Dokter hewan: Perlu riset mendalam penularan COVID-19 ke hewan
Elshinta
Senin, 06 April 2020 - 21:58 WIB |
Dokter hewan: Perlu riset mendalam penularan COVID-19 ke hewan
ILustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/3bSbTBx

Elshinta.com - Dokter hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) drh. Joko Pamungkas mengatakan perlu penelitian mendalam untuk menjelaskan secara ilmiah penularan COVID-19 ke hewan yang baru pertama kali terjadi saat ini.

Satu kejadian hewan positif terinfeksi COVID-19 terjadi pada satu harimau di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat. "Ini baru kejadian pertama kali dan kita sama-sama melihat 'happening'-nya (peristiwa) itu benar-benar terjadi pada saat ini," kata Joko Jakarta, Senin (6/4),

Joko menuturkan informasi yang ada saat ini masih terbatas dan belum ada hasil penelitian yang dapat menjelaskan kejadian itu secara ilmiah. Joko bertanya-tanya apakah hewan yang terinfeksi COVID-19 itu memiliki reseptor ACE-2 atau bagaimana virusnya beradaptasi. Penyebab hewan terinfeksi COVID-19 itu masih menjadi teka teki. Diketahui, virus corona penyebab COVID-19 menginfeksi manusia dengan menempel pada reseptor ACE-2.

Joko menuturkan beberapa jenis tertentu dari virus corona memang menginfeksi hewan-hewan tertentu, namun tidak bersifat zoonotik, artinya tidak menyebabkan penyakit menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. "Kita belum tahu sama sekali fenomena apa yang terjadi apakah mutasi dari virus itu sendiri yang memungkinkan kemudian lebih luas cakupan reseptornya atau mungkin juga dalam keadaan tertentu si hewan itu memiliki reseptor yang mirip atau sama dengan yang dipakai untuk COVID-19 ini menginfeksi manusia," tuturnya.

Sejauh ini, kata Joko, virus beta corona virus seperti SARS dan MERS membutuhkan inang perantara (host) tertentu sebelum dia bisa menular ke manusia. Inang perantara dari virus corona penyebab Severe acute respiratory syndrome atau SARS yang menjadi wabah pada 2003 adalah sebangsa musang atau luwak, sementara inang perantara dari virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah unta. Sekarang belum diketahui pasti inang perantara dari virus corona penyebab COVID-19, namun untuk saat ini diduga trenggiling menjadi inang perantaranya.

"Penelitian lebih lanjut masih berlangsung untuk mengidentifikasi inang perantaranya apa, kemudian apakah kalau kemudian ketemu inang perantara yang benar, virusnya bisa diisolasi tidak dari inang perantara itu," tuturnya, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penyemprotan padi untuk tingkatkan produksi di tengah pandemi COVID-19
Senin, 03 Agustus 2020 - 19:27 WIB
Puluhan petani dan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro bersama Petrokimia Gresik melakukan penyempr...
Menperin sebut usulan keringanan biaya listrik industri disetujui
Senin, 03 Agustus 2020 - 19:12 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa usulan keringanan biaya listrik u...
Sambut HUT ke-75 RI, Prajurit Yonif 125/SMB bersama warga hiasi Kampung Toray
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:47 WIB
Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Prajurit...
Jateng sudah lakukan 138.500 tes COVID-19
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:36 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan sekitar 138.500 test swab. Hingga saat ini, penyebar...
Tanggap Karhutla, Polda Kalsel kerahkan personel dan peralatan
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:25 WIB
Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau, Kepolisian Daerah Kalimantan S...
Cluster baru muncul, anggota dewan dan staf DPRD Sumbar segera `swab test`
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:47 WIB
Cegah penyebaran COVID-19, anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar) berikut pegawai Sekretariat DPRD Sum...
Gubernur Kepri Isdianto minta maaf terkait penularan COVID-19
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:36 WIB
Gubernur Kepulauan Riau Isdianto meminta maaf kepada masyarakat terkait penularan COVID-19 yang terj...
Lonjakan COVID-19 di DIY, Sultan HB X: Itu tergantung masyarakat, saya ndak bisa apa-apa
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:12 WIB
Kasus positif COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami lonjakan tajam dalam beberapa h...
Upayakan pencegahan, Polsek Banjarbaru Barat pasang data Update COVID-19
Senin, 03 Agustus 2020 - 16:47 WIB
Untuk pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19), Polsek Banjarbaru Barat, Polres Banjarbaru, Pol...
Masa pandemi, anak-anak ini rayakan Agustusan dengan lomba cuci tangan
Senin, 03 Agustus 2020 - 16:26 WIB
Meski masih dalam masa pandemi COVID-19, namun tidak menyurutkan semangat anak-anak dalam merayakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV