itu adalah, keluarga warga yang berstatus ODP, PDP atau terkonfirmasi positif. Seharusnya ada kebijakan serius dari Pemkab Purwakarta bagi mereka untuk pemenuhan kebutuhan pokok selama 14 hari masa karantina.

"Sementara ini kan tidak ada bantuan, sehingga harus menjadi perhatian dan jangan mengandalkan dari desa mana cukup," tandas Asep.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dekranasda upayakan songket khas Tanah Datar dimiliki semua kalangan
Jumat, 23 Juli 2021 - 16:12 WIB
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ny. Lise E...
Pembagian daging kurban, Polres Salatiga `door to door` untuk hindari kerumunan
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:13 WIB
Polres Salatiga, Jawa Tengah pada Idul Adha 1442 H menyembelih 4 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Rabu ...
Kisah Hani (8) ikut berkurban dengan uang tabungan selama tiga tahun
Kamis, 22 Juli 2021 - 08:36 WIB
Perintah berkurban bagi seorang Muslim yang bertakwa tampaknya tidak hanya terbatas untuk orang dew...
PGI: Kesampingkan perbedaan politik dan fokus tangani COVID-19
Rabu, 21 Juli 2021 - 14:58 WIB
Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air aga...
Imam Besar Masjid Istiqlal ajak masyarakat sukseskan perpanjangan PPKM
Rabu, 21 Juli 2021 - 14:36 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan perp...
Muhammadiyah dukung perpanjangan PPKM untuk kebaikan bersama
Rabu, 21 Juli 2021 - 14:15 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mendukung perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan ...
Wapres: Idul Adha momentum tingkatkan sumbangsih bagi bangsa
Selasa, 20 Juli 2021 - 17:14 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin berpesan bahwa semua pihak, dari masyarakat umum hingga korporasi, hend...
Menag ajak warga batasi mobilitas dan tak mudik saat Idul Adha
Jumat, 16 Juli 2021 - 17:56 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak warga untuk membatasi mobilitas dan tidak mudik saat Idul...
 PBNU ajak agar alihkan dana kurban untuk bantu warga terdampak pandemi
Rabu, 14 Juli 2021 - 20:35 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat khususnya warga Nahdliyin agar mengalihkan...
12 Juli 1975: Monas dibuka untuk umum
Senin, 12 Juli 2021 - 06:00 WIB
Monumen Nasional (Monas) dibuka untuk umum pertama kali pada 12 Juli 1975. Tidak mudah untuk mewujud...
Live Streaming Radio Network