Perlukah menghukum anak? Bagaimana caranya?
Elshinta
Kamis, 16 April 2020 - 10:52 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Perlukah menghukum anak? Bagaimana caranya?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2VdAsTK

Elshinta.com - Selama masa perkembangan, terkadang anak melakukan kesalahan. Saat itu terjadi, beberapa orang tua lebih memilih memberi hukuman seperti mengurung anak di kamar atau hukuman fisik lainnya. Namun hukuman yang tidak tepat justru akan membuat perilaku anak semakin menjadi-jadi.

Apalagi jika hukuman dalam bentuk kekerasan fisik, karena bisa muncul kebencian dalam diri anak terhadap orangtua. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini cara yang sebaiknya dilakukan dalam memberi hukuman agar anak menjadi lebih baik: 

Biarkan anak mengetahui kesalahannya
Salah satu cara yang bijak dalam memberi hukuman kepada anak adalah terlebih dahulu menjelaskan kepada anak tentang alasan kenapa dihukum. Tujuannya agar anak mengetahui kesalahan yang diperbuatnya.

Dengan memahami apa yang menjadi kesalahannya, maka hukuman yang diberikan kepada anak tersebut akan membuatnya belajar dari pengalaman dan berusaha tidak mengulangi lagi perilakunya yang buruk.

Dengarkan penjelasan anak
Ketika anak melakukan kesalahan, sebagian orangtua langsung saja memberi hukuman tanpa mau mendengar alasan apapun.

Padahal mendengarkan alasan anak terlebih dahulu merupakan hal yang sangat penting, agar tidak salah menghukum. Dengarkan alasan mereka dan hargai itu.

Hukuman bernilai positif
Banyak bentuk hukuman yang mendidik yang bisa merangsang anak untuk bersikap lebih baik. Misalnya pengurangan uang jajan, menghafal perkalian, membersihkan sendiri tempat tidurnya, menyapu halaman rumah, membatasi bermain game atau bermain bersama teman-temannya.

Berikan anak waktu untuk menyendiri dan merenungi kesalahannya agar anak bisa mengistrospeksi sikap dan perilakunya. Namun tetap dampingi anak agar efek hukuman yang diberikan lebih bernilai positif.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3cqMbnJ

Tegas 
Dalam mendidik anak sebaiknya berlaku lemah lembut namun tetap tegas dan sangat disarankan untuk meminimalisir tindakan progresif atau keras terhadap anak.

Tegas adalah suatu tindakan yang dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat, dan tetap menghargai perasaan anak. Sedangkan keras adalah tindakan yang lebih menuruti emosi, tanpa mempertimbangkan dampak yang bisa ditimbulkan dari sebuah perbuatan.

Jangan emosi
Hukuman yang diberikan kepada anak saat dalam kondisi marah dan emosi, bukan saja berdampak buruk pada psikologi anak tetapi akan berdampak buruk pada diri orang tua sendiri.

Jadi kendalikan dulu amarah dan sikap emosi sebelum menghukum anak. Ketika suasana hati sudah lebih tenang maka bisa memberi hukuman pada anak.

Tapi yakinkan pada anak, hukuman yang diberikan tersebut adalah sebagai bentuk cinta dari orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi lebih baik lagi.

Harus proporsional
Berikan hukuman yang proporsional, tidak berlebihan. Jangan sampai kesalahan kecil namun hukumannya sangat berat dan jangan pula sebaliknya.

Tingkat kesesuaian hukuman dengan kesalahan yang dilakukan sangatlah penting. Sesuaikan juga hukuman yang diberikan dengan tingkat usia anak agar hukuman yang diberikan benar-benar efektif dan tepat sasaran.

Jangan mempermalukan anak
Memberi hukuman yang bisa mempermalukan anak akan sangat berpengaruh pada psikologis anak. Anak akan merasa malu karena dihukum didepan teman-temannya. Selain itu anak akan merasa minder dan trauma. 

Jika ingin memberi hukuman sebaiknya pilihlah tempat dan waktu yang tepat. Hindari memukul hingga meninggalkan bekas luka atau menyindir anak tentang kekurangan fisik.

Berikan penghargaan
Jika anak telah menjalani hukuman dan dapat mengambil hikmah dari hukuman itu, berikan apresiasi padanya. Jangan ragu untuk memuji komitmennya dalam menjalani hukuman.

Penghargaan dan pujian pada anak yang diberikan secara tepat membuat anak tidak kehilangan semangat.
Jika rutin memberikan pujian yang cocok, anak akan lebih mudah menerima kritik sehingga bisa terus berusaha. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2XDLVOj

Konsisten
Orang tua harus konsisten saat memberikan hukuman jika anak masih melakukan kesalahan yang sama. Banyak orangtua yang merasa kasihan. Hal ini sama dengan mengembangkan sikap plin plan dari anak.

Meminta maaf 
Mendorong anak untuk meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat sama dengan menumbuhkan sikap tanggung jawab di dalam diri anak. Tanamkan padanya bahwa minta maaf tidak akan membuatmu dipandang rendah atau lemah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV