Pakar ekonomi apresiasi langkah pemerintah meminimalisasi dampak COVID-19 di sektor ekonomi
Elshinta
Kamis, 26 Maret 2020 - 20:11 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Pakar ekonomi apresiasi langkah pemerintah meminimalisasi dampak COVID-19 di sektor ekonomi
Foto: M Rijaldi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kondisi perekonomian Indonesia sedang dan akan mengalami perlambatan pertumbuhan yang signifikan ke depannya. Dampak pandemi COVID-19 secara langsung telah mengubah dan membatasi cara berinteraksi secara sosial dan aktivitas ekonomi, termasuk di Jawa Barat.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bandung Koordinator Jawa Barat, Aldrin Herwany, Ph.D., mengatakan pandemi virus corona dengan cepat mendorong dunia ke dalam resesi ekonomi. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini di bawah 5 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

"Terjadi pelemahan ekonomi karena corona. Negara memerintahkan warganya untuk tetap di rumah sehingga dunia usaha merugi. Investor juga banyak yang menarik modalnya," ujarnya di Bandung, Selasa (24/3), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Rijaldi.

Dia menjelaskan potensi PHK paling tinggi bakal terjadi di sektor padat karya jika wabah terus berlangsung hingga Lebaran tahun ini. Pengusaha dipastikan memilih mengurangi karyawan demi meringankan beban pengeluaran.

Menurut dosen dan pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran ini, selain industri, sektor UMKM jadi sektor yang paling terkena imbas wabah corona karena punya modal yang terbatas. Pelaku di sektor ini juga sangat rentan karena punya perputaran waktu bisnis yang lebih singkat dalam hitungan harian, mingguan atau bulanan.

"Dampak corona dirasakan paling berat oleh sektor padat karya dan UMKM. Ada potensi PHK besar-besaran di industri, UMKM juga banyak yang terancam gulung tikar," katanya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya mendukung seluruh kebijakan pemerintah yang krusial bagi perbaikan perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak.

Menurutnya, pemerintah pun tengah menyiapkan program baru bernama Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini disiapkan sebagai tindak lanjut dari RUU Cipta Kerja.

Melalui program ini, kata Aldrin, pegawai yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan mendapatkan manfaat dari pemerintah. Manfaat yang diberikan dari program ini terbagi menjadi tiga macam.

Pertama, ujarnya, manfaat dapat berupa pemberian uang. Kedua, manfaat juga diberikan dalam pemberian pelatihan vokasi. Terakhir, manfaat dapat diberikan dalam bentuk pemberian akses pekerjaan baru. "RUU Cipta Kerja bisa jadi jawaban dalam me-recovery ekonomi pasca-wabah corona," katanya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ketua HIPMI: Penghapusan monopoli proyek buka peluang bagi UMKM
Senin, 25 Mei 2020 - 12:39 WIB
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming menga...
Pandemi, petani harus terus diberikan semangat produksi pangan
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:58 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menginginkan petani di berbagai daerah dapat diberikan seman...
Satgas temukan pinjaman online ilegal berkedok koperasi simpan pinjam
Jumat, 22 Mei 2020 - 21:45 WIB
Satgas Waspada Investasi menemukan 50 aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang melakukan penawaran...
Jelang Idul Fitri, warga Rancaputat, Majalengka terima bantuan 
Jumat, 22 Mei 2020 - 20:35 WIB
Masyarakat muslim Rancaputat, Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat, fokus menatap Hari Raya Idul Fitr...
 Kuartal I, trafik Pelindo1 tumbuh di tengah pandemi Covid-19
Jumat, 22 Mei 2020 - 20:12 WIB
Selama Kuartal 1, PT Pelindo 1 mencatat arus kunjungan kapal sebanyak 17.613 call, naik 14,88 persen...
 Sidak, Wamendes tegaskan kasus BLT Dana Desa bisa jadi masalah hukum
Jumat, 22 Mei 2020 - 18:37 WIB
Inspeksi mendadak (sidak) Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi A...
Program ruralisasi diusulkan untuk pulihkan ekonomi pascapandemi
Jumat, 22 Mei 2020 - 18:28 WIB
Program ruralisasi diusulkan sebagai salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian dengan menyinerg...
Pengamat: Harga minyak kembali meningkat, harga BBM jangan ikut naik
Jumat, 22 Mei 2020 - 17:26 WIB
Pengamat migas Kurtubi mengingatkan agar harga BBM di dalam negeri tidak ikut naik mengimbangi penin...
Sarwono: Pandemi Covid momen ideal kembangkan bisnis sosial
Jumat, 22 Mei 2020 - 16:58 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 1999 sampai dengan 2001 Sarwono Kusumaatmadja menilai ...
Bulog Bojonegoro siapkan 28.000 ton beras jelang Lebaran
Jumat, 22 Mei 2020 - 15:47 WIB
Bulog Sub Divre Bojonegoro menyiapkan 28.000 ton beras untuk mencukupi kebutuhan beras warga di Bojo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV