Mengapa sulit berkomunikasi dengan anak yang sedang beranjak remaja?
Elshinta
Rabu, 11 Maret 2020 - 11:19 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Mengapa sulit berkomunikasi dengan anak yang sedang beranjak remaja?
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2IE5pJM

Elshinta.com - Perbedaan pandangan antara orang tua dengan anak yang sedang beranjak remaja seringkali memicu perdebatan dan membuat hubungan menjadi renggang. Menjaga komunikasi dengan anak yang sedang beranjak remaja tidak semudah saat mereka masih kanak-kanak. Karena mereka merasa sudah cukup dewasa dan mampu untuk melakukan apapun sendiri. 
Karena itu, tidak heran jika di usia tersebut mereka akan lebih sulit diajak untuk berkomunikasi. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua agar tetap bisa komunikasi yang baik dengan anak remaja:

Beri ruang
Anak remaja lebih menyukai bersama teman-temannya. Orang tua tidak boleh merasa anak menjauh karena pada usia tersebut, anak mulai belajar mandiri, sehingga lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya atau memiliki rahasia yang orang tua tidak boleh tahu. Dukunglah anak remaja untuk bergaul dengan kawan sebayanya. Namun, pastikan bahwa pergaulan remaja itu membawa dampak positif bagi anak. 

Buat waktu spesial
Anak akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temannya sehingga mungkin akan kesulitan berkomunikasi. Ada baiknya orang tua membuat waktu spesial untuk berkumpul dengan anak, misalnya dengan pergi berlibur. Dengan cara ini, tidak hanya memperbaiki hubungan orang tua dengan anak, namun juga mengajarkan tentang kemampuan komunikasi interpersonal.

Menjadi pendengar
Saat mereka masih kanak-kanak, orang tua masih bisa memberikan pertanyaan langsung. Namun, pada anak remaja, pertanyaan tersebut akan mengganggu dan membuat mereka malas untuk menjawabnya. 

Orang tua perlu memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, tanpa banyak memberikan pertanyaan maupun menggurui sehingga anak akan lebih nyaman dan terbuka memberikan informasi tanpa merasa dipaksa.

Jika mendengarkan apa yang mereka katakan, orang tua akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bimbingan, perspektif, dan dukungan yang mereka butuhkan. Anak juga akan tahu bahwa mereka mendapatkan perhatian dan sedang berusaha untuk memahami perasaan mereka.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/39CbIcK

Komunikasi dua arah
Sesibuk apapun, sempatkan waktu untuk berbincang dan diskusi dengan anak tentang berbagai macam hal. Topik-topik tersebut bisa tentang kegiatan, perkembangan akademik, atau tentang teman-temannya. Komunikasi dua arah ini sangat penting dilakukan karena dapat membuat anak merasa didengar dan dipahami, sehingga membuat mereka lebih terbuka. Interaksi dan komunikasi intens membuat hubungan orang tua dan anak lebih kuat, harmonis, dan sebagai bentuk penghargaan atas keberadaan mereka. 

Berikan informasi yang tepat
Saat berkumpul dengan kawan sebaya, terjadi proses pertukaran pengaruh, seperti penampilan, sikap, dan bahkan perilaku. Orang tua harus berani untuk membicarakan tentang pergaulan remaja saat ini. Usia pra-remaja merupakan usia yang rentan karena melihat banyak hal di lingkungannya. Untuk itu orang tua perlu memberikan informasi yang tepat termasuk apa saja bahayanya agar mereka tak mendapatkan informasi yang belum tentu benar dari orang lain. 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vf0096

Jangan ragu bertanya 
Tidak jarang, anak akan menggunakan bahasa gaul yang mereka gunakan dengan teman-temannya. Jika tidak tahu artinya, jangan ragu untuk bertanya tentang makna bahasa tersebut. Semakin banyak orang tua kenal dan sesekali menggunakan kata-kata tersebut, anak akan merasa dekat. Namun orang tua juga harus memerhatikan kapan saat yang tepat untuk bertanya. Jika memungkinkan, boleh juga sesekali sesekali ikut bergaul dengan anak dan teman-temannya.

Nasihati dengan halus 
Meski menjadi pendengar yang baik, orang tua tetap bisa memberikan saran dan nasihat kepada anak. Jika orang tua ingin menasihati maka lakukan dengan cara halus namun tetap tegas sehingga anak mau menerima dengan baik pula. Berbicara kasar membuat anak tergores harga dirinya.

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2TYpgJ5

Memahami emosi
Berusaha untuk selalu memancarkan emosi positif agar anak  merasa nyaman berinteraksi. Selain itu orang tua perlu memahami emosi negatif anak sebab dari emosi ini kadang  memberikan petunjuk apa yang sedang terjadi pada anak. 

Memberi contoh nyata  
Contoh atau teladan adalah kunci utama penanaman perilaku positif pada anak. Bila orang tua bersikap baik, maka anak mendapatkan contoh dan teladan nyata dalam berperilaku.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Orang tua diharapkan tetap kontrol aktivitas anak di era digital 
Selasa, 20 April 2021 - 14:24 WIB
Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Cilacap Tetty Rohatiningsih yang juga merupakan anggota DPR RI F...
Orang tua ujung tombak pendampingan anak autisme saat pandemi
Senin, 19 April 2021 - 13:07 WIB
Pandemi COVID-19 membuat tempat pendidikan membatasi interaksi tatap muka dan beralih ke ruang digit...
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Pentingnya `me time` bagi orang tua dengan anak autisme
Jumat, 09 April 2021 - 09:47 WIB
Psikolog lulusan Magister Psikologi Terapan Universitas Indonesia Diah A. Witasari mengatakan bahwa ...
Pastikan kecukupan asupan vitamin D dan kalium pada anak
Minggu, 04 April 2021 - 14:23 WIB
Ahli nutrisi Emilia Achmadi mengatakan sebagian besar anak-anak berhenti mengonsumsi susu di usia du...
 BKKBN mulai mendata 11,4 juta keluarga di Jateng
Jumat, 02 April 2021 - 19:58 WIB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jawa Tengah mulai melakukan pr...
Tips ibu tangguh fisik dan keuangan di masa pandemi
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:11 WIB
Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus mem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV