AS mendakwa Presiden Venezuela Maduro atas `terorisme narkoba`
Elshinta
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:58 WIB |
AS mendakwa Presiden Venezuela Maduro atas `terorisme narkoba`
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: Antara

Elshinta.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendakwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan belasan pejabat tinggi lainnya atas tuduhan `terorisme narkoba`, eskalasi terbaru tekanan Pemerintahan Trump yang bertujuan menggulingkan pemimpin sosialis tersebut.

Departemen Luar Negeri menawarkan imbalan hingga 15 juta dolar AS (sekitar Rp239 miliar) untuk informasi penangkapan dan hukuman Maduro yang negaranya diguncang oleh krisis ekonomi parah dan gejolak politik selama bertahun-tahun.

Dakwaan tersebut, yang menjadi tindakan langka AS terhadap kepala negara asing, menandai tahap baru yang serius terhadap Maduro oleh Washington, di saat sejumlah pejabat AS secara pribadi menyebutkan Presiden Donald Trump semakin frustrasi dengan hasil kebijakannya soal Venezuela.

Jaksa Agung William Barr, yang mengumumkan dakwaan di antaranya konspirasi terorisme narkoba, korupsi serta perdagangan narkoba, menuding Maduro dan rekan-rekannya berkolusi dengan faksi pembangkang kelompok gerilyawan Kolombia, FARC, "untuk membanjiri AS dengan kokain."

"Saat rakyat Venezuela menderita, komplotan rahasia ini mempertebal kantong mereka dengan uang hasil narkoba dan korupsi," kata Barr mengenai Maduro dan mereka yang ikut didakwa.

Pejabat lainnya yang terseret dalam dakwaan yang diumumkan pada Kamis, di antaranya Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez, pemimpin senior sosialis Diosdado Cabello, dan hakim Mahkamah Agung Maikel Jose Moreno Perez, yang dituduh dengan pencucian uang. Pemerintah AS menawarkan 10 juta dolar AS (sekitar Rp159 miliar) atas informasi penangkapan Cabello, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ribuan warga Israel menentang rencana pencaplokan Netanyahu
Minggu, 07 Juni 2020 - 15:38 WIB
Ribuan warga Israel pada Sabtu (6/6) melakukan unjuk rasa menentang rencana Perdana Menteri Benjamin...
Tiongkok laporkan enam kasus baru COVID-19, lima kasus OTG
Minggu, 07 Juni 2020 - 12:52 WIB
Tiongkok pada Minggu (7/6) kembali melaporkan enam kasus baru COVID-19 dan lima kasus orang tanpa ge...
Mulai masa normal baru, UAE buka penerbangan transit
Minggu, 07 Juni 2020 - 11:27 WIB
Uni Emirat Arab (UAE) akan kembali mengizinkan penerbangan internasional transit di beberapa bandara...
Jerman akan wajibkan SPBU sediakan pengisi daya listrik
Minggu, 07 Juni 2020 - 10:11 WIB
Jerman akan mewajibkan semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyediakan pengisian daya un...
Rakyat Afghanistan kecam polisi Iran bakar mobil isi pengungsi
Sabtu, 06 Juni 2020 - 19:25 WIB
Rakyat Afghanistan mengutuk polisi Iran yang diduga membakar sebuah mobil berisi para pengungsi asal...
Ribuan warga Australia tolak larangan protes `Black Lives Matter`
Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:39 WIB
Ribuan warga Australia berkumpul dalam unjuk rasa pada Sabtu (6/6) mendukung perkara pemrotes Amerik...
Bolsonaro ancam hengkang dari WHO
Sabtu, 06 Juni 2020 - 10:37 WIB
Presiden Jair Bolsonaro mengancam pada Jumat (5/6) untuk menarik keluar Brazil dari keanggotaan Orga...
Bentley tawarkan opsi pensiun dini sebelum PHK 1.000 karyawan
Jumat, 05 Juni 2020 - 19:56 WIB
Pembuat mobil mewah Bentley akan memangkas sekitar 1.000 tenaga kerja di Inggris sebagai imbas COVID...
WHO sebut dua warga terinfeksi wabah Ebola baru di Kongo
Kamis, 04 Juni 2020 - 11:15 WIB
Virus Ebola menjangkiti dua warga di Provinsi Equateur, Republik Demokratik Kongo, kata Organisasi K...
Harga minyak melonjak
Rabu, 03 Juni 2020 - 09:15 WIB
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah harapan bahwa produse...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV