PM Jepang akan umumkan keadaan darurat akibat virus corona
Elshinta
Senin, 06 April 2020 - 10:49 WIB |
PM Jepang akan umumkan keadaan darurat akibat virus corona
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Foto: Antara

Elshinta.com - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan keadaan darurat akibat virus corona sedini Selasa, surat kabar Yomiuri melaporkan saat jumlah infeksi melewati angka 1.000 di ibu kota, Tokyo.

Abe mungkin akan mengumumkan rencananya untuk mendeklarasikan keadaan darurat pada Senin (6/4), kata surat kabar itu.

Tekanan terhadap pemerintah meningkat untuk melakukan aksi saat laju corona sementara lambat dibandingkan dengan negara-negara yang terjangkit lebih buruk di seluruh dunia-- terus berakselerasi.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengisyaratkan pekan lalu bahwa dia akan mendukung deklarasi keadaan darurat sebagai jalan membantunya mendesak warga untuk langkah-langkah yang lebih kuat menjaga jarak sosial.

Di bawah sebuah undang-undang yang direvisi pada Maret untuk mencakup corona, perdana menteri dapat mengumumkan keadaan darurat jika penyakit itu mendatangkan "bahaya serius" bagi jiwa dan jika penyebarannya yang cepat dapat berdampak besar pada perekonomian. Corona telah meningkatkan risiko resesi Jepang.

Langkah itu akan memberikan otoritas legal kepada para gubernur di wilayah yang parah dilanda corona untuk meminta warga tinggal di rumah dan menutup usaha, namun bukan untuk memberlakukan sejenis karantina wilayah yang terlihat di negara-negara lain. Dalam kebanyakan kasus, tak ada hukuman karena mengabaikan permintaan (tinggal di rumah) meskipun kepatuhan publik mungkin akan meningkat dengan deklarasi keadaan darurat.

Lebih dari 3.500 orang dinyatakan terinfeksi dan 85 meninggal akibat corona di Jepang, menurut NHK, media siaran publik.

Sementara jumlah itu rendah dibandingkan dengan 335.000 infeksi dan lebih dari 9,500 kematian di AS, para ahli khawatir atas lonjakan mendadak yang dapat membebani secara berlebihan sistem kesehatan dan membuat para pasien tak tahu harus pergi ke mana, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Filipina laporkan 162 kematian COVID-19, angka tertinggi harian
Senin, 13 Juli 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kesehatan Filipina pada Senin (13/7) mengonfirmasi 162 kematian baru akibat penyakit vir...
Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 23 orang, puluhan orang hilang
Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:14 WIB
Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras menewaskan setidaknya 23 orang, menyebabkan puluhan wa...
IMF revisi proyeksi ekonomi Asia, terkontraksi 1,6 persen tahun ini
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:36 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (30/6) merevisi turun proyeksi ekonomi Asia di tengah m...
Jenazah 33 WNI tertahan di Kuala Lumpur segera diterbangkan
Jumat, 19 Juni 2020 - 14:59 WIB
Sebanyak 33 jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Kuala Lumpur karena kendala penerb...
Tiongkok laporkan 11 kasus baru COVID-19, tujuh kasus OTG
Sabtu, 13 Juni 2020 - 12:12 WIB
Tiongkok melaporkan 11 kasus baru COVID-19 dan tujuh kasus orang tanpa gejala (OTG) pada 12 Juni, me...
Korut: AS tak punya kedudukan untuk komentari masalah antar-Korea
Kamis, 11 Juni 2020 - 11:26 WIB
Korea Utara pada Kamis (11/6) menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki posisi untuk mengomen...
Indonesia dan menteri ekonomi ASEAN sepakat hadapi pandemi COVID-19
Jumat, 05 Juni 2020 - 20:27 WIB
Indonesia dan menteri ekonomi negara ASEAN sepakat menghadapi pandemi COVID-19 melalui pertemuan The...
Korsel kembali berlakukan karantina, Dubes RI keluarkan imbauan
Sabtu, 30