Viral pesan beratai teh dapat menyembuhkan COVID-19, benarkah?
Elshinta
Rabu, 01 April 2020 - 12:14 WIB |
Viral pesan beratai teh dapat menyembuhkan COVID-19, benarkah?
Ilustrasi - Teh celup. Sumber foto: https://bit.ly/39z1Z6n

Elshinta.com - Sebuah pesan berantai tentang kandungan teh dapat menyembuhkan COVID-19 beredar via apliaksi percakapan WhatsApp.

Pesan itu menyebutkan seorang dokter di Tiongkok bernama Li Wenliang menemukan seduhan teh panas yang mempunyai kandungan Methylxanthine, Theobromine, dan Theophylline yang dapat menangkal virus pada manusia. 

Li, dalam pesan itu, juga diklaim menyebut rumah sakit di Tiongkok telah menyajikan teh panas kepada pasien tiga kali sehari.

Berikut narasinya pesan itu:

"_ Breaking News dari Xinhua _

* Dr. Li Wenliang *, Dokter pahlawan Tiongkok yang dihukum karena mengatakan yang sebenarnya tentang Virus Corona dan kemudian meninggal karena penyakit yang sama, telah mendokumentasikan kasusfile untuk tujuan penelitian dan dalam kasusfile mengusulkan penyembuhan yang secara signifikan akan mengurangi dampak COVID - 19 Virus pada tubuh manusia. 

Bahan kimia Methylxanthine, Theobromine dan Theophylline merangsang senyawa yang dapat menangkal virus ini pada manusia dengan minimal sistem kekebalan rata-rata.
Apa yang lebih mengejutkan adalah bahwa kata-kata rumit Bahan Kimia yang begitu sulit bagi orang-orang di China untuk mengerti sebenarnya adalah Seduhan Teh Panas yg dikonsumsi oleh Orang China dan India.

YA, Teh reguler kami memiliki semua bahan kimia ini di dalamnya, Methylxanthine utama dalam teh adalah kafein stimulan, Methylxanthines lain yang ditemukan dalam teh adalah dua senyawa yang secara kimiawi serupa, Theobromine dan Theophilin.
Pabrik teh secara otomatis telah menciptakan bahan kimia ini sebagai cara untuk mengusir serangga dan hewan lainnya. 

Siapa yang tahu bahwa salah satu solusi untuk virus ini adalah secangkir teh sederhana. dan itulah alasan mengapa begitu banyak pasien di China lebih cepat disembuhkan. Staf rumah sakit di Cina telah mulai menyajikan Teh Panas kepada pasien 3 kali sehari, Dan efeknya akhirnya di Wuhan "Pusat Pandemi ini" telah terkandung dan penularannya hampir berhenti.

Silakan bagikan pesan ini kepada teman dan keluarga Anda untuk membuat mereka mengetahui tentang berkah ini dalam bentuk TEH di dapur, Sesering mungkin minum Teh Panas, akan menolong Anda.

@tadi beritanya juga ada di Indosiar"


Namun, benarkah teh dapat menyembuhkan COVID-19?

Mengutip Antara, berikut penjelasannya:

Dr Li Wenliang memang adalah seorang benar dokter di Tiongkok yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Dia adalah dokter mata yang dianggap sebagai orang pertama mengeluarkan peringatan tentang wabah virus corona di Wuhan. 

Namun, berdasarkan penelusuran, tidak ada satu pun artikel yang menyebut Li Wenliang telah mengatakan senyawa kimia di dalam teh dapat melawan virus penyebab COVID-19. 

Mengacu pada laporan AFP, tidak ada bukti meminum teh dapat menyembuhkan orang dari COVID-19.

Diretur Institut Penelitian Medis Sri Lanka, Dr. Jayaruwan Bandara, dalam laporan itu, mengatakan teh mungkin dapat meningkatkan imunitas, tidak ada penelitian tentang manfaat meminum teh bagi pasien COVID-19.

Pesan kabar bohong tersebut sebelumnya telah beredar di luar negeri dalam bahasa Inggris. Lantas pesan itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. 

Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan belum ada vaksin dan obat khusus untuk mencegah atau mengobati COVID-19.

Namun, sejumlah vaksin dan obat sedang melalui tahapan pengujian klinis. 

WHO mengatakan cara paling efektif untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang yang batuk atau bersin. 

Klaim: Teh dapat menyebuhkan COVID-19
Rating: Salah/Disinformasi 

(Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kadus Pantai Gadung tegaskan tidak ada pemotongan BST
Selasa, 26 Mei 2020 - 21:58 WIB
Sebanyak 38 warga Dusun Pantai Gadung Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, menerim...
Ini daftar 25 kabupaten/kota yang dijaga TNI-Polri menuju `normal baru`
Selasa, 26 Mei 2020 - 21:47 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengerahkan pasukan TNI dan Polri ke 1.800 titik di empat provinsi dan...
Penambahan kasus baru pasien COVID-19 di Jatim menurun 
Selasa, 26 Mei 2020 - 21:11 WIB
Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur mencatat penambahan kasus baru pa...
 Bawa mobil laboratorium, BIN gelar rapid dan swab test di Stasiun Bekasi
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:55 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) terus bergerak membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-1...
Tim Gugus Tugas Covid-19 lakukan rapid test pada Forkopimda
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:45 WIB
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, Jawa Barat menyebutkan telah melaku...
Pengamat: Disiplin kunci kurva COVID-19 turun dan siap ke normal baru
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:38 WIB
Ketua Bidang Mobilitas dan Sebaran Penduduk Ikatan Praktisi Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Chotib ...
Ganjar imbau masyarakat taati larangan ke Jakarta pascalebaran
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:27 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat Jateng agar menaati larangan ke Ja...
Korlantas dirikan 116 pos penyekatan cegah pemudik balik Jakarta
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:12 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan sebanyak 116 pos penyekatan disiapkan dalam Operasi K...
Danrem 101/Antasari gelar halalbihalal bersama anggota Korem 101/Antasari.
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:46 WIB
Komandan Korem 101/Antasari Kolonel lnf Firmansyah melaksanakan halalbihalal bersama anggota Korem ...
 Ini klarifikasi IPDN terhadap pelaksanaan makan siang Praja IPDN
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:37 WIB
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan makan siang pr...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV