Unair klaim temukan lima senyawa bisa jadi obat COVID-19
Elshinta
Kamis, 02 April 2020 - 09:44 WIB |
Unair klaim temukan lima senyawa bisa jadi obat COVID-19
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih (tengah) saat melakukan konferensi pers di kampus setempat di Surabaya, Rabu (1/4/2020). Sumber foto: https://bit.ly/2yrJ9Ba

Elshinta.com - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, mengklaim telah menemukan lima jenis senyawa yang diyakini bisa menjadi obat bagi pasien terpapar virus corona jenis baru COVID-19.

Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih di Surabaya, Rabu (1/4), menyebut lima senyawa ini bahkan memiliki daya ikat yang lebih kuat dibanding avigan dan klorokuin yang hingga saat ini masih dipercaya menjadi obat pasien yang terinfeksi virus corona.

"Saat ini kami sudah memperoleh lima senyawa yang menurut hasil riset kami Insyaallah lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan klorokuin untuk penanganan COVID-19, tapi kami tidak bisa langsung memproses karena masih ada dua tahapan yang harus dilakukan dengan baik," kata dia.

Nasih menjelaskan, dalam waktu dekat hasil penelitian terhadap lima senyawa ini akan dituangkan dalam artikel di jurnal internasional.

Para peneliti di dunia, kata dia, bisa mempercayai kredibilitas penelitian lima senyawa tersebut dan saling berdebat untuk menguji keabsahan hasil penelitian.

"Akademisi bisa berdebat dan bisa teruji. Isu-isu tentang corona bisa dilakukan dengan tajam dan ilmiah. Ini sedang diproses jurnal ilmiahya," tutur Nasih, dikutip Antara.

Setelah perdebatan terjadi dan ditemukan koreksi-koreksi dari lima senyawa itu, maka tahapan berikutnya adalah pengujian secara langsung terhadap virus corona.

Pengujian ini akan dilakukan di "Institute of Tropical Disease" (ITD) Unair yang selama ini sudah mampu melakukan tes swab PCR.

"Virus akan dikasih senyawa itu, lalu reaksinya seperti apa, sehingga sintetis obat bisa segera dihasilkan dengan sebaik-sebaiknya," katanya.

Akan tetapi, pembuatan obat COVID-19 dari senyawa ini membutuhkan waktu cukup lama, setidaknya setahun, mengingat proses persiapan dan pengujian yang begitu panjang.

Namun, Prof Nasih memastikan produk yang akan dihasilkan terpercaya sebagai obat COVID-19. (Der)

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar: Mutasi COVID-19 yang sangat cepat sulitkan pembuatan vaksin
Jumat, 22 Mei 2020 - 08:03 WIB
Guru Besar Biologi Universitas Negeri Malang, Profesor Mohamad Amin menilai mutasi virus corona peny...
Studi capai kemajuan cepat, vaksin corona siap Januari 2021 
Selasa, 19 Mei 2020 - 08:59 WIB
Moderna Inc menyatakan bahwa studi mengenai mRNA-1273, kandidat vaksin untuk melawan novel coronavir...
Cegah kebocoran data, perusahaan harus tingkatkan sistem manajemen keamanan informasi
Jumat, 15 Mei 2020 - 15:55 WIB
Pandemi Covid-19 menyebabkan kerugian di berbagai sektor bisnis. Sektor pariwisata, perhotelan, trav...
PERKATRI hibahkan satu set unit PCR GeneReach Biotechnology dan Reagent pada Gugus Tugas
Jumat, 15 Mei 2020 - 11:50 WIB
Dengan semangat perjuangan melawan COVID-19, Perkumpulan Keluarga Trisakti (PERKATRI) yang bekerjasa...
Sejumlah inovasi produk industri dilakukan untuk tanggulangi COVID-19
Selasa, 12 Mei 2020 - 10:09 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk-produk riset dan inov...
Kemristek loloskan 17 ide dan inovasi anak bangsa tangani COVID-19
Jumat, 08 Mei 2020 - 14:49 WIB
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meloloskan 17 id...
Soal ventilator untuk pasien COVID-19 produksi Indonesia? Begini perkembangan
Senin, 04 Mei 2020 - 06:35 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P. S....
Pelaku ekraf dibekali skill promosi digital dalam `HomeCreativepreneur`
Sabtu, 02 Mei 2020 - 15:25 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membekali pelaku ekonomi kreatif (ekraf) ...
Diteliti lebih lanjut, khasiat daun `Sungkai` obati COVID-19
Senin, 27 April 2020 - 06:46 WIB
Gubernur Jambi Fachrori Umar menginstruksikan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi untuk meneliti khasiat ...
Kemhan larang pegawainya gunakan aplikasi Zoom. Ini alasannya
Kamis, 23 April 2020 - 12:55 WIB
Kementerian Pertahanan menerbitkan surat edaran mengenai larangan bagi pegawainya untuk menggunakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV