Begini gambaran MotoGP digelar di tengah ancaman pandemi
Elshinta
Kamis, 07 Mei 2020 - 10:27 WIB |
Begini gambaran MotoGP digelar di tengah ancaman pandemi
Pebalap tim Monster Energy Yamaha Valentino Rossi menjalani sesi tes pramusim di Sirkuit Losail, Qatar. Foto: Antara.

Elshinta.com - Presiden asosiasi tim balap motor internasional (IRTA) Herve Poncharal memberi gambaran bagaimana Grand Prix MotoGP digelar di saat dunia melakukan pembatasan di tengah pandemi COVID-19.

MotoGP berencana bisa memulai kalender balapan yang tertunda karena krisis kesehatan global itu pada akhir Juli 2020, kemungkinan akan tertutup bagi para penggemarnya. Di mana dan kapan masih akan ditentukan.

"Ini situasi yang luar biasa. Tak ada yang siap untuk hal seperti ini," kata Poncharal, seperti dikutip laman resmi MotoGP, Rabu (6/5).

"Sekitar 10 hari lalu, jika kalian tanya saya apakah kita bisa mulai pada Juli, maka saya akan menyebut kalian bermimpi. Hari ini, ini menjadi sesuatu yang tak lagi mustahil," ujarnya.

Ia menimpali, "Kami mempelajari sejumlah skenario berbeda, bahkan satu musim kosong, yang tak bisa dibayangkan.... Hari ini, kita melihat jika isolasi telah menunjukkan hasilnya, walaupun situasinya masih jauh dari kejelasan."

Rencana untuk kembali balapan pada Juli dan Agustus 2020 terlihat memungkinkan, kata Poncharal, yang juga kepala tim Red Bull KTM Tech 2. Namun, belum ada kesepakatan yang ditandatangani.

Salah satu cara meyakinkan negara tuan rumah dan penyelenggara adalah dengan skenario balapan tanpa penonton.

"Tentunya kami tak suka itu. Para penggemar, publik, dan pendukung adalah dasar dari olah raga kami. Tapi, antara tanpa balapan sama sekali dan balapan tanpa penonton.... kalian pasti akan memilih opsi kedua," kata Poncharal.

Sebagai konsekuensinya, ofisial dan tim kompetitor harus mengurangi jumlah staf yang terlibat dalam Grand Prix.

Normalnya, di setiap balapan ada antara 2.500 hingga 3.000 orang yang terlibat. Sementara itu, di skenario tertutup, angka itu harus ditekan menjadi sekira 1.100 hingga 1.300 orang.

Hingga urusan katering, staf juga harus mematuhi aturan jaga jarak yang ditetapkan selama pandemi COVID-19

Ada juga kemungkinan menggelar dua balapan di sirkuit yang sama mengingat pendeknya jendela musim. "Kita mungkin tinggal di sirkuit yang sama selama dua pekan," kata dia.

Mencegah penyebaran virus

Untuk mencegah penyebaran virus corona, setiap pihak  yang terlibat akan menjalani tes dan semacam isolasi di sirkuit.

"Karena, paddock akan tak terlalu padat, kami akan menyediakan para pebalap, tak hanya MotoGP, kesempatan untuk tidur di lokasi dengan motorhome," kata Poncharal.

Ia menambahi, "Kami juga akan mencari solusi sehingga hotel-hotel terdekat bisa dipesan untuk staf paddock. Ini akan menghindarkan kontak dengan populasi setempat dan dari kontaminasi."

Keluar masuknya staf ke sirkuit pun sebisa mungkin akan diatur mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus.

MotoGP dan tim membutuhkan uang dari sponsor, dan sponsor datang karena ada publikasi. Namun, Grand Prix musim ini kemungkinan akan terbatas untuk media massa.

"Seperti halnya jika kita mengizinkan sedikit jurnalis, siapa yang akan menentukan? Tentunya akan ada orang yang tak senang karena tak terpilih," kata Poncharal.

Ia pun mengimbuhi, "Akan tetapi saya harap tim bisa menjaga press officer mereka tersedia untuk media. Bukan saya yang menentukan, tapi jika jurnalis tak ada, maka tugas kami adalah menyediakan mereka informasi sebanyak mungkin."

Pandemi COVID-19 telah memaksa sebelas Grand Prix yang ada di kalender MotoGP tak bisa digelar sesuai jadwal, diawali seri pembuka di Qatar yang batal.

Seri terdekat yang ada di kalender dan belum terkena imbas pandemi adalah Grand Prix Republik Ceko di Sirkuit Brno pada 9 Agustus 2020, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasca operasi kedua, Marquez absen di GP Republik Ceko
Selasa, 04 Agustus 2020 - 21:48 WIB
Marc Marquez, setelah menjalani operasi kedua terhadap tulang humerusnya yang retak, dipastikan tida...
Marc Marquez sukses jalani operasi kedua
Selasa, 04 Agustus 2020 - 08:46 WIB
Marc Marquez sukses menjalani operasi kedua di Spanyol, Senin (3/8) waktu setempat setelah plat tita...
Tanpa Marquez, Quartararo waspadai Vinales di GP Andalusia
Minggu, 26 Juli 2020 - 10:14 WIB
Fabio Quartararo berharap mengulangi kesuksesannya di Jerez namun akhir pekan ini akan mewaspadai an...
Manajer Repsol Honda ungkap alasan tarik Marquez dari GP Andalusia
Minggu, 26 Juli 2020 - 09:15 WIB
Manajer Repsol Honda Alberto Puig, Sabtu mengungkapkan keputusan tim menarik Marc Marquez dari Grand...
Kabar kondisi terkini Marquez jelang GP Andalusia
Jumat, 24 Juli 2020 - 08:06 WIB
Manajer tim Repsol Honda Alberto Puig mengungkapkan bahwa Marc Marquez, setelah dinyatakan fit pasca...
Marquez, Vinales, Crutchlow bersaing ketat di FP1 Grand Prix Spanyol
Jumat, 17 Juli 2020 - 19:36 WIB
Marc Marquez memuncaki catatan waktu sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Spanyol di Sirkuit ...
ITDC fokus percepat konstruksi Sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2021
Rabu, 15 Juli 2020 - 16:48 WIB
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)...
Dovizioso patah tulang selangka setelah kecelakaan motocross di Italia
Senin, 29 Juni 2020 - 08:47 WIB
Pebalap Ducati Andrea Dovizioso akan menjalani operasi tulang selangka, Minggu (28/6) petang waktu I...
MotoGP restart, begini protokol COVID-19 di sirkuit
Rabu, 17 Juni 2020 - 08:26 WIB
MotoGP akan memulai musim balapan 2020 yang tertunda karena pandemi virus corona pada 18 Juli dengan...
Legenda MotoGP Carlo Ubbiali meninggal dunia
Selasa, 02 Juni 2020 - 21:11 WIB
Legenda MotoGP Carlo Ubbiali, peraih sembilan gelar juara dunia, meninggal dunia di usia 90 tahun, d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV