Bagaimana mengajarkan anak agar mau minta maaf?
Elshinta
Selasa, 05 Mei 2020 - 11:36 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Bagaimana mengajarkan anak agar mau minta maaf?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3dljUiT

Elshinta.com - Mengajarkan anak untuk minta maaf bukan perkara mudah. Sebab bukan hanya sekadar minta maaf, tapi orang tua juga perlu membimbing anak agar tidak melakukan kesalahan yang sama setelah mengutarakan rasa penyesalan.

Namun, tetap usahakan untuk tidak memaksakan anak untuk melakukan hal ini. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa cara yang bisa diajarkan orang tua kepada anaknya:

Berdiskusi
Ketika anak melakukan kesalahan besar, orang tua jangan langsung memaksanya untuk mengatakan kata maaf. Jika mengajari anak untuk minta maaf dengan paksaan, maka ucapan maaf yang keluar dari mulut anak hanyalah sebuah permintaan maaf yang terpaksa dan tidak tulus dari dalam hatinya.

Cobalah untuk pelan-pelan berdiskusi, sehingga anak belajar untuk mengetahui bahwa perilaku tersebut salah karena dapat menyakiti, merugikan atau bahkan melukai orang lain. 
Proses ini cukup berguna ketika diperkenalkan, baik kesalahan tersebut dilakukan secara sengaja ataupun tanpa sengaja.

Alasan meminta maaf
Mengajarkan anak untuk minta maaf dengan cara menjelaskan alasan mengapa mereka harus berkata maaf sekaligus belajar tentang cara berperilaku baik pada saat yang bersamaan.

Dengan menjelaskan mengenai kesalahan yang telah mereka buat dan dampaknya terhadap orang lain merupakan cara terbaik untuk mengajarkan anak untuk minta maaf.

Setelah memberikan waktu bagi anak untuk berpikir mengenai perilakunya, tanyakan pada mereka apa yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki situasi yang telah terjadi.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KZiD55

Beri tahu anak bila perilakunya salah
Orang tua perlu secara tegas memberi tahu anak ketika mereka melakukan sebuah kesalahan dan perilaku yang salah. Beberapa contohnya seperti saat menggigit, memukul, atau merebut mainan anak lain.

Jika perilaku buruk tersebut didiamkan saja maka secara tidak sadar orang tua telah menanamkan pada anak bahwa apa perbuatan tersebut bukan sebuah kesalahan dan tidak akan menghasilkan konsekuensi negatif.

Menjadi contoh yang baik
Orang tua perlu mencontohkan bagaimana merespon sebuah keadaan agar anak lebih terbiasa untuk minta maaf. Kemampuan anak untuk menyelesaikan sebuah hubungan dipelajari dari orang tua. 

Penting untuk mengajarkan anak bahwa selalu ada masalah dalam suatu hubungan sekaligus ada juga cara untuk memperbaikinya.

Mengingatkan
Jika anak tetap mengabaikan perilaku yang seharusnya dilakukan yaitu meminta maaf, orang tua perlu memberitahukannya secara tegas. Tegas bukan berarti harus memarahi, namun dirinya juga perlu mengetahui bahwa ada konsekuensi bila tak kunjung minta maaf seperti hubungan menjadi kurang baik. Sekaligus memberitahu bahwa perilakunya salah dan sebaiknya tidak diulangi di lain waktu. 

Menyelesaikan masalah
Terkadang, meski anak sudah minta maaf dengan tulus, masalah belum sepenuhnya selesai. Hal yang lebih penting adalah memperbaiki dan menyelesaikan sebuah situasi permasalahan. Misalnya dengan mengembalikan mainan yang direbut.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3b7qNmu

Mengajarkan empati
Anak-anak perlu sekali mulai belajar mengenai empati. Ini termasuk salah satu modal ketika sedang bersosialisasi terhadap banyak orang. Dengan memiliki perasaan empati diharapkan mereka bisa lebih peduli terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya.

Jika diperkenalkan sedari kecil, anak mama pun dapat menerima segala konsekuensi terhadap kesalahannya dan bertanggung jawab untuk meminta maaf. 

Jadi perantara
Bila meminta dan memberikan maaf sudah menjadi kebiasaan di rumah, mungkin tidak terlalu sulit untuk diterapkan anak di mana pun ia berada. Tapi jika ini adalah pertama kalinya ia minta maaf, temani anak dan jadilah perantara antara ia dan temannya.

Misalnya dengan mempertemukan anak dengan temannya. Lalu, bantu anak menyampaikan ucapan maafnya.

Bahasa tubuh pendukung
Selain kata-kata atau verbal, penyesalan semakin tulus bila dinyatakan pula secara nonverbal, seperti bersalaman, merangkul, memeluk, dan mengelus. Sehingga anak dapat mengenal kesalahan sambil melepaskan perasaan bersalahnya,  berempati, dan mengasah kepekaannya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2W2OXdw

Berikan apresiasi 
Jika anak berhasil berani untuk minta maaf, jangan lupa memberikan pujian. 
Dengan sebuah pujian kecil, me akan berka akan belajar bahwa dirinya berhasil melakukan sesuatu yang diinginkan oleh kedua orangtuanya. 

Pujian ini juga membantunya untuk sekadar motivasi agar selalu mengulangi tindakan minta maaf saat ia melakukan kesalahan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV