Italia cabut aturan karantina akibat COVID-19
Elshinta
Senin, 04 Mei 2020 - 20:26 WIB |
Italia cabut aturan karantina akibat COVID-19
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Italia pada Senin (4/5) mencabut aturan karantina terpanjang di Eropa, dan mengizinkan 4,5 juta warganya kembali bekerja setelah dua bulan berada di rumah untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Dengungan mobil, bus, dan sepeda motor menunjukkan peningkatan perjalanan pagi hari, tetapi lalu lintas masih terasa lebih lengang dibandingkan masa sebelum virus menyerang pada Februari.

Pemerintah telah memerintahkan pencabutan aturan secara bertahap dengan memberi lampu hijau kepada pabrik-pabrik untuk mulai kembali berproduksi.

Selain itu, pemerintah telah membolehkan taman-taman dibuka kembali, sehingga memberi anak-anak kesempatan untuk berlarian, sementara kerabat dan keluarga dapat saling bertemu kembali.

Namun, warga tetap diharuskan untuk menjaga jarak dan sebagian besar toko masih tutup hingga 18 Mei. Restoran dan bar hanya dapat melayani pesan antar, sedangkan sekolah, bioskop, dan teater akan tetap tutup sampai waktu yang belum ditentukan.

Gianluca Martucci adalah salah satu dari sedikit orang yang bisa kembali bekerja sejak karantina nasional diberlakukan di Italia pada 12 Maret lalu.

"Sangat senang untuk kembali (bekerja), tetapi dunia telah benar-benar berubah," kata dia seperti dikutip dari Antara.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertama kali, Vatikan ungkap kekayaan properti
Minggu, 25 Juli 2021 - 06:00 WIB
Vatikan untuk pertama kali merilis informasi tentang properti yang dimilikinya pada Sabtu yang mengu...
Australia setujui penggunaan vaksin Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun
Jumat, 23 Juli 2021 - 09:15 WIB
Regulator obat Australia telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer untuk anak-anak berusia ...
KBRI pastikan tak ada WNI jadi korban banjir Zhengzhou
Kamis, 22 Juli 2021 - 15:12 WIB
Kedutaan Besar RI di Beijing, China, memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban...
Tiongkok tolak rencana WHO untuk tahap kedua penyelidikan asal COVID-19
Kamis, 22 Juli 2021 - 14:45 WIB
Tiongkok pada Kamis (22/7) menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tahap kedua penyel...
Suriah cegat serangan udara Israel di Homs
Kamis, 22 Juli 2021 - 11:58 WIB
Pertahanan udara Suriah pada Kamis pagi berhasil mencegat serangan Israel di daerah al Qusair di Hom...
Pistol penembak Billy the Kid akan dilelang
Kamis, 22 Juli 2021 - 10:07 WIB
Salah satu senjata ikonik dari masa Barat Liar Amerika, yaitu pistol yang membunuh buronan legendari...
Presiden Maduro sebut surat Vatikan sebagai `ringkasan kebencian`
Kamis, 22 Juli 2021 - 09:55 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Rabu (21/7) menyatakan surat yang dikirim oleh menteri luar ...
Tertular COVID-19 di penjara, penasihat Suu Kyi meninggal
Rabu, 21 Juli 2021 - 12:45 WIB
Politisi Nyan Win, penasihat senior pemimpin Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi, meninggal di r...
Fauci: Varian Delta di balik lebih dari 80 persen kasus COVID di AS
Rabu, 21 Juli 2021 - 12:10 WIB
Varian Delta adalah penyebab lebih dari 80 persen kasus baru COVID-19 AS, tetapi vaksin resmi tetap ...
Haiti lantik PM baru pascapembunuhan Presiden Moise
Rabu, 21 Juli 2021 - 10:05 WIB
Pemerintah Haiti pada Selasa (20/7) secara resmi menetapkan Ariel Henry sebagai perdana menteri, ham...
Live Streaming Radio Network