Bagaimana membuat anak agar merasa nyaman dan betah di rumah?
Elshinta
Kamis, 09 April 2020 - 10:07 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Bagaimana membuat anak agar merasa nyaman dan betah di rumah?
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2URWmMq

Elshinta.com -  Suasana rumah yang nyaman turut mempengaruhi perkembangan anak. Anak akan tumbuh baik jika dibesarkan di rumah yang mampu memberi rasa aman dan ketenangan untuk belajar hal baru. Karena itu penting untuk membuat anak betah di rumah.

Namun masih ada keluarga yang anggotanya justru tidak betah di rumah dan lebih senang berada di luar rumah sehingga waktu bareng keluarga di rumah sedikit.
 
Membuat anak betah di rumah memang susah gampang karena apalagi bila anak sudah mulai beranjak remaja yang menganggap berkegiatan di luar rumah dianggap lebih menyenangkan. 

Lalu apa yang haus dilakukan orang tua? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah cara agar anak merasa nyaman dan betah di rumah:

Gunakan kata-kata bijak 
Orang tua tidak bisa mengontrol bagaimana dan dengan siapa anak berbicara di sekolah atau tempat bermain. Namun, orang tua dapat mengontrol sepenuhnya suasana seperti apa yang dibangun di dalam rumah.

Suara yang digunakan orang tua saat berbicara akan selalu diingat oleh anak. Suara yang penuh dengan keyakinan, cinta, kesabaran, dukungan dan penerimaan harus ditanamkan kepada anak. Orang tua adalah orang yang mampu memberikan pengaruh besar. 

Berikan dukungan
Anak-anak punya semangat dan keinginan yang kuat untuk belajar hal baru, tapi pada saat belajar sering kali membutuhkan waktu yang lama atau bahkan mengalami kegagalan berkali-kali. Di sinilah orang tua berperan sangat penting untuk memberikan semangat. 

Anak akan semakin dekat dengan orang tua ketika mereka diberikan dorongan melalui pujian dan nasihat yang membangun. Sebaliknya, kritik pada saat mereka sudah berusaha dengan keras justru mematikan semangat dan komitmen mereka untuk mendapatkan hasil yang baik.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3b10BuQ

Tunjukkan kasih sayang 
Tunjukkan kasih sayang orang tua kepada anak dengan cara memeluk, merangkul, memegang tangan dan cara-cara lain yang menyuarakan bahwa orang tua sangat menyayangi mereka. Dengan cara itu, anak merasa nyaman untuk balik mengekspresikan perasaan mereka pada saat mereka sakit atau berada dalam masalah.
 
Quality time 
Salah satu penyebab anak jarang untuk tinggal di rumah adalah kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua. Sehingga anak memilih untuk mencari teman-teman untuk memenuhi hasrat sosialnya.

Oleh karena itu, sesibuk apapun orang tua, sempatkanlah untuk bisa berkumpul bersama anggota keluarga. Tentukan waktu khusus untuk berkumpul bersama-sama dan jadikan sebagai qulity time bersama keluarga.

Buat suasana menyenangkan
Suasana rumah yang kurang menyenangkan biasanya dipicu karena hubungan antara anggota keluarga yang kurang harmonis, misalnya saja hubungan antara ayah dan ibu yang renggang, sehingga hal tersebut berpengaruh pada anak.

Membangun suasana keluarga yang menyenangkan adalah hal mutlak yang harus dilakukan dan bisa dimulai dari membangun hubungan yang harmonis dengan sesama anggota keluarga.

Bangun komunikasi positif
Komunikasi yang kaku dalam sebuah keluarga bisa membuat anggota keluarga merasa dipisahkan oleh sekat-sekat, oleh karena itu komunikasi yang baik dengan sesama anggota keluarga adalah hal yang harus diutamakan.

Berbicara dengan lembut dan penuh kasih sayang bisa menumbuhkan perasaan cinta dan kasih sayang antara orang tua dan anak. 

Memasak makanan kesukaan anak
Orang tua bisa meminta anak membantu dalam memasak makanan yang disukai secara bersama-sama, dengan begitu keterampilan anak juga bisa bertambah.

Usahakan dalam memasak makanan memenuhi kebutuhan akan asupan gizi, protein dan nutrizi bisa untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Selain memasak, lakukan pula makan bersama dengan para anggota keluarga. Kebiasaan tersebut bisa menumbuhkan ikatan emosional, sehingga para anggota keluarga memiliki sikap kepedulian yang tinggi terhadap anggota keluarga yang lain.

Orang tua juga bisa menyelipkan nasihat-nasihat ringan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang menghormati orang tua.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3e6Qt5z

Mengikuti perkembangan
Sebagai orang tua sebaiknya mengikuti perkembangan hal-hal yang tren dikalangan anak, agar bisa lebih nyambung saat berbicara atau diskusi dengan anak. Salah satu yang diduga memicu anak lebih memilih bergaul diluar lingkungan keluarga adalah anak tak menemukan orang yang memiliki cara berpikir dengannya.

Oleh karena itu sebaiknya sebagai orang tua harus pandai menempatkan diri dan tahu kapan harus menjadi orang tua, teman, motivator, dan inspirator bagi anaknya.

Berlibur bersama anggota keluarga
Agar anak tidak merasa jenuh dengan aktivitas yang itu-itu saja di lingkungan keluarga maka berlibur bersama anggota keluarga merupakan salah satu solusinya.

Orang tua bisa memberikan kewenangan kepada anak untuk memilih lokasi liburan yang disukai dengan begitu anak akan belajar mengambil keputusan sehingga menanamkan sikap berani dan bertanggung jawab dalam pribadi anak.

Jangan tekan anak
Adanya aturan di keluarga yang begitu ketat, akan membuat anak merasa tertekan dan tak bisa mengekspresikan dirinya.

Dalam menerapkan aturan dalam rumah, usahakan jangan terlalu menekan kebebasan anak. Sebagai orang sebaiknya bersikap tegas bukan keras apalagi otoriter.

Membekali anak dengan ilmu agama 
Sebagai orang tua wajib memberikan dan mengajarkan anak dengan ilmu agama yang memadai. Sehingga anak bisa membedakan hal yang baik dan buruk ketika bersosialisasi dilingkungan masyarakat. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2XlVCR6

Menemani bermain
Pada usia 4-6 tahun, anak biasanya mulai menyadari bahwa mereka membutuhkan teman bermain. Perhatikan dan berikan respon ketika anak mengajak bermain. Selain itu, orang tua juga bisa mengizinkan teman anak atau saudara untuk main ke rumah.

Kenali bakat anak
Arahkan bakat atau minat anak di dalam rumah dengan memberikan fasilitas agar kegiatan tersebut bisa dilakukan di dalam rumah.
Selain bermanfaat karena memiliki kegiatan yang bermanfaat, minatnya akan tersalurkan dengan cara yang tepat.


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Literasi Gizi Untuk Orang Tua Lintas Generasi
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:34 WIB
Sudahkah Anda memperhatikan isi piring anak-anak kita? Literasi gizi masyarakat Indonesia saat ini m...
Kekuatan mental orang tua diuji saat rawat anak down syndrome
Minggu, 21 Maret 2021 - 13:16 WIB
Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) membagikan tips dalam merawat anak- anak yang memili...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV