WHO sebut Asia Tenggara butuh 1,9 juta perawat dan bidan
Elshinta
Rabu, 08 April 2020 - 10:34 WIB |
WHO sebut Asia Tenggara butuh 1,9 juta perawat dan bidan
Perawat mengenakan pakaian APD (Alat Pelindung Diri) membawa pasien dalam pengawasan COVID-19 (Corona Virus Desease) di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara perlu melipatgandakan upaya untuk memperkuat dan memperluas kader perawat dan bidan hingga 1,9 juta orang, untuk mencapai visi kesehatan bagi semua pada 2030.

Menurut Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Dr. Poonam Khetrapal Singh, perawat dan bidan adalah pusat dari layanan kesehatan yang berkualitas untuk semua orang, untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan selama masa hidup, merawat ibu, bayi baru lahir dan anak-anak untuk memberikan imunisasi yang menyelamatkan jiwa, nasihat kesehatan, dan merawat orang tua.

“Kita harus melipatgandakan upaya kita untuk memastikan tenaga kerja keperawatan dan kebidanan memiliki kekuatan, keterampilan, dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan semua orang,” kata Singh pada peringatan Hari Kesehatan Dunia, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis Kantor Regional WHO Asia Tenggara, Selasa.

Tema Hari Kesehatan Dunia, yang menandai dasar pendirian WHO, adalah mendukung dan memperkuat tenaga kerja keperawatan dan kebidanan.

Pada 2015, WHO Asia Tenggara memulai “Dekade Penguatan Tenaga Kesehatan” yang bertujuan mengatasi kekurangan dan kesenjangan keterampilan tenaga kerja kesehatan di kawasan.

Meningkatkan pendidikan keperawatan dan kebidanan, penyebaran dan retensi pedesaan telah menjadi prioritas utama. Pada 2018, kawasan ini memiliki 3,5 juta perawat dan bidan atau18 orang per 10.000 penduduk, naik dari 2,9 juta pada 2014, rasio 16 orang per 10.000 penduduk.

“Sudah ada kemajuan, tetapi masih banyak yang harus dilakukan,” kata Singh.

Rata-rata regional masih jauh di bawah rata-rata global 37 perawat per 10.000 populasi, dan minimum yang diperlukan 40 perawat oleh 10.000 populasi. Pada 2030, kawasan ini akan membutuhkan sebanyak 1,9 juta lebih perawat dan bidan.

Untuk mengisi celah ini, Laporan Keperawatan Negara yang pertama di dunia yang dirilis hari ini, menyoroti bidang-bidang utama yang perlu difokuskan oleh negara.

“Kita perlu meningkatkan jumlah perawat dan meningkatkan pendidikan keperawatan; kita perlu meningkatkan jumlah pekerjaan untuk perawat, kualitas dan distribusinya di daerah pedesaan dan terpinggirkan; dan kita perlu meningkatkan kepemimpinan, manajemen dan penugasan peran khusus untuk perawat,” ujar Dr. Khetrapal Singh.

Kemajuan pada masing-masing prioritas ini akan membantu negara memperkuat layanan untuk kesehatan ibu dan anak di antara kebutuhan lain, sementara juga memposisikan mereka untuk merespon lebih baik terhadap penyakit tidak menular, untuk menyediakan layanan perawatan intensif yang memadai, dan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan orang tua.

“Wabah global COVID-19 menekankan betapa pentingnya perawat bagi keamanan kesehatan, dan WHO mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada mereka atas layanan mereka di masa-masa sulit ini,” kata dia.

Tahun 2020 dirayakan sebagai Tahun Perawat dan Bidan Internasional, karena menandai ulang tahun ke-200 kelahiran Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern. Tokoh asal Inggris ini menjadi terkenal saat melayani sebagai manajer dan pelatih perawat selama Perang Krimea, di mana ia mengatur perawatan untuk prajurit yang terluka.

Menyerukan kepada negara-negara untuk mempertahankan dan mempercepat kemajuan di bidang vital ini, WHO menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung semua negara di Asia Tenggara untuk memperkuat tenaga kerja keperawatan dan kebidanan mereka.

“Bersama-sama kita dapat mencapai cakupan kesehatan universal dan memajukan agenda keadilan. Kesehatan untuk semua usia adalah mungkin. Kita harus mewujudkannya,” Singh menegaskan, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Benua Amerika episentrum baru COVID-19, WHO: Kini bukan saatnya negara-negara longgarkan pembatasan
Rabu, 27 Mei 2020 - 12:26 WIB
Benua Amerika muncul sebagai episentrum baru pandemi COVID-19, demikian dinyatakan Organisasi Keseha...
Prakirakan cuaca Jawa Barat pagi hingga malam hari
Rabu, 27 Mei 2020 - 10:36 WIB
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan akan terjadi beberapa wilayah di Jawa Bara...
Harga minyak naik dipicu pemangkasan pasokan dan pelonggaran lockdown
Rabu, 27 Mei 2020 - 08:37 WIB
Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), didukung oleh tanda-tanda bahwa pro...
Puluhan tahanan di penjara El Salvador terinfeksi COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 13:29 WIB
Sebanyak 36 narapidana di beberapa penjara El Salvador dinyatakan positif terinfeksi virus corona (C...
Tiongkok berharap gencatan senjata Idul Fitri di Afghanistan berlanjut
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:59 WIB
Tiongkok berharap gencatan senjata antarpihak bertikai di Afghanistan selama Idul Fitri akan terus b...
Lima negara sambut baik gencatan senjata Afghanistan dan Taliban
Senin, 25 Mei 2020 - 15:35 WIB
Indonesia, Jerman, Norwegia, Uzbekistan, dan Qatar menyambut baik pengumuman gencatan senjata oleh p...
WNI di Swiss rayakan Idul Fitri secara virtual
Senin, 25 Mei 2020 - 11:27 WIB
Masyarakat Indonesia di Swiss merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah melalui silaturahmi virtual, karena ...
Presiden: RS Chile alami kesulitan saat COVID-19 dekati 70.000 kasus
Senin, 25 Mei 2020 - 10:26 WIB
Sistem layanan kesehatan Chile mengalami kesulitan dan `hampir mencapai batasnya`, kata Presiden Seb...
Gempa dengan magnitudo 5,8 guncang Selandia Baru
Senin, 25 Mei 2020 - 08:30 WIB
Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang ibu kota Selandia Baru, Wellington pada Senin (25/5), tanpa a...
Brazil, pusat baru wabah corona, laporkan 965 kematian harian
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:12 WIB
Brazil melaporkan 965 kematian harian akibat virus corona baru pada Sabtu (23/5) sehingga jumlah tot...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV