BI ingatkan risiko inflasi akibat `panic buying` dan jelang Ramadhan
Elshinta
Sabtu, 04 April 2020 - 10:28 WIB |
BI ingatkan risiko inflasi akibat `panic buying` dan jelang Ramadhan
Kepala KPw BI Kalbar, Agus Chusaini. Sumber Foto: https://bit.ly/2xQU2vO

Elshinta.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat (Kalbar) Agus Chusaini mengatakan pembelian karena panik di tengah wabah virus corona baru atau COVID-19 berpotensi sebabkan inflasi.

"Saat ini terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, selain faktor alam seperti anomali cuaca, bencana alam di sentra produksi makanan, namun juga karena panic buying atau pembelian karena panik di tengah wabah COVID-19," ujarnya di Pontianak, Sabtu (4/4).

Ia menambahkan fluktuasi harga minyak dunia, kelangkaan gula pasir, dan potensi peningkatan harga jelang bulan Ramadhan 1441H/2020 juga sangat berisiko terhadap inflasi. "Berdasarkan pola inflasi yang ada di Kalbar, saat hari besar keagamaan dan tahun baru inflasi terjadi. Inflasi terjadi karena permintaan yang tinggi," kata dia.

Dengan potensi yang ada ke depan, pihaknya dari KPw BI Kalbar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar akan terus hadir di masyarakat untuk menjaga inflasi. "Secara umum Kalbar ke depan diprakirakan masih berada pada rentang target inflasi nasional 3+1 persen (yoy). Namun demikian, tingkat inflasi tetap rendah dan stabil, demi mencapai pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas," kata dia, dikutip Antara.

Terkait inflasi Kalbar pada Maret 2020 tekanan harga menurun lebih dalam yang tercermin dari realisasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2020 yang tercatat deflasi sebesar 0,14 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi bulan Februari yang tercatat sebesar 0,68 persen (mtm).

"Realisasi IHK Maret 2020 ini juga lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,10 persen (mtm) dan menempatkan Kalbar pada posisi ke-18 dari 34 provinsi di Indonesia. Dilihat secara historis, realisasi IHK Maret 2020 lebih rendah dari rata-rata inflasi bulan Februari periode 3 tahun terakhir sebesar 0,02 persen (mtm)," jelasnya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ketua HIPMI: Penghapusan monopoli proyek buka peluang bagi UMKM
Senin, 25 Mei 2020 - 12:39 WIB
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming menga...
Pandemi, petani harus terus diberikan semangat produksi pangan
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:58 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menginginkan petani di berbagai daerah dapat diberikan seman...
Satgas temukan pinjaman online ilegal berkedok koperasi simpan pinjam
Jumat, 22 Mei 2020 - 21:45 WIB
Satgas Waspada Investasi menemukan 50 aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang melakukan penawaran...
Jelang Idul Fitri, warga Rancaputat, Majalengka terima bantuan 
Jumat, 22 Mei 2020 - 20:35 WIB
Masyarakat muslim Rancaputat, Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat, fokus menatap Hari Raya Idul Fitr...
 Kuartal I, trafik Pelindo1 tumbuh di tengah pandemi Covid-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 20:12 WIB
Selama Kuartal 1, PT Pelindo 1 mencatat arus kunjungan kapal sebanyak 17.613 call, naik 14,88 persen...
 Sidak, Wamendes tegaskan kasus BLT Dana Desa bisa jadi masalah hukum
Jumat, 22 Mei 2020 - 18:37 WIB
Inspeksi mendadak (sidak) Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi A...
Program ruralisasi diusulkan untuk pulihkan ekonomi pascapandemi
Jumat, 22 Mei 2020 - 18:28 WIB
Program ruralisasi diusulkan sebagai salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian dengan menyinerg...
Pengamat: Harga minyak kembali meningkat, harga BBM jangan ikut naik
Jumat, 22 Mei 2020 - 17:26 WIB
Pengamat migas Kurtubi mengingatkan agar harga BBM di dalam negeri tidak ikut naik mengimbangi penin...
Sarwono: Pandemi Covid momen ideal kembangkan bisnis sosial
Jumat, 22 Mei 2020 - 16:58 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 1999 sampai dengan 2001 Sarwono Kusumaatmadja menilai ...
Bulog Bojonegoro siapkan 28.000 ton beras jelang Lebaran
Jumat, 22 Mei 2020 - 15:47 WIB
Bulog Sub Divre Bojonegoro menyiapkan 28.000 ton beras untuk mencukupi kebutuhan beras warga di Bojo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV