Cegah COVID-19, obat herbal buatan siswa sekolah kesehatan diburu warga
Elshinta
Rabu, 11 Maret 2020 - 20:32 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Dewi Rusiana
Cegah COVID-19, obat herbal buatan siswa sekolah kesehatan diburu warga
Cegah COVID-19, obat herbal buatan siswa sekolah kesehatan diburu warga. Foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Produk farmasi herbal siswa Sekolah Menengah Kesehatan (SMK) Citra Medika, Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah laku keras. Utamanya adalah obat herbal yang saat ini diburu warga untuk pencegahan penularan COVID-19 seperti hand sanitizer, jamu instan dan masker. Produk herbal tersebut mulai diproduksi kembali di laboratorium farmasi setelah stok sempat kosong beberapa waktu lalu.

Kepala SMK Citra Medika, Rian Andrianto mengatakan, produk farmasi herbal buatan siswa diburu warga sejak isu COVID-19 merebak. Hand sanitizer dan masker paling banyak dicari bahkan stok sempat kosong sejak dua pekan lalu. Karena permintaan terus berdatangan, siswa dengan pendampingan guru jurusan farmasi memulai kembali berproduksi.

Terkait persediaan bahan, pihaknya tidak menemui kendala karena seluruh bahan dihasilkan dari apotek hidup milik sekolah. “Semua tersedia di sekolah, hanya alcohol sebagai bahan utama hand sanitizer yang memang harus beli,” kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (11/3). 

Menurut dia, produk herbal buatan siswa tidak dijual bebas melainkan untuk kalangan sendiri melalui mata pelajaran kewirausahaan. Sehingga hanya beredar di lingkungan siswa dan instransi  kesehatan yang bekerja sama. Tetapi pihak sekolah juga mulai memasarkan secara luas produk farmasinya seperti membuka stand di area  car free day (CFD) untuk pengenalan produk. “Tiap minggu kami sebar tim secara acak ke CFD di Eks-Karesidenan Surakarta,” imbuh Rian.

Dengan adanya informasi penyebaran virus corona, lanjut Rian, terjadi kenaikan permintaan produk. Pihak sekolah juga meningkatkan jumlah produksi antara 30 – 40 persen dibanding biasanya. Pengerjaan juga dilakukan sesuai dengan standar kesehatan yang diatur oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meskipun secara hukum belum mengantongi izin.

“Kami hanya melayani pesanan dalam linngkup internal dan instansi yang bekerjasama dengan sekolah. Jadi, belum dijual bebas,” bebernya.

Senada, guru farmasi selaku pengampu laboratorium farmasi SMK Citra Medika, Umi Dharmastuti mengatakan, pembuatan produk herbal oleh siswa ini sudah berlangsung lama karena bagian dari kegiatan praktikum. Sehingga obat obatan yang dihasilkan telah memiliki pasar dikalangan siswa sendiri.

Proses produksi tetap diawasi kepala laboratorium dalam memantau kualitas penggunaan bahan dan hasil. Dalam sekali pengolahan paling banyak hanya bisa memproduksi sebanyak 30 an item. “Produksi tidak bisa dalam jumlah besar karena siswa juga harus belajar dan tidak bisa fokus ke pengolahan terus,” jelasnya.

Umi menuturkan, peningkatan permintaan sejumlah obat herbal seperti jahe instan, kunyit instan, masker dan hand sanitizer memicu sekolah kembali berproduksi. Dan tetap memanfaatkan tanaman obat yang dibudidayakan sendiri. “Contohnya, tanaman lidah buaya dijadikan bahan membuat gel hand sanitizer,” pungkasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemendikbud bantah terjadi kebocoran data pegawai 
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:55 WIB
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Evy Muly...
Pendaftaran peserta didik baru SMAN/SMKN online di Sumut dimulai 
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:12 WIB
Pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) se Sumatera Utara untuk jenjang SMA Negeri d...
IKA UNJ serahkan kasus OTT dugaan suap Rektor ke Kemendikbud pada aparat penegak hukum
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:36 WIB
Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) meminta semua pihak untuk menghormati KPK dan kep...
PKB minta pemerintah perhatikan pesantren di masa new normal
Rabu, 27 Mei 2020 - 12:38 WIB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta pemerintah memperhatikan pesantren di masa penerapan kebijak...
Kemenag terbitkan panduan kurikulum darurat madrasah
Selasa, 26 Mei 2020 - 11:38 WIB
Kementerian Agama menerbitkan panduan kurikulum darurat pada madrasah semasa pandemi COVID-19 agar m...
Relawan Indonesia Bersatu beri sembako mahasiswa perantau di Jakarta
Jumat, 22 Mei 2020 - 19:11 WIB
Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 memberikan bantuan sembako kepada warga dan mahasiswa peran...
Nadiem pastikan tunjangan guru tidak terdampak pemotongan anggaran
Rabu, 20 Mei 2020 - 18:25 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan tidak ada pemotongan anggara...
Pilih prodi sesuai bakat sebelum daftar SBMPN
Rabu, 20 Mei 2020 - 17:04 WIB
Dirjen Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengingatkan para calon mahasiswa yang mendaftar Seleksi B...
Peringati Hari Buku Nasional, Yonif 411 Kostrad bagikan buku bacaan di perbatasan RI-PNG
Selasa, 19 Mei 2020 - 16:35 WIB
Dalam rangka Hari Buku Nasional, Satgas Pamtas RI-PNGYonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad Pos...
Pengamat: Sektor pendidikan harus jadi prioritas setelah pandemi
Senin, 18 Mei 2020 - 17:57 WIB
Sektor pendidikan dinilai harus menjadi salah satu prioritas untuk terus didorong setelah pandemi CO...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV