Sejumlah ulama nasional gelar bincang keumatan dan kebangsaan 
Elshinta
Selasa, 10 Maret 2020 - 12:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Sejumlah ulama nasional gelar bincang keumatan dan kebangsaan 
Sejumlah ulama nasional gelar bincang keumatan dan kebangsaan. Foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Dua hari berturut-turut suasana di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Cirebon, Jawa Barat, ramai dengan kedatangan tokoh-tokoh bangsa.

Secara bersamaan tiga tokoh nasional mengunjungi lembaga pendidikan bertaraf internasional tersebut. Mereka silaturrahim sekaligus sowan ke Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Ini bukan pertemuan biasa, kehadiran tokoh-tokoh nasional tersebut untuk membahas masalah-masalah kekinian berkaitan dengan keumatan dan kebangsaan. 

Ketiga tokoh nasional yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Prof. Dr. Said Aqil Siroj, Lc. MA (Ketua umum PBNU), Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim (Pengasuh ponpes Amanatul Ummah), dan Ustadz Yusuf Mansur (Pengasuh pesantren Darul Qur’an).

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, yang akrab disapa Kyai Imjaz, menerima kedatangan tokoh-tokoh nasional tersebut di kediamannya di komplek Pesantren Bina Insan Mulia, Sabtu, (7/3). Pertemuan awalnya berlangsung secara tertutup sebelum digelar pertemuan umum bersama ribuan santri.

KH. Imam Jazuli menjelaskan, dalam pertemuan dibahas permasalahan keumatan dan kebangsaan, diantaranya intoleransi ekonomi yang membuat bangsa Indonesia berada dalam kondisi mengkhawatirkan, juga pentingnya menguatkan semangat kebangsaan.

“Negara kita sesungguhnya dalam kondisi berbahaya karena kapitalisme telah mengakar di negeri ini,” kata Kyai Imjaz dalam keterangan yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (10/3). 

Beliau melanjutkan, kita ingin memberi kritik kepada pemerintah. Masalah ekonomi kerakyatan sebagai amanat undang-undang faktanya saat ini tidak berjalan.

"Negara sudah semakin oleng, hingga kaum kapitalis dan oligarki telah menguasai  bangsa kita melalui tangan-tangan lokal. Maka kita tidak boleh diam dan harus bangkit, kebangkitan akan kita mulai dari pesantren." katanya.

Meski demikian, Kyai Imjaz juga mengingatkan kritik terhadap pemerintah berkuasa saat ini harus tetap objektif.

Termasuk juga tetap mengapresiasi jika ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang masih pro dengan kepetingan rakyat.

Prof. Dr. Asep, menyampaikan, bahwa saat ini banyak oknum birokrat telah dibeli pihak asing sehingga saat ini rakyat sedang menjadi objek eksploitasi di era globalisasi ini.

"Kita ini bagai mayat yang sudah tersedia liang lahatnya dan tinggal menunggu dikuburkan. Dulu Singapura milik orang Melayu, tapi sekarang orang Melayu di Singapura hanya 10 persen, yang sekarang menguasai orang asing. Jangan sampai Indonesia seperti Singapura. Saat ini produk-produk asing telah memenuhi pasar Indonesia, sedangkan produk kita terpinggirkan," katanya.

Disisi lain, Ustadz Yusuf Mansur menyanpaikan solusi ekonomi kerakyatan yang utamanya adalah ekonomi umat Islam. “kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan di negeri orang lain.” katanya.

Caranya, ustadz Yusuf Mansur melanjutkan, yang pertama adalah dengan penyatuan uang dan transaksi, kemudian yang kedua dengan penyatuan menejemen dan aset. Bayangkan jika umat Islam menyatukan uang dan transaksinya untuk membeli aset-aset di dunia dalam satu menejemen untuk manfaat dan kepentingan umat, maka akan menjadi luar biasa umat Islam kedepannya.

Prof. Dr. Said Aqil meng-amini serta mengapresiasi pertemuan ini dan menyampaikan Islam Nusantara merupakan solusi atas kebuntuan permasalahan yang ada di Indonesia, dimana Islam dibangun di atas budaya, dan budaya menjadi infrastruktur dari Agama.

"Aqidah dan syariat kita sempurna, tapi peradaban dan ilmu pengetahuan kita jauh ketinggalan. Jadi, untuk menjadi bangsa yang bermartabat, kita harus bersatu dalam wadah persatuan umat Islam (dalam segala bidang-red) dan semangat nasionalis berbangsa dan bernegara, sebagai mana jargon dari mbah Hasyim 'Hubbul Wathon minal Iman'. Kecintaan kita kepada bangsa ini harus dibuktikan dengan menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karenanya Intoleransi Ekonomi harus dihentikan" kata kyai Said.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wali Kota Pekanbaru imbau warganya gelar Salat Idul Fitri di rumah
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:24 WIB
 Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengimbau umat muslim di Ibu kota Provinsi Riau itu untuk tidak melaks...
Menag: `Deadline` kepastian ibadah haji ditunda hingga awal Juni
Rabu, 20 Mei 2020 - 07:18 WIB
Untuk menentukan kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M, Pemerintah Indonesia menunggu ke...
Rumah Zakat akan bangun 33 titik lumbung pangan
Selasa, 19 Mei 2020 - 20:25 WIB
Rumah Zakat berupaya memanfaatkan dana Zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) dengan mendirikan l...
Istiqlal pastikan tidak ada takbiran dan Shalat Id
Selasa, 19 Mei 2020 - 17:37 WIB
Masjid Istiqlal memastikan tidak ada takbiran dan shalat Idul Fitri (id) seiring belum ada penurunan...
MUI: Zakat boleh dimanfaatkan untuk penanggulangan COVID-19. Begini ketentuannya
Selasa, 19 Mei 2020 - 10:42 WIB
Sebagai bentuk antisipasi pelaksanaan serah terima zakat di tengah pandemi COVID-19, Majelis Ulama I...
500 paket sembako Bakti Alumni Akpol bagi penyapu jalanan di Kudus 
Selasa, 19 Mei 2020 - 10:09 WIB
Alumni Akademi Kepolisian angkatan 99 (Endra Dharmalaksana) memberikan bantuan 500 paket sembako kep...
Andre Rosiade sarankan bansos dalam bentuk tunai di tengah COVID-19
Senin, 18 Mei 2020 - 12:03 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade menyarankan agar mengubah penyaluran bantuan s...
Motor listrik bertanda tangan Jokowi laku Rp2,5 miliar
Senin, 18 Mei 2020 - 06:10 WIB
Motor listrik buatan anak bangsa yang bertanda tangan Presiden Jokowi akhirnya laku Rp2,5 miliar dal...
Pemerintah ajak masyarakat bantu disabilitas di masa pandemi
Minggu, 17 Mei 2020 - 15:49 WIB
Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengajak masyarakat untuk membantu kom...
 Pelindo1 kembali salurkan APD untuk rumah sakit dan puskesmas
Sabtu, 16 Mei 2020 - 18:25 WIB
PT Pelindo 1 memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) ke rumah sakit, puskemas dan fasilitas kes...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV