Orang tua jangan malu, bila harus belajar dari anak
Elshinta
Selasa, 31 Maret 2020 - 11:05 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Orang tua jangan malu, bila harus belajar dari anak
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2UMwrV7

Elshinta.com - Orang tua percaya bahwa mereka memiliki banyak pengalaman dan wajar bila anak-anak harus belajar dari orang tuanya. Anak memang masih dalam masa pertumbuhan dan perlu berkembang, sehingga diperlukan pendampingan. Namun bukan berarti hal tersebut menjadikan orang dewasa sebagai pihak yang selalu benar. 

Sebagai orang tua, mungkin belum bisa menjadi teladan yang baik bagi anak. Perlu kelapangan dada untuk belajar dari anak-anak menjadi hal yang berharga. Dihimpun dari berbagai sumber, hal-hal yang dapat dipelajari dari anak-anak:

Awal baru
Bagi anak setiap hari adalah awal yang baru. Anak-anak cepat melupakan hal buruk yang terjadi di hari sebelumnya dan memulai hari baru setiap pagi. Setiap hari terasa seperti peluang baru untuk membuat teman-teman baru, menjelajahi petualangan baru, belajar hal-hal baru. Anak-anak tidak membawa kesedihan dari satu hari ke hari berikutnya. 

Kreatif
Anak-anak betah berlama-lama saat melakukan hal yang kreatif pada suatu waktu.  Seperti  menggambar, bermain dengan tanah liat, dan lain sebagainya yang dilakukan dengan perhatian cermat dan detail. Untuk beberapa alasan, seiring bertambahnya usia, orang tua berhenti melihat kegiatan kreatif yang bermanfaat. 

Pemberani
Kehidupan seorang anak tidak dibatasi oleh kekhawatiran kegagalan atau penghinaan. Mereka terus bejalan dengan harapan dan tekad. Mereka menerima semua yang ditawarkan dengan tangan terbuka.

Tertawa
Anak-anak memiliki kemampuan yang indah untuk menemukan sukacita di sekitar mereka. Anak-anak dapat tertawa tiba-tiba secara spontan yang bagi mereka lucu, termasuk untuk hal yang sederhana.

Aktif
Ketika orang tua masih kecil, bermain di luar adalah hal yang sangat menyenangkan. Seperti berlari-larian dengan teman seolah tak pernah Lelah. Anak hanya berpikir itu bermain dan tentu saja bermain yang menyenangkan.

Berteman
Anak-anak sangat bergembira saat bermain dengan teman-teman dan membuat hal-hal yang baru bersama-sama. Menemukan teman-teman baru adalah hal menyenangkan karena bagi mereka “semakin meriah, semakin asik” dan sepertinya orang dewasa perlu juga memilikinya.

Percaya diri
Ketika jatuh dan terluka, anak dengan percaya diri menunjukkannya dengan bangga. Seiring dengan bertambahnya usia, saat dewasa maka saat terluka akan menyembunyikandan menjadi rahasianya. Bagi anak-anak, bekas luka bukanlah tanda-tanda kelemahan, tapi tanda kekuatan dan kelangsungan hidup.

Tidak takut
Anak-anak tidak takut untuk mencoba apa pun yang belum pernah dilakukannya. Sedangkan  orang dewasa, seringkali takut pada yang tidak diketahui. Orang dewasa cenderung tetap berlindung di zona nyaman dan jarang menjelajah. Padahal petualangan bisa membantu membangkitkan semangat.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3aupHlf

Berani bermimpi
Orang dewasa seringkali punya terlalu banyak pertimbangan, termasuk memikirkan biaya dan risiko kegagalan, yang membuat mereka sukar membuat kemajuan. Sedangkan anak-anak tidak pernah takut bermimpi. Bagi anak-anak, apapun yang terjadi nanti, yang penting bermimpi terlebih dahulu. 

Apa adanya
Kebanyakan orang dewasa selalu berpikir apa kata orang lain. Saat sebuah tindakan mungkin dinilai negatif oleh kebanyakan orang, maka akan urung melakukannya. Pada akhirnya, hidup lebih banyak ditentukan oleh pendapat orang lain ketimbang keyakinan sendiri. 

Sebaliknya anak-anak bersikap dengan hati dan pikiran yang masih polos, anak-anak bersikap apa adanya, serta yakin dengan pilihannya. Mereka tidak takut gagal maupun dianggap buruk oleh orang-orang di sekitarnya. Bersikap apa adanya adalah alasan kedua mengapa kita perlu belajar dari anak-anak.

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu
Orang dewasa yang menganggap bahwa sudah terlalu rumit untuk diperhatikan, seringkali luput banyak hal yang ternyata diminati oleh anak-anak. Sebaliknya, anak-anak punya rasa ingin tahu yang luar biasa, yang membuat mereka bertanya banyak hal. 

Pertanyaan anak-anak yang begitu banyak mungkin membuat gusar karena merepotkan, padahal sebagai manusia, tidak boleh kehilangan rasa ingin tahu agar tidak menelan informasi begitu saja, namun terus menyelidiki sampai merasa yakin.
 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Orang tua diharapkan tetap kontrol aktivitas anak di era digital 
Selasa, 20 April 2021 - 14:24 WIB
Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Cilacap Tetty Rohatiningsih yang juga merupakan anggota DPR RI F...
Orang tua ujung tombak pendampingan anak autisme saat pandemi
Senin, 19 April 2021 - 13:07 WIB
Pandemi COVID-19 membuat tempat pendidikan membatasi interaksi tatap muka dan beralih ke ruang digit...
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV