Meghan dan Harry cemaskan keadaan Sophie Trudeau yang positif corona
Elshinta
Sabtu, 14 Maret 2020 - 13:26 WIB |
Meghan dan Harry cemaskan keadaan Sophie Trudeau yang positif corona
Pasangan Sophie dan Justin Trudeau. Foto: Antara

Elshinta.com - Meghan Markle dan Pangeran Harry sangat mencemaskan keadaan sahabat dekat mereka yang juga merupakan istri perdana menteri Kanada, Sophie Trudeau, setelah dia dinyatakan positif kena corona.

Nyonya Trudeau dites positif mengidap virus tersebut pada hari Kamis (12/3), tak lama setelah kembali dari sebuah acara di London, kantornya mengkonfirmasi.

Dia akan tetap diisolasi untuk sementara waktu, sementara suaminya juga akan menjalani isolasi dua minggu, dan seorang sumber yang dekat dengan Meghan dan Harry mengatakan kepada The Post: “Saat ini Meghan dan Harry hanya peduli untuk kesehatan dan keselamatan orang lain.

"Ini adalah saat yang menakutkan dan mereka lebih khawatir tentang apa yang terjadi di dunia daripada apa yang terjadi selanjutnya bagi mereka," kata sumber tersebut pada PageSix dikutip Antara, Sabtu (14/).

Tidak diketahui apakah keduanya sempat berjumpa dengan Nyonya Trudeau di London.
​​​​​
The Telegraph melaporkan bahwa mereka meninggalkan bayi laki-laki mereka Archie di rumah di Kanada sementara mereka terbang ke London untuk "tur perpisahan" kerajaan mereka sebagai tindakan pencegahan terhadap corona.

Mereka sangat dekat dengan Trudeaus, yang merupakan bagian dari lingkaran sosial mereka, yang juga termasuk sahabat Meghan, Jessica Mulroney dan suaminya, Ben, putra mantan Perdana Menteri Kanada Brian Mulroney.

Meghan terbang kembali ke Kanada dari London pada Senin malam, tak lama setelah mengucapkan perpisahan emosional kepada teman-teman di acara pribadi Persemakmuran.

Harry tetap di Inggris dan minggu ini mengadakan pertemuan di Istana Buckingham.

Pasangan ini akan segera memulai kehidupan baru mereka, yang independen secara finansial dari keluarga kerajaan.

"Mereka tidak bisa duduk-duduk, mereka harus bekerja untuk membayar tagihan mereka. Mereka ingin bekerja. Baik melalui pekerjaan berbayar dan filantropi, saya pikir mereka akan fokus pada proyek-proyek yang digerakkan oleh dampak dan berharap untuk membawa kebaikan bagi dunia,” ungkap sebuah sumber.

Sampai sekarang, belum ada kerangka waktu untuk yayasan pasangan ini akan diluncurkan. "Itu tidak mungkin menjadi amal tradisional. Harry dan Meghan ingin menemukan cara mereka sendiri untuk memberi kembali dan cara-cara baru untuk melakukan perubahan," tambah sumber itu. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WNI di Swiss rayakan Idul Fitri secara virtual
Senin, 25 Mei 2020 - 11:27 WIB
Masyarakat Indonesia di Swiss merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah melalui silaturahmi virtual, karena ...
Presiden: RS Chile alami kesulitan saat COVID-19 dekati 70.000 kasus
Senin, 25 Mei 2020 - 10:26 WIB
Sistem layanan kesehatan Chile mengalami kesulitan dan `hampir mencapai batasnya`, kata Presiden Seb...
Gempa dengan magnitudo 5,8 guncang Selandia Baru
Senin, 25 Mei 2020 - 08:30 WIB
Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang ibu kota Selandia Baru, Wellington pada Senin (25/5), tanpa a...
Brazil, pusat baru wabah corona, laporkan 965 kematian harian
Minggu, 24 Mei 2020 - 20:12 WIB
Brazil melaporkan 965 kematian harian akibat virus corona baru pada Sabtu (23/5) sehingga jumlah tot...
Taliban umumkan gencatan senjata Idul Fitri selama tiga hari
Minggu, 24 Mei 2020 - 19:38 WIB
Taliban mendeklarasikan gencatan senjata Idul Fitri selama tiga hari mulai Minggu, menurut seorang j...
Prancis izinkan ibadah bersama tapi harus pakai masker
Sabtu, 23 Mei 2020 - 12:38 WIB
Otoritas Prancis membolehkan warganya memulai kembali ibadah bersama setelah penangguhan selama dua ...
Vaksin COVID-19 akan diuji coba ke 10 ribu orang di Inggris
Sabtu, 23 Mei 2020 - 09:11 WIB
Oxford University dan AstraZeneca mengumpulkan kurang lebih 10.000 orang dewasa dan anak-anak di Ing...
Pesawat jatuh di Karachi, tidak ada penumpang WNI
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:39 WIB
Kementerian Luar Negeri menyebut tidak ada warga negara Indonesia (WNI) di dalam pesawat Pakistani I...
Brazil catat kematian COVID-19 tertinggi, hampir susul Rusia
Jumat, 22 Mei 2020 - 21:56 WIB
Kasus kematian harian akibat COVID-19 di Brazil mencapai angka tertinggi pada Kamis (21/5), yaitu 1....
AS perpanjang larangan perjalanan di perbatasan Kanada, Meksiko
Rabu, 20 Mei 2020 - 11:40 WIB
Amerika Serikat dan Kanada akan memperpanjang larangan perjalanan lintas negara yang tidak esensial ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV