Inovasi atasi COVID-19 dengan BCL dan super antioksidan
Elshinta
Senin, 06 April 2020 - 12:27 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Inovasi atasi COVID-19 dengan BCL dan super antioksidan
Sumber foto: istimewa

Elshinta.com - PT PUF Sains Lab, Nucleus Farma, dan Profesor Nidom Foundation telah bekerja sama dalam pengembangan formula BCL dan penggunaan formula BCL melalui teknologi PUFF untuk mengatasi COVID-19.

Formula BCL berfungsi sebagai receptor blocker untuk menghalau COVID-19, agar tidak menempel di paru-paru. Formula ini terdiri dari beberapa kandungan, yaitu BCL (Bromhexine Hydrochloride), Guaiphenisin, dan beberapa zat lainnya.

Keunggulan PUFF adalah mengadopsi teknologi PHP (Perforated Heating Plate) yang sudah dipatenkan. Pada teknologi ini ada lubang-lubang di plat coil, sehingga akan menghasilkan panas yang lebih merata. Dengan demikian, aerosol uap yang dihasilkan dari alat PUFF lebih baik.

Prof. Chaerul Anwar Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation mengatakan, “Jika paru-paru sudah terinfeksi, akan sulit sekali untuk direhabilitasi, apalagi saat ini belum ada obatnya, perawatan yang diandalkan sekarang adalah infus vitamin, dan beberapa rumah sakit menggunakan chloroquine dan tambahan oksigen untuk respirasi. Oleh karena itu, terkait formula BCL, kami mendapat respon positif dari rekan-rekan dokter serta akademisi,” papar Nidom dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Guru Besar Biologi Molekuler UNAIR itu menjelaskan, formula BCL bisa diterima secara logika karena mengikat receptor virus corona di paru-paru, bukan mengganggu atau membunuh virusnya.

Jika virus tidak menempel di receptor ACE2 paru-paru, maka virus tidak dapat berkembang biak dan akan mati dengan sendirinya. “Kita tidak boleh hanya menggunakan konsep yang monoton dalam menghadapi COVID-19. Salah satu cara menangani virus ini yang diusulkan oleh teman-teman fakultas kedokteran adalah dengan mengendalikan receptor blocker,” tuturnya.

Lebih jauh Prof. Nidom menuturkan, formula BCL yang diaplikasikan melalui penguapan atau aerosol dapat digunakan oleh mereka yang berisiko tinggi terpapar COVID-19.

Mereka adalah  para dokter dan tenaga medis yang bertugas di garis depan, pasien atau penderita COVID-19, dan ODP (Orang Dalam Pengawasan). “Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mengisolasi diri di rumah juga bisa menggunakan formula BCL ini,” tutur Virologist senior yang sudah meneliti virus selama 35 tahun, termasuk penelitian virus Ebola, virus SARS dan MERS.

Dibutuhkan tools khusus seperti device yang membantu proses penguapan formula BCL ke paru-paru. Terkait ini, PT PUF Sains Lab sudah menghadirkan perangkat PUFF. Edward Basilianus SE MM, CEO Nucleus Farma mengatakan, “Perangkat PUFF dapat difungsikan sebagai drug delivery system (DDS) untuk menghantarkan formula obat melalui metode aerosol atau penguapan.  Mekanisme ini juga dapat digunakan sebagai obat anti influenza atau batuk yang berhubungan dengan respiratory dan pulmonary, seperti sesak nafas dan obat mukolitik.”

Edward Basilianus menegaskan, “PUFF aman untuk digunakan karena telah didesain dengan konsep closed-system sehingga cairan di dalamnya tidak dapat diubah, ditambahkan, dan diisi ulang. Berbeda dengan perangkat open-system, dimana cairan atau likuid bisa dimasukkan ke dalam perangkat tanpa memperhatikan takaran yang dianjurkan oleh ahlinya.”

Sementara itu, Iwan Setiawan SE SIP MM, Presiden Direktur PT PUF Sains Labs menuturkan, ”PUFF didirikan di Indonesia oleh tim berpengalaman yang terdiri dari insinyur, ilmuwan, ahli kimia, petinggi di industri FMCG, ritel, elektronik, dan obat – obatan alami. Kami berkomitmen untuk mencapai misi kami, yaitu meningkatkan kualitas hidup orang banyak melalui ilmu dan inovasi yang memanfaatkan bahan alami terbaik. ”

Iwan Setiawan menambahkan, “Seluruh bagian produk PUFF, baik perangkat maupun PUFFpod atau cartridge telah memenuhi standar keselamatan dan kualitas internasional, seperti Restriction of Hazardous Substances (RoHS) dan Electromagnetic Compatibility (EMC), serta telah menjalani pengujian dan inspeksi ekstensif. Paten PUFF (patent WIPO) sudah didaftarkan di beberapa negara di benua Amerika, Eropa, Asia, termasuk China dan Indonesia.” 

“Material dasar PUFF menggunakan plastik tahan panas dengan standar food-grade, dan mengandung jalur uap berbahan dasar PCTG kualitas tinggi yang tahan panas sesuai dengan standar industri, sehingga tidak akan terasa panas ketika digunakan, serta tidak akan meleleh ketika dilalui uap panas, dan memakai pemanas berteknologi tinggi berbasis bahan nichrome yang telah dipatenkan. Disamping itu, shell alumunium PUFF yang membungkus baterai lithium-ion, papan sirkuit, dan sensor tekanan, semuanya terpisah dari jalur uap dan cairan, sehingga memberikan tingkat keamanan yang lebih baik,” ungkap Iwan Setiawan.

Mengingat COVID-19 sudah menjadi pandemi yang luar biasa, seperti wabah flu burung beberapa tahun lalu, maka penggunaan formula atau obat baru dapat digunakan untuk membantu penyembuhan pasien atau pencegahan.

Dalam kondisi pandemi, menyelamatkan nyawa manusia dan menghindari jatuhnya korban lebih banyak lagi adalah prioritas utama.  Seperti dijelaskan Prof Nidom, teknologi PUFF telah melewati uji praklinis, artinya keunggulan formula ini telah berhasil dites pada hewan yang telah direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization).

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penjajakan kerjasama dengan Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (LAFIAL). Penjajakan kerjasama antara PT. PUF Sains Lab, Nucleus Farma, Prof. Chaerul Anwar Nidom Guru Besar UNAIR dengan LAFIAL dimaksudkan agar formula BCL yang nantinya akan dipersiapkan dalam device PUFF dapat bermanfaat dalam bidang medis, terutama untuk menghadapi pandemi COVID-19. 

Kolonel Angkatan Laut (K), Agusman, MM.,Apt selaku Kepala LAFIAL menyambut baik rencana kerjasama tersebut. Agusman berharap, kerjasama ini dapat mengatasi penyebaran COVID-19.

Hal senada disampaikan Letnan Kolonel Yudi, salah satu staf LAFIAL. “Sangat terbuka dan gembira bisa berperan dalam kerjasama antara pihak akademisi, bisnis dan pemerintah, terutama dalam rangka membantu masyarakat mengatasi wabah COVID-19," ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar: Mutasi COVID-19 yang sangat cepat sulitkan pembuatan vaksin
Jumat, 22 Mei 2020 - 08:03 WIB
Guru Besar Biologi Universitas Negeri Malang, Profesor Mohamad Amin menilai mutasi virus corona peny...
Studi capai kemajuan cepat, vaksin corona siap Januari 2021 
Selasa, 19 Mei 2020 - 08:59 WIB
Moderna Inc menyatakan bahwa studi mengenai mRNA-1273, kandidat vaksin untuk melawan novel coronavir...
Cegah kebocoran data, perusahaan harus tingkatkan sistem manajemen keamanan informasi
Jumat, 15 Mei 2020 - 15:55 WIB
Pandemi Covid-19 menyebabkan kerugian di berbagai sektor bisnis. Sektor pariwisata, perhotelan, trav...
PERKATRI hibahkan satu set unit PCR GeneReach Biotechnology dan Reagent pada Gugus Tugas
Jumat, 15 Mei 2020 - 11:50 WIB
Dengan semangat perjuangan melawan COVID-19, Perkumpulan Keluarga Trisakti (PERKATRI) yang bekerjasa...
Sejumlah inovasi produk industri dilakukan untuk tanggulangi COVID-19
Selasa, 12 Mei 2020 - 10:09 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk-produk riset dan inov...
Kemristek loloskan 17 ide dan inovasi anak bangsa tangani COVID-19
Jumat, 08 Mei 2020 - 14:49 WIB
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meloloskan 17 id...
Soal ventilator untuk pasien COVID-19 produksi Indonesia? Begini perkembangan
Senin, 04 Mei 2020 - 06:35 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P. S....
Pelaku ekraf dibekali skill promosi digital dalam `HomeCreativepreneur`
Sabtu, 02 Mei 2020 - 15:25 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membekali pelaku ekonomi kreatif (ekraf) ...
Diteliti lebih lanjut, khasiat daun `Sungkai` obati COVID-19
Senin, 27 April 2020 - 06:46 WIB
Gubernur Jambi Fachrori Umar menginstruksikan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi untuk meneliti khasiat ...
Kemhan larang pegawainya gunakan aplikasi Zoom. Ini alasannya
Kamis, 23 April 2020 - 12:55 WIB
Kementerian Pertahanan menerbitkan surat edaran mengenai larangan bagi pegawainya untuk menggunakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV