Korea Utara mengaku sukses lakukan uji peluncur roket ganda
Elshinta
Senin, 30 Maret 2020 - 13:59 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Korea Utara mengaku sukses lakukan uji peluncur roket ganda
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri uji coba beberapa peluncur roket dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA), Minggu (25/8/2019). Foto: Antara

Elshinta.com -  Uji coba terbaru Korea Utara terhadap peluncur roket ganda super besar yang dilaksanakan sehari sebelumnya berlangsung sukses, kata Kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA, Senin (30/3).

Korea Utara menembakkan apa yang tampak sebagai dua rudal balistik jarak pendek di lepas pantai timurnya pada Minggu (29/3).

Langkah terbaru itu merupakan bagian dari serangkaian peluncuran rudal balistik Korut yang dianggap Korea Selatan sebagai "langkah tidak tepat" di tengah pandemi virus corona.

Kantor berita KCNA mengatakan peluncuran itu bertujuan untuk memeriksa fitur strategis dan teknis dari "peluncur roket berganda super besar", yang telah diuji beberapa kali sejak Agustus lalu yang diawasi oleh pemimpin Kim Jong Un, sebelum peluncuran.

Namun, KCNA tidak menyebutkan kehadiran Kim pada saat pelaksanaan tes terbaru, yang dipimpin oleh wakil ketua partai berkuasa Korut Ri Pyong Chol dan dilakukan di Akademi Ilmu Pertahanan Nasional.

"Penyebaran operasional sistem senjata peluncur roket ganda super besar adalah pekerjaan yang sangat penting dalam mewujudkan niat strategis baru partai untuk pertahanan nasional," kata Ri seperti dikutip KCNA dalam kegiatan uji coba. Namun, Ri tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Uji coba peluncuran roket dilakukan dengan sukses," tambah KCNA, seperti dikutip Antara.

Uji coba kali ini merupakan yang keempat selama bulan Maret sejak Korea Utara melakukan latihan militer dan memulai kembali peluncuran rudal setelah sempat berhenti selama tiga bulan.

Langkah itu menunjukkan kemajuan pengembangan senjata Pyongyang sementara negosiasi denuklirisasi dengan Amerika Serikat masih tidak jelas. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang pertimbangkan terima pelancong asing
Senin, 01 Juni 2020 - 16:10 WIB
Jepang sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali perbatasannya bagi pelancong dari negara-negara...
Kasus COVID-19 turun, Moskow longgarkan karantina wilayah
Senin, 01 Juni 2020 - 15:48 WIB
Warga Moskow pada Senin (1/6) untuk pertama kalinya dalam sembilan minggu dapat meninggalkan rumah m...
Arab Saudi kembali buka masjid dengan aturan ketat
Senin, 01 Juni 2020 - 10:37 WIB
Masjid di Arab Saudi kembali dibuka pertama kalinya untuk jamaah, Minggu (31/5/2020), setelah lebih ...
Michael Jordan turut kecam pembunuhan George Floyd
Senin, 01 Juni 2020 - 08:45 WIB
Legenda bola basket Michael Jordan, Minggu menyuarakan kemarahan terhadap kematian George Floyd, pri...
Rusia berencana uji klinis vaksin COVID-19 dua minggu mendatang
Minggu, 31 Mei 2020 - 15:51 WIB
Sejumlah peneliti di Rusia berencana memulai uji klinis vaksin COVID-19, penyakit yang disebabkan vi...
Australia akan sambut undangan resmi ke G7
Minggu, 31 Mei 2020 - 14:11 WIB
Australia akan menyambut dengan baik undangan resmi ke negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan telah t...
Microsoft PHK puluhan jurnalis yang tugasnya diambil alih AI
Minggu, 31 Mei 2020 - 13:27 WIB
Microsoft memberhentikan puluhan jurnalis dan pekerja editorial di Microsoft News dan organisasi MSN...
Wabah COVID-19 di Brazil memburuk saat total kasus dekati 500.000
Minggu, 31 Mei 2020 - 09:26 WIB
Brazil mencatat rekor kasus baru COVID-19 pada Sabtu (30/5) yang mencapai 33.274 sehingga jumlah kes...
Merkel tolak undangan Trump menghadiri KTT G7 di Washington
Sabtu, 30 Mei 2020 - 14:39 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel menolak undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk hadir dal...
Jerman hentikan riset hydroxychloroquine untuk COVID-19
Jumat, 29 Mei 2020 - 09:47 WIB
Universitas di Jerman menghentikan riset klinis yang menggunakan obat anti-malaria hydroxychloroquin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV