Masalah-masalah seksual yang ditakuti kaum pria
Masalah-masalah seksual yang ditakuti kaum pria
Elshinta
Jumat, 13 Maret 2020 - 23:15 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
 Masalah-masalah seksual yang ditakuti kaum pria
Ilustrasi. Sumber foto:

Elshinta.com - Permasalahan seksual bisa membuat kamu pria stres. Padahal jika terus dibiarkan, maka akan fatal ujung-ujungnya. Beberapa permasalahan seksual bagi pria ini sebetulnya dapat diatasi dengan berkonsultasi pada dokter. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut permasalahan seksual yang dialami pria:

Disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi atau impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk mengalami ereksi atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengalami ereksi. Disfungsi ereksi bisa jadi pertanda dari suatu kondisi medis lainnya, seperti penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas. Oleh karenanya, konsultasikan ke dokter jika sudah terganggu dengan masalah ini.

Disfungsi libido
Libido rendah tidak sama dengan disfungsi ereksi, tetapi banyak faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi juga dapat mengurangi libido (gairah seksual). Harga diri yang rendah, stres, kecemasan dan obat tertentu, semua juga bisa mengurangi gairah seks. Ketika semua kekhawatiran terikat saat berhubungan seksual, maka minat pada seks dapat menukik tajam.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2W8KcQd

Sindrom defisiensi testosteron
Sindrom defisiensi testosteron atau hipogonadisme, tidak hanya dapat memengaruhi kinerja seksual, tetapi juga kesehatan tulang, tingkat energi, kekuatan otot, dan suasana hati. Terapi penggantian testosteron dapat membantu meringankan gejala, hingga kisaran testosteron di tingkat normal.


Peyronie
Penyakit Peyronie adalah kondisi dimana penis bengkok atau lengkung. Penderita akan mengalami sakit apabila ingin melakukan ereksi. Perubahan bentuk penis ini biasanya akan terlihat jelas ketika ereksi. Penyakit Peyronie bisa dialami oleh pria pada usia berapa pun. Meskipun begitu, sebagian besar penderita adalah pria usia paruh baya. Operasi adalah satu dari sedikit pilihan pengobatan yang tersedia, dengan risiko efek samping yang signifikan. 

Priapismus  
Priapismus adalah ereksi berkepanjangan yang terjadi di luar kehendak selama beberapa jam. Hal semacam ini terjadi akibat darah di dalam penis terbendung dan tidak dapat mengalir keluar.

Pengobatan perlu dilakukan guna menghindari kerusakan permanen pada penis. Pilihan pengobatan meliputi pengeringan darah berlebih dari penis dengan jarum suntik, obat untuk membatasi aliran darah ke penis, atau operasi.

Ejakulasi dini
Ejakulasi dini atau prematur adalah salah satu hal yang paling sering terjadi pada kebanyakan pria. Sekitar sepertiga pria mengalami hal ini. Penyebab ejakulasi dini karena interaksi kompleks antara faktor psikologis dan biologis. Faktor psikologis yang dimaksud contohnya adalah riwayat kekerasan seksual, depresi, atau pandangan yang buruk terhadap tubuh sendiri.

Sedangkan secara biologis, penyebab yang berkontribusi terhadap ejakulasi dini adalah tidak normalnya kadar hormon, terdapat peradangan atau infeksi di prostat atau uretra dan faktor keturunan.

Ejakulasi tertunda
Ejakulasi tertunda adalah gangguan ejakulasi di mana seorang pria membutuhkan rangsangan seksual yang lebih lama untuk mencapai klimaks seksual dan ejakulasi. Sebagian pria yang mengalami ejakulasi tertunda membutuhkan rangsangan seksual selama 30 menit atau lebih untuk mencapai orgasme dan berejakulasi. Bahkan, mereka bisa justru tidak berejakulasi sama sekali (anejakulasi).

Ejakulasi tertunda bisa disebabkan karena kondisi kesehatan tertentu, efek samping operasi dan obat-obatan tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, serta masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan atau stres. Dalam banyak kasus, ejakulasi tertunda disebabkan oleh kombinasi dari masalah fisik dan psikologis.

Ejakulasi retrograd
Ejakulasi retrograd atau terkadang disebut orgasme kering adalah kondisi sperma masuk ke kandung kemih saat orgasme. Jenis ejakulasi yang satu ini tidak berbahaya namun dapat menyebabkan kemandulan pada pria.

Kondisi ini disebabkan karena adanya gangguan pada saraf di dalam kandung kemih dan leher kandung kemih yang menyebabkan ejakulasi justru mengalir ke kandung kemih. Orang dengan diabetes atau yang pernah menjalani operasi prostat atau kandung kemih lebih rentan mengalami ejakulasi retrograd.

Sulit orgasme
Kebanyakan orang sering salah mengartikan orgasme dan ejakulasi. Padahal keduanya merupakan tahapan yang berbeda dalam berhubungan seksual. Tiga faktor utama yang membuat pria susah orgasme adalah kerusakan saraf, gangguan hormon, dan kondisi psikologis seseorang.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/38MwSUn

Sakit saat berhubungan 
Pria pun juga merasakan hal ini karena kerusakan akibat robek, gesekan, peradangan, atau struktur abnormal pada kulup penis (misalnya kulit kulup yang terlalu ketat atau kulit kulup tersangkut di belakang kepala penis dan tak bisa ditarik ke depan) dapat membuat penetrasi jadi menyakitkan.
Tidak hanya itu, kondisi seperti peyronie, prostatitis, penyakit kelamin menular, hipospadia, infeksi saluran kencing, priapismus, hingga hipersensitivitas penis bisa menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Gairah rendah
Penyebab gairah seks pria yang rendah bisa disebabkan dari pengaruh hormon, faktor seksual, kondisi medis tertentu, penggunaan obat-obatan dan masalah dalam hubungan. Gairah seks rendah pada pria menggambarkan penurunan minat mereka terhadap aktivitas seksual. 

Jika kekurangan gairah seksual rendah ini terjadi cukup parah, bisa didiagnosis sebagai gangguan hasrat seksual hipoaktif. Kondisi tersebut disebabkan karena ketidakseimbangan tingkat hormon di otak yang mengakibatkan dopamin dan norepinefrin (senyawa pada otak) mengalami penurunan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasien sembuh COVID-19 di Lampung tambah tiga orang
Rabu, 03 Juni 2020 - 19:46 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat tiga penambahan pasien sembuh dari COVID-19 di wilayahnya ...
PT Freeport Indonesia buka laboratorium rujukan diagnosis COVID-19 untuk Papua  
Rabu, 03 Juni 2020 - 19:37 WIB
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam memitigasi penyebaran COV...
 Bagaimana ciri dan karakteristik penis yang sehat?
Selasa, 02 Juni 2020 - 23:15 WIB
Bagi pria, penis merupakan organ penting yang tak hanya berfungsi sebagai saluran kemih tetapi juga ...
BIN bantu 120 ribu masker untuk penanganan COVID-19 di Surabaya
Selasa, 02 Juni 2020 - 22:24 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) RI kembali memberikan bantuan berupa 120 ribu masker non-medis untuk pe...
Ganjar tegaskan Jateng tidak gegabah terapkan normal baru
Selasa, 02 Juni 2020 - 20:27 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan Provinsi Jawa Tengah tidak gegabah menerapkan protokol kehidupan ...
Pasien sembuh COVID-19 di Magelang bertambah
Selasa, 02 Juni 2020 - 18:38 WIB
Kabar menyenangkan disampaikannya juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19, Kabupaten...
Kopi dapat turunkan risiko penyakit batu empedu, bisakah?
Sabtu, 30 Mei 2020 - 12:25 WIB
Sebuah studi terbaru melaporkan bahwa kopi memiliki potensi untuk melindungi Anda dari penyakit batu...
Apakah pria juga bisa menopause? Apa penyebabnya?
Jumat, 29 Mei 2020 - 23:15 WIB
Menopause pada pria juga tidak serta merta menyebabkan disfungsi organ seksual sepenuhnya. Namun bai...
BIN salurkan ribuan alat kesehatan membuat Risma menangis
Jumat, 29 Mei 2020 - 20:36 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk membantu Pemerintah Kota Suraba...
 Apa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda?
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:15 WIB
Biasanya impotensi selama ini identik dengan penyakit usia tua. Namun jumlah pria berusia di bawah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV