Bagaimana mengendalikan emosi saat menghadapi anak?
Elshinta
Senin, 16 Maret 2020 - 11:27 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Bagaimana mengendalikan emosi saat menghadapi anak?
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2QdirlR

Elshinta.com - Wajar jika orang tua pernah marah atau merasa kesal dengan perbuatan anaknya. Menahan kesabaran memang tidak mudah dan tak jarang orang tua terkadang langsung melampiaskan emosinya dengan membentak anak.

Menurut banyak ahli, membentak-bentak, meneriaki, apalagi menggunakan kekerasan bukanlah hal yang bijak untuk diterapkan pada anak. Masih ada cara lain yang bisa membuat anak memahami maksud orang tua. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut cara menahan emosi saat menghadapi anak:

Tanya diri sendiri
Sering kali orang tua saat marah kepada anak hanya karena masalahnya sebenarnya sepele. Maka, tetapkan dulu batasan-batasan perilaku mana yang perlu ditindak tegas dan mana yang masih bisa dibicarakan baik-baik. Ingat, tidak semua kenakalan anak harus direspon dengan cara memarahi atau menghukum anak. 

Tenangkan diri
Saat melihat anak berulah yang menjengkelkan, orang tua mungkin jadi naik pitam dan akhirnya berteriak atau membentak. Orang tua bisa menghindari luapan emosi ini dengan berbagai cara untuk membuat diri setenang mungkin.

Hal pertama yang paling mudah dilakukan adalah dengan cara menarik napas sedalam mungkin. Embuskan dan ulangi beberapa kali sampai emosi lebih stabil. Kedua, pergi menjauh dulu dari anak. Jika sudah merasa lebih tenang, baru boleh mengajak anak berbicara dan memberikan arahan untuk tidak mengulangi perilakunya lagi secara tegas.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2TSxkMz

Beri peringatan
Jika anak masih belum mematuhi perintah, coba untuk memberi peringatan lagi dengan sikap yang tegas tanpa meneriaki atau membentak anak. Selain memberikan penegasan pada anak, menghitung satu sampai sekian bisa membantu orang tua menahan emosi.

Hindari memukul
Memukul akan mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang lain itu diperbolehkan, dan ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan menggunakan kekerasan. 

Memukul anak tidak akan membuat lebih baik. Bukannya lega, orang tua justru akan dihantui rasa bersalah dan emosi negatif lainnya. Apalagi kekerasan bisa membuat anak kehilangan kepercayaan pada orang tua sehingga justru akan lebih nakal.

Kendalikan cara bicara
Riset menunjukkan, bahwa dengan semakin tenang berbicara, semakin mudah juga menenangkan perasaan dan menahan emosi. Sebaliknya, jika menggunakan kata makian atau bentakan, semakin naik juga amarah dalam diri orang tua. Kendalikan cara bicara dan coba bicara sehangat mungkin. Semakin sering dilatih, lama-lama orang tua bisa menguasai diri dan membuat anak mengerti bahwa perilakunya salah.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2ISS5Bi

Tetapkan batas
Terapkan batas tegas antara sikap disiplin dan kasih sayang. Mengakui perasaan dan menghibur anak-anak setelah kemarahan, tidak berarti harus menyerah pada kemauan mereka.

Meski terlihat sulit untuk dipraktikkan, tapi akan membantu anak-anak menghadapi tantangan emosional dalam kehidupannya. Sekaligus, membentuknya menjadi sosok yang tangguh dan dapat memecahkan permasalahannya sendiri di kemudian hari. Ketika mereka menghadapi situasi yang tak bersahabat atau sulit, mereka akan menemukan solusi yang baik.

Pikirkan tentang efeknya
Marah dan berteriak sesaat sampai anak terdiam mungkin rasanya melegakan.Tapi ingat, ini hanya berefek sesaat. Bisa jadi ada rasa sedih atau kecewa yang tersimpan dalam diri anak.

Apabila anak terus mengingatnya, bukan tidak mungkin ini menjadi trauma dan mengubah hubungan dengan orang tua di kemudian hari. Anak juga bisa jadi tertutup dan tidak percaya diri apabila terus mendapatkan perlakuan kasar dan dimarahi terus-menerus. 

Pelajari lagi penyebabnya
Saat anak melakukan kesalahan,sebelum memarahi dan menuduh anak yang tidak-tidak, coba pikirkan dulu apa sebenarnya penyebabnya. Luangkan waktu selama 10 menit untuk mencari tahu penyebab anak melakukan kesalahan tersebut. Dengan begitu, orang tua bisa menempatkan diri di posisi anak dan tidak menuduh macam-macam. Ingat, kata-kata tuduhan juga bisa membuat anak merasa sakit hati.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QkgjIX

Hindari hukuman fisik
Apapun kesalahan yang dilakukan anak dan seberapa besar pun rasa marah, hindari melakukan hukuman fisik pada anak. Termasuk di antaranya memukul, mencubit atau bahkan melempar benda.

Memukul dan semua hukuman fisik lainnya memiliki dampak negatif pada perkembangan anak. Dampak ini bahkan bisa berlangsung terus-menerus sepanjang hidupnya. Oleh sebab itu, orang tua tidak dianjurkan melakukannya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Orang tua diharapkan tetap kontrol aktivitas anak di era digital 
Selasa, 20 April 2021 - 14:24 WIB
Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Cilacap Tetty Rohatiningsih yang juga merupakan anggota DPR RI F...
Orang tua ujung tombak pendampingan anak autisme saat pandemi
Senin, 19 April 2021 - 13:07 WIB
Pandemi COVID-19 membuat tempat pendidikan membatasi interaksi tatap muka dan beralih ke ruang digit...
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV