Bank Dunia rekomendasikan enam langkah atasi dampak ekonomi akibat corona
Elshinta
Selasa, 31 Maret 2020 - 13:33 WIB |
Bank Dunia rekomendasikan enam langkah atasi dampak ekonomi akibat corona
Seorang peserta berdiri di dekat logo Bank Dunia. Foto: Antara

Elshinta.com - Bank Dunia merekomendasikan enam langkah dalam mengatasi dampak wabah virus corona baru atau COVID-19 terhadap perekonomian, khususnya untuk berbagai negara berkembang yang ada di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Rekomendasi itu masuk dalam laporan Bank Dunia bertajuk East Asia and Pacific In The Time of COVID-19 yang menyatakan bahwa wabah virus corona telah menyebabkan guncangan pada ekonomi global, termasuk negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik.

“Negara di Asia Timur dan Pasifik sudah menghadapi ketegangan perdagangan internasional dan dampak penyebaran COVID-19. Sekarang dihadapkan dengan guncangan ekonomi global,” kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3).

Rekomendasi pertama adalah adanya kapasitas perawatan kesehatan yang cukup untuk memenuhi permintaan, sebab diproyeksikan pandemi ini akan berlangsung dalam jangka panjang.

Rekomendasi kedua adalah harus terintegrasi antara kebijakan pada bidang kesehatan dan ekonomi makro dalam menanggulangi pandemi COVID-19, seperti adanya langkah fiskal yaitu berupa subsidi pembiayaan kesehatan dan perawatan bagi pasien.

“Itu akan membantu penanggulangan COVID-19 dan memastikan bahwa kerugian sementara dalam bidang ekonomi tidak berubah menjadi kerugian jangka panjang dalam bentuk modal manusia,” tulis laporan tersebut.

Rekomendasi ketiga adalah kerja sama internasional maupun kemitraan lintas batas antara pemerintah dan swasta harus ditingkatkan untuk memenuhi produksi, pasokan, serta layanan medis dalam menghadapi pandemi.

“Kerja sama internasional yang kuat bisa menjadi cara paling efektif untuk melawan ancaman ini dan untuk memastikan stabilitas keuangan setelahnya,” kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo.

Rekomendasi keempat adalah kebijakan perdagangan harus tetap terbuka sehingga pasokan medis dapat tersedia untuk semua negara sekaligus memfasilitasi pemulihan ekonomi secara cepat.

Rekomendasi kelima adalah adanya pelonggaran kredit untuk memperlancar konsumsi rumah tangga dan membantu perusahaan agar bertahan dari goncangan yang sedang terjadi.

Laporan tersebut juga menekankan perlu adanya penggabungan langkah-langkah di bawah pengawasan regulasi yang baik sebab banyak negara di kawasan telah menanggung beban utang perusahaan dan rumah tangga yang tinggi.

“Untuk negara-negara lebih miskin maka keringanan utang akan sangat penting sehingga sumber daya dapat difokuskan pada pengelolaan dampak ekonomi dan kesehatan dari pandemi,” tulis laporan itu.

Bank Dunia juga menyertakan skenario dasar (baseline) serta skenario alternatif yang lebih rendah (lower scenario) terhadap pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk 2020 dalam laporan itu.

Pertumbuhan negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik pada 2020 diproyeksikan melambat menjadi 2,1 persen pada skenario baseline dan menjadi negatif 0,5 untuk skenario lebih rendah dari perkiraan 5,8 persen pada 2019.

Pertumbuhan Tiongkok untuk 2020 diproyeksikan turun menjadi 2,3 persen pada skenario baseline dan 0,1 persen dalam skenario lebih rendah dari 6,1 persen pada tahun 2019.

Tak hanya itu, laporan tersebut juga memperkirakan orang yang keluar dari kemiskinan di kawasan akan berkurang sebanyak 24 juta dibanding bila tidak ada pandemi (menggunakan garis kemiskinan 5,5 dolar AS/hari).

Kemudian jika situasi ekonomi memburuk maka skenario lebih rendah terjadi yaitu jumlah penduduk miskin bertambah 11 juta orang, sedangkan proyeksi sebelumnya adalah 35 juta orang akan keluar dari kemiskinan di Asia Timur dan Pasifik pada 2020.

“Kabar baiknya adalah kawasan ini memiliki ketahanan dan potensi kemampuan untuk melewati krisis tetapi negara-negara harus bertindak cepat dan pada skala yang sebelumnya tidak pernah dilakukan,” kata Victoria, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang pertimbangkan terima pelancong asing
Senin, 01 Juni 2020 - 16:10 WIB
Jepang sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali perbatasannya bagi pelancong dari negara-negara...
Kasus COVID-19 turun, Moskow longgarkan karantina wilayah
Senin, 01 Juni 2020 - 15:48 WIB
Warga Moskow pada Senin (1/6) untuk pertama kalinya dalam sembilan minggu dapat meninggalkan rumah m...
Arab Saudi kembali buka masjid dengan aturan ketat
Senin, 01 Juni 2020 - 10:37 WIB
Masjid di Arab Saudi kembali dibuka pertama kalinya untuk jamaah, Minggu (31/5/2020), setelah lebih ...
Michael Jordan turut kecam pembunuhan George Floyd
Senin, 01 Juni 2020 - 08:45 WIB
Legenda bola basket Michael Jordan, Minggu menyuarakan kemarahan terhadap kematian George Floyd, pri...
Rusia berencana uji klinis vaksin COVID-19 dua minggu mendatang
Minggu, 31 Mei 2020 - 15:51 WIB
Sejumlah peneliti di Rusia berencana memulai uji klinis vaksin COVID-19, penyakit yang disebabkan vi...
Australia akan sambut undangan resmi ke G7
Minggu, 31 Mei 2020 - 14:11 WIB
Australia akan menyambut dengan baik undangan resmi ke negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan telah t...
Microsoft PHK puluhan jurnalis yang tugasnya diambil alih AI
Minggu, 31 Mei 2020 - 13:27 WIB
Microsoft memberhentikan puluhan jurnalis dan pekerja editorial di Microsoft News dan organisasi MSN...
Wabah COVID-19 di Brazil memburuk saat total kasus dekati 500.000
Minggu, 31 Mei 2020 - 09:26 WIB
Brazil mencatat rekor kasus baru COVID-19 pada Sabtu (30/5) yang mencapai 33.274 sehingga jumlah kes...
Merkel tolak undangan Trump menghadiri KTT G7 di Washington
Sabtu, 30 Mei 2020 - 14:39 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel menolak undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk hadir dal...
Jerman hentikan riset hydroxychloroquine untuk COVID-19
Jumat, 29 Mei 2020 - 09:47 WIB
Universitas di Jerman menghentikan riset klinis yang menggunakan obat anti-malaria hydroxychloroquin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV