Tanpa lockdown, Dubes Korsel paparkan strategi hadapi lonjakan kasus COVID-19
Elshinta
Selasa, 07 April 2020 - 07:38 WIB |
Tanpa lockdown, Dubes Korsel paparkan strategi hadapi lonjakan kasus COVID-19
Duta Besar Korea Selatan, Kim Chang-Beom, dalam konferensi video bertajuk `How Korea deals with COVID-19`, di Jakarta, Senin (6/4/2020). Foto: Ant - Tangkapan layar konferensi video

Elshinta.com - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-Beom memaparkan sejumlah strategi Korea Selatan dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 tanpa menerapkan kebijakan lockdown atau karantina menyeluruh di negara tersebut.

“Kami mengikuti rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak awal. Kami tidak menerapkan lockdown, namun kami melakukan upaya maksimal untuk membendung penyebaran wabah tersebut,” kata Dubes Kim melalui konferensi video bertajuk `How Korea deals with COVID-19`, di Jakarta, Senin (6/4).

Dia menjelaskan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Korea Selatan dapat disimpulkan dalam empat poin penting.

Pertama, langkah tes yang agresif yang disebut sebagai inti dari upaya melawan COVID-19. “Kami dapat melakukan sebanyak 20.000 tes per hari dan hingga kini, kami sudah melakukan sebanyak 466.000 tes,” ungkap Dubes Korsel.

Guna mempercepat tes tersebut, Korea Selatan menciptakan metode yang aman, cepat, dan nyaman, yakni melalui tes drive-through, yakni di mana masyarakat tak perlu turun dari kendaraan masing-masing untuk dapat dites. Proses tes dapat dilakukan di bawah 10 menit dengan cara yang juga aman bagi para pekerja medis.

“Yang kedua adalah pelacakan (tracing). Kami menggunakan berbagai metode untuk melacak dan mengobati mereka yang melakukan kontak dengan pasien yang positif,” katanya.

Dubes menambahkan bahwa upaya tracing dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan jejak rekam transaksi kartu kredit, rekaman kamera CCTV, rekam jejak aplikasi telepon genggam, hingga rekam jejak GPS mobil dari mereka yang dikonfirmasi positif terjangkit virus corona.

Informasi terkait lokasi tertentu kemudian diberikan kepada publik sehingga mereka yang mungkin bertemu dengan pasien positif COVID-19 dapat melakukan tes.

Perawatan pasien positif COVID-19 menjadi langkah ketiga dalam upaya Pemerintah Korea Selatan. “Kami melihat deteksi awal dan perawatan intensif pada fase awal sebagai kunci,” kata Dubes Kim, dikutip Antara.

Pasien juga dibagi dalam empat kategori, yakni ringan, sedang, berat, dan sangat berat, sesuai dengan gejala yang ditunjukkan.

Mereka dengan gejala ringan dirawat di fasilitas yang disebut dengan Leading Treatment Centers, sementara pasien dengan gejala sedang, berat dan sangat berat segera dibawa ke salah satu dari 67 rumah sakit khusus COVID-19 yang disiapkan.

Poin keempat dan terakhir adalah kesadaran dan partisipasi sipil. “Dalam kasus kami, transparansi dan kepercayaan publik yang tinggi (terhadap pemerintah -red) menjadi aspek penting dalam praktek pembatasan sosial (social distancing) di seluruh bagian negara,” tambahnya.

Dubes Kim menjelaskan bahwa transparansi pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan masyarakat.

Warga Korea Selatan, lanjutnya, terbilang cukup rasional dan bertanggung jawab dalam mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari, dan banyak yang melakukan karantina mandiri.

“Langkah pencegahan seperti social distancing dapat memperlambat penyebaran virus dengan efektif,” kata Kim.

Ia mengatakan kini Korea Selatan telah melewati fase terburuk dari penyebaran virus corona di negara tersebut. Pada akhir Februari lalu, dia menyebut Korsel melaporkan kurang dari 50 kasus baru. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Puluhan tahanan di penjara El Salvador terinfeksi COVID-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 13:29 WIB
Sebanyak 36 narapidana di beberapa penjara El Salvador dinyatakan positif terinfeksi virus corona (C...
Tiongkok berharap gencatan senjata Idul Fitri di Afghanistan berlanjut
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:59 WIB
Tiongkok berharap gencatan senjata antarpihak bertikai di Afghanistan selama Idul Fitri akan terus b...
Lima negara sambut baik gencatan senjata Afghanistan dan Taliban
Senin, 25 Mei 2020 - 15:35 WIB
Indonesia, Jerman, Norwegia, Uzbekistan, dan Qatar menyambut baik pengumuman gencatan senjata oleh p...
WNI di Swiss rayakan Idul Fitri secara virtual
Senin, 25 Mei 2020 - 11:27 WIB
Masyarakat Indonesia di Swiss merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah melalui silaturahmi virtual, karena ...
Presiden: RS Chile alami kesulitan saat COVID-19 dekati 70.000 kasus
Senin, 25 Mei 2020 - 10:26 WIB
Sistem layanan kesehatan Chile mengalami kesulitan dan `hampir mencapai batasnya`, kata Presiden Seb...
Gempa dengan magnitudo 5,8 guncang Selandia Baru
Senin, 25 Mei 2020 - 08:30 WIB
Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang ibu kota Selandia Baru, Wellington pada Senin (25/5), tanpa a...
Brazil, pusat baru wabah corona, laporkan 965 kematian harian
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:12 WIB
Brazil melaporkan 965 kematian harian akibat virus corona baru pada Sabtu (23/5) sehingga jumlah tot...
Taliban umumkan gencatan senjata Idul Fitri selama tiga hari
Minggu, 24 Mei 2020 - 19:38 WIB
Taliban mendeklarasikan gencatan senjata Idul Fitri selama tiga hari mulai Minggu, menurut seorang j...
Prancis izinkan ibadah bersama tapi harus pakai masker
Sabtu, 23 Mei 2020 - 12:38 WIB
Otoritas Prancis membolehkan warganya memulai kembali ibadah bersama setelah penangguhan selama dua ...
Vaksin COVID-19 akan diuji coba ke 10 ribu orang di Inggris
Sabtu, 23 Mei 2020 - 09:11 WIB
Oxford University dan AstraZeneca mengumpulkan kurang lebih 10.000 orang dewasa dan anak-anak di Ing...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV