Polri tindak 18 kasus penyimpangan produksi dan distribusi APD
Elshinta
Kamis, 09 April 2020 - 19:25 WIB |
Polri tindak 18 kasus penyimpangan produksi dan distribusi APD
Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra. Sumber Foto: https://bit.ly/2VbMYlC

Elshinta.com - Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengatakan Kepolisian Republik Indonesia telah mengungkap 18 kasus terkait dengan indikasi terjadinya penyimpangan atau penyalahgunaan dalam produksi dan pendistribusian alat pelindung diri (APD), hingga Kamis (9/4).

"Dari 18 kasus ini, modus operandinya adalah memainkan harga , menimbun, menghalangi dan menghambat jalur distribusi alat kesehatan, serta memproduksi dan mengedarkan APD, hand-sanitizer, atau alat kesehatan lainnya yang tidak sesuai dengan standar dan izin edar," ujar Asep, dalam konferensi pers secara daring di Graha BNPB, Jakarta.

Khusus menyikapi dan sekaligus mengantisipasi keterbatasan jumlah alat pelindung diri (APD), hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya, Asep mengatakan Kapolri telah mengeluarkan Surat Telegram nomor 1.101 IV Tahun 2020. Surat Telegram atau ST ini dimaksudkan dalam rangka memberikan pedoman penanganan perkara dan pelaksanaan tugas selama pencegahan COVID-19.

Dari 18 kasus tersebut, Asep melanjutkan, terdapat 33 tersangka, dan dua di antaranya dilakukan penahanan. Para tersangka kemudian dipersangkakan dengan dua undang-undang. Pertama, undang-undang no.7 tahun 2012 tentang perdagangan, untuk pelanggaran pasal 29 dan pasal 107, ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara, dan denda Rp50 miliar.

Kedua, dipersangkakan pula para pelaku tentang undang-undang no.36, perihal kesehatan. Untuk pelanggaran pasal 98 dan 196, ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara, dan denda Rp1,5 miliar. "Penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri adalah merupakan upaya yang paling akhir atau ultimum premidium, karena yang kami ke depankan adalah pola pendekatan kepolisian yang bersifat preemtif dan juga preventif," kata Asep, dihimpun Antara.

Pendekatan preemtif dilakukan dengan memberikan imbauan, dan kemudian melakukan pemantauan yang sifatnya untuk mengingatkan dan juga pencegahan. Apabila kedua upaya ini tidak efektif, maka upaya penegakan hukum menjadi pilihan terakhir untuk memberikan jaminan kepastian kepada para pelaku kejahatan tersebut.

Selanjutnya, sebagai upaya yang berkelanjutan, Kepolisian terus melakukan koordinasi dan pengawasan bersama dengan dinas kesehatan, serta para distributor demi menjamin ketersediaan alat kesehatan bagi masyarakat, khususnya para tenaga medis.

Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada seluruh pelaku usaha, baik yang memproduksi maupun mendistribusikan, alat perlindungan diri (APD) harus mentaati ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan undang-undang. "Apabila ini tidak dipatuhi ada perundang-undangan yang mengatur dengan perangkat ancaman hukuman pidananya. Jadi, hal ini bagi para pelaku usaha hendaknya menjadi perhatian khusus," kata Asep.

Secara umum, Asep juga menyampaikan bahwa penggunaan alat perlindungan diri (APD) bagi kepolisian RI dalam tugas sehari-hari adalah menjadi sebuah keharusan, baik dalam tugas rutin, tugas yang sifatnya mobilitas dan pelayanan kepada masyarkat. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Banyumas tangkap tersangka pencabulan terhadap anak
Rabu, 03 Juni 2020 - 17:12 WIB
Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas menangkap seo...
Brimob Polda Sumut amankan pencuri HP istri mantan Gubsu
Rabu, 03 Juni 2020 - 15:36 WIB
Tim Elang Intelmob Satuan Brimob Polda Sumut mengamankan pencuri handphone (HP) milik Fatimah Habibi...
Polres Belitung ringkus pelaku penyalahgunaan narkotika
Selasa, 02 Juni 2020 - 18:12 WIB
Kepolisian Resor Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menangkap pelaku penyalahgunaan narko...
Diburu 6 bulan, pengedar sabu diringkus Polres Purwakarta
Selasa, 02 Juni 2020 - 16:58 WIB
Polres Purwakarta, Jawa Barat, meringkus seorang penjual sabu di wilayah Purwakarta, berinisial AH (...
Pasca-bentrok di Kabupaten Tapanuli Selatan, polisi tetapkan 17 orang jadi tersangka
Senin, 01 Juni 2020 - 15:27 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin,M.Si menegaskan, bentrokan yang terjadi di Belawan dan...
Polrestro Jaksel tangkap artis DS karena diduga terkait narkoba
Senin, 01 Juni 2020 - 11:39 WIB
Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap aktor peran berinisial DS karena diduga terlibat p...
BNN bekuk penyelundup sabu dalam karung beras, dikendalikan dari jaringan lapas
Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:05 WIB
Seorang pria, Agustiar (39), diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) atas penyelundupan sab...
Polsek Pangkalan Susu amankan pemilik sabu
Sabtu, 30 Mei 2020 - 10:51 WIB
Unit Reskrim Polsek Pangkalan Susu, Polres Langkat, Sumatera Utara mengamankan satu orang pria didug...
Polsek Besitang amankan pemilik sabu
Sabtu, 30 Mei 2020 - 10:25 WIB
Unit Reskrim Polsek Besitang, Polres Langkat, Sumut berhasil mengamankan satu orang pria yang diduga...
Pelaku pencurian beras berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Cileunyi
Jumat, 29 Mei 2020 - 17:47 WIB
Setelah mendapat laporan adanya pencurian beras di Pasar Sehat Cileunyi Los A 10 Desa Cileunyi Wetan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV