Dispendik: Kelulusan tak ditentukan UN, tak masalah ditiadakan
Elshinta
Rabu, 25 Maret 2020 - 18:27 WIB |
Dispendik: Kelulusan tak ditentukan UN, tak masalah ditiadakan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/3bjikgy

Elshinta.com - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menyatakan kelulusan siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat tidak ditentukan oleh nilai ujian nasional (UN), sehingga tak masalah jika UN ditiadakan oleh Pemerintah Pusat.

"Ada parameter sendiri sekarang ini terkait ukuran kelulusan siswa SMA/SMK," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (25/3).

Ia menjelaskan kelulusan ditentukan nilai rapor selama tiga tahun atau enam semester yang rata-ratanya 60 persen, kemudian nilai ujian satuan pendidikan (USP) ditambah ujian praktik laboratorium 40 persen. "Khusus di Jatim, ukuran kelulusan sudah dilakukan karena seluruh SMA dan SMK sudah melakukan USP berstandar komputer dan smartphone serta ujian praktik," ucapnya.

Namun, kata dia, hasil ujian nasional biasanya bermanfaat untuk melihat disparitas kualitas mutu pendidikan di masing-masing sekolah atau wilayah. Manfaat lainnya, lanjut Wahid, ada perguruan tinggi yang menerapkan jalur dari nilai ujian nasional, termasuk perguruan tinggi tertentu, semisal akademi militer, akademi kepolisian dan akademi sejenis lainnya. 

"Tentu, dengan ditiadakannya ujian nasional, maka dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi akan ikut menyesuaikan," kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim tersebut, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bermasalah, penyederhanaan kurikulum dinilai belum jadi solusi
Jumat, 25 September 2020 - 20:37 WIB
Penyederhanaan Kurikulum dinilai sebagai hal yang tergesa-gesa dan tidak urgen sama sekali, seharusn...
Nadiem sederhanakan persyaratan bantuan kuota internet
Jumat, 25 September 2020 - 14:44 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya menyederhanak...
Bantuan kuota internet tahap satu Kemendikbud disalurkan
Kamis, 24 September 2020 - 21:38 WIB
Bantuan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu pembelajar...
Perpustakaan keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa sambangi Kampung Sota 2
Rabu, 23 September 2020 - 15:47 WIB
Sebagai wujud komitmen dalam membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, perpustakaan kelili...
Cek informasi bantuan kuota data internet disini
Rabu, 23 September 2020 - 15:06 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembe...
Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Rabu, 23 September 2020 - 14:14 WIB
Dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi S1 Pendidikan Sejarah FIS UNJ bersama MGMP S...
Mendikbud: Paud kunci pembangunan SDM sepanjang hayat
Rabu, 23 September 2020 - 12:37 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan pendidikan anak usi...
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa turut membantu mengajar anak sekolah di gereja
Senin, 21 September 2020 - 16:35 WIB
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, bahwa dalam ke...
Nadiem tegaskan penyederhanaan kurikulum belum dilakukan hingga 2022
Minggu, 20 September 2020 - 20:29 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikul...
Universitas Ma Chung lakukan wisuda online di masa pandemi COVID-19
Minggu, 20 September 2020 - 18:39 WIB
Sekitar 208 orang mahasiswa Universitas Ma Chung ikuti wisuda secara daring, Minggu (20/9).
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV